Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Analisa Gejala Akustik pada Ruang Tertutup

Analisa Gejala Akustik pada Ruang Tertutup
Akustik adalah ilmu yang sebagian besar cenderung bersifat empiric – psikologis dengan survey subjektif ke audensinya pada berbagai kepekaan telinga. Hal ini terus berkembang, sehingga akustik sepuluh tahun yang lalu berbeda dengan akustik sekarang. Kualitas akustik sepuluh tahun yang lalu sudah dianggap bagus, mungkin sekarang dirasa kurang memadai.

Akustik ruang sangat diperlukan untuk menciptakaan suasana ruang yang tenang dan nyaman. Karena perancangan akustik ruang dapat mengurangi transmisi suara yang dapat menimbulkan efek psikologis pada manusia. Sedangkan gejala akustik yang terjadi pada ruang tertutup antara lain :

1. Pemantulan bunyi
Permukaan yang keras tegar dan rata bersifat memantulkan hampir semua energi bunyi padanya. Permukaan pemantul cembung cenderung bersifat menyebarkan gelombang bunyi. permukaan cekung cenderung bersifat mengumpulkan gelombang bunyi pantul dalam ruang, sedangkan permukaan rata cenderung bersifat memantulkan gelombang bunyi secara tegak lurus terhadap arah sumber bunyi.

2. Penyerapan bunyi
Bahan lembut berpori dan kain serta juga manusia bersifat menyerap sebagian besar sumber bunyi yang menumbuk mereka. Pada dasarnya semua bahan bangunan menyerap bunyi sampai batas tertentu, tetapi pengendalian akustik bangunan yang baik membutuhkan penggunaan bahan-bahan dengan tingkat penyerapan bunyi yang tinggi. Dalam akustik lingkungan, unsur-unsur berikut dapat menunjang penyerapan bunyi:
a. Lapisan permukaan dinding, lantai dan atap.
b. Isi ruang dengan lapisan lunak dan karpet.
c. Udara dalam ruang.

3. Difusi bunyi
Difusi bunyi yang cukup adalah ciri akustik yang diperlukan pada jenis ruang tertentu, karena ruang itu membutuhkan distribusi yang merata, mengutamakan kualitas dan pembicaraan aslinya serta mengalami terjadinya cacat akustik yang tidak diinginkan. Difusi bunyi dapat diciptakan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Pemakaian permukaan dan elemen penyebab yang tidak teratur dalam jumlah yang banyak.
b. Penggunaan lapisan permukaan pemantul bunyi dan penyerap bunyi secara bergantian.
c. Distribusi lapisan penyerap bunyi yang berbeda secara tidak teratur dan acak.

4. Difraksi bunyi
Adalah gejala akustik yang menyebabkan gelombang bunyi dibelokan atau dihamburkan sekitar penghalang. Pembelokan dan penghamburan gelombang bunyi di sekeliling penghalang lebih nyata pada frekuensi rendah.

5. Dengung
Bila bunyi tuna (steady) dihasilkan dalam suatu ruang, tekanan bunyi membesar secara bertahap dan dibutuhkan beberapa waktu bagi bunyi untuk mencapai nilai keadaan tuna-nya, sedangkan yang dimaksud dengan dengung adalah bunyi berkepanjangan akibat dari pemantulan yang berurut-urut dalam ruang tertentu setelah sumber bunyi dihentikan.

6. Resonansi ruang
Suatu ruang tertutup dengan permukaan interior pemantul bunyi tapa diinginkan menonjolkan frekuensi tertentu yang disebut ragam getaran normal. Suatu ruang mempunyai ragam normal dalam jumlah yang banyak dan tergantung pada bentuk serta ukurannya. Efek ragam normal yang mengganggu pada jangkauan frekuensi rendah tidak didistribusikan secara sama. Pengaruh yang merusak dapat dikurangi dengan cara:
a. Membagi ruang secara akustik
b. Secara tidak teratur menempatkan dinding ruang
c. Secara berlimpah menggunakan permukaan tak teratur
d. Mendistribusikan elemen penyerap secara merata pada dinding pembatas.

Untuk terciptanya suasana ruang yang tenang dan nyaman, maka harus dipenuhi persyaratan desain akustik yang baik. Dalam desain akustik, kita harus memahami variable akustik.Varibel tersebut antara lain :
1. Sumber bunyi
2. Medium/ penghantar suara.
3. Penerima suara.

Adapun kelakuan bunyi dalam ruang tertutup adalah sebagai berikut:
1. Bunyi datang
2. Bunyi pantul
3. Bunyi yang diserap
4. bunyi difus
5. bunyi difraksi
6. bunyi yang ditransmisi
7. bunyi yang hilang dalam struktur bangunan
8. bunyi yang dirambatkan

Kelakuan bunyi dalam ruang tertutup disamakan dengan kelakuan sinar cahaya yang disebut sebagai akustik geometri.
Artikel Lainnya :