Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi

Memunculkan Nuansa Alami di Kamar Mandi
Pada jaman dulu fungsi kamar mandi hanyalah untuk mandi saja, sehingga desain yang dibuat juga seadanya. Namun saat ini keadaan sudah jauh berbeda. Orang menganggap meski hanya sekedar kamar berukuran kecil, namun merupakan satu kesatuan yang utuh dari suatu bangunan rumah. Jadi perlu penataan dan desain tersendiri. Dan dari berbagai macam jenis desain kamar mandi yang ada, salah satu adalah desain kamar mandi yang bernuansa alami.

Salah satu alasan yang paling banyak dikemukakan oleh mereka yang suka memunculkan kesan alami di kamar mandi mereka adalah karena mandi selalu menggunakan air dan air adalah salah satu unsur kehidupan terpenting yang dihasilkan oleh alam, bukan buatan manusia. Sehingga dengan membuat desain kamar mandi yang alami akan membuat mereka juga semakin dekat dengan kehidupan yang alamiah.

Penggunaan bahan material untuk pembuatan kamar mandi adalah hal utama yang harus dilakukan jika ingin memunculkan nuansa yang alami di kamar mandi. Untuk lantai, bahan yang paling cocok digunakan adalah batu alam atau batu koral yang berwarna putih, merah atau hitam. Selain digunakan untuk lantai, jenis batu ini juga bisa dipasang pada dinding sebagai penghias agar kesan alami yang muncul bisa semakin kuat.

Shower yang digunakan untuk kegiatan mandi juga bukan merupakan shower dengan desain modern, namun berupa selang atau kran air yang ditata sedemikian rupa menggunakan bambu sehingga bentuknya menjadi bagaikan pancuran disungai yang digunakan untuk mandi jaman dahulu.

Namun karena bambu mudah rusak jika terus terkena air, bisa menggunakan gentong kecil yang ditaruh di bagian atas dinding dengan posisi miring dan didalamnya diberi saluran air. Kesan alami yang lebih dramatis akan muncul jika sistem shower yang dibangun tersebut dibuat dengan desain yang lebih spesifik, misalnya seperti air terjun yang terus meluncurkan airnya dari atas.

Jika tidak begitu suka menggunakan sistem shower dan ingin menggunakan bak serta gayung untuk mandi, maka bak mandi yang dibikin juga berbentuk gentong terbuka dan terbuat dari tanah liat bakar. Sedang untuk gayungnya juga terbuat dari tempurung kelapa yang dipasangkan pada sepotong bambu atau kayu sebagai pegangan tangan. Jika menginginkan gayung yang bisa tahan lama dan awet bisa menggunakan gayung yang terbuat dari kuningan atau tembaga. Namun kesan yang muncul kurang alamiah dan cenderung bernuansakan etnik.

Selain sistem shower maupun bak mandi serta gayung, pemilihan alat yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan yang digunakan untuk mandi juga harus bernuansakan alami juga. Pilihlah peralatan tersebut yang juga menggunakan bahan dari tanah liat atau batu.

Untuk sistem pencahayaannya, pergunakan pula sistem pencahayaan yang mengandalkan dari alam yaitu sinar matahari. Buatlah kamar mandi tersebut agak lebih terbuka sehingga sinar matahari bisa masuk lebih bebas.
Namun karena merupakan daerah yang tingkat privacinya harus terlindungi, maka tetap harus menggunakan pintu. Berilah warna pintu tersebut dengan warna yang juga mampu memunculkan kesan alami dan teduh, misalnya coklat tua. Untuk bahannya bisa menggunakan kayu yang punya sifat tahan air.

Untuk malam hari, karena tidak ada sinar matahari, sistem pencahayaannya bisa menggunakan lampu yang mengeluarkan sinar kekuningan. Bisa juga menambahkan lilin yang ditaruh pada mangkuk tanah liat atau bambu. Selain nuansa alami kesan romantis juga akan ikut hadir.

Nuansa alami masih bisa ditambah dengan menaruh beberapa macam tanaman di sekitar kamar mandi. Jika perlu juga dapat memberi tanaman rambat yang bisa tumbuh pada dinding dan dirambatkan pada tembok kamar mandi bagian luar.

Artikel Lainnya :