Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Desain Balkon

Membuat Desain Balkon
Balkon merupakan faktor penting yang menentukan nilai estetika pada bagian muka rumah atau fasad, terutama untuk yang punya dua lantai atau lebih. Balkon sendiri mempunyai arti teras yang letaknya berada di lantai atas. Dengan adanya balkon maka tampilan rumah yang bertingkat akan lebih indah.

Sedangkan fungsi balkon sendiri juga sama dengan teras yang berada di lantai bawah, yaitu untuk bersantai dan menjadi jalan bagi sinar matahari agar bisa masuk ke dalam ruangan sekaligus sebagai tempat untuk sirkulasi udara.

Dibandingkan dengan teras, balkon punya beberapa kelebihan. Diantaranya jika digunakan untuk menikmati pemandangan alam sekitar, jarang pandang dari balkon bisa lebih luas. Kesejukan udara yang didapat juga lebih banyak karena sirkulasi udaranya lebih bebas dan tidak terhalang oleh tembok atau pagar.

Untuk rumah yang menerapkan konsep desain minimalis , bentuk balkon yang bagus adalah yang sederhana yang diberi pagar teralis polos secara horisontal atau vertikal. Bahan yang digunakan bisa kayu atau besi. Sedangkan untuk rumah bergaya klasik, teralis yang dipasang diberi motif ukiran. Kemudian untuk rumah yang punya desain country, gaya yang diterapkan cenderung memunculkan kesan jantan dengan warna yang lebih gelap. Bahan yang digunakan untuk rumah ini pada umumnya adalah dari kayu.

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pagar untuk balkon adalah ukurannya tidak boleh lebih tinggi dari ukuran pagar rumah. Namun bentuk dan desainya harus tetap sama. Jika ukuran pagar pada balkon lebih tinggi akan mengakibatkan nilai estetika bangunan rumah akan berkurang (tidak matching atau selaras).

Ketika membuat balkon, perhitungkan dengan cermat arah matahari yang masuk. Disarankan agar arah balkon tidak menghadap ke arah matahari yang mau tenggelam. Karena sinar matahari yang mau tenggelam punya sifat lebih panas sehingga bisa merusak bagian ruang terutama pada cat tembok dan perbagai perabot yang ada di dalam.

Jika keadaan tidak memungkinkan, balkon tersebut bisa diberi aneka pohon yang ditaruh dalam pot agar sinar matahari bisa terhalang. Pilihlah jenis pohon yang punya ketinggian tertentu sehingga bisa menghalangi masuknya sinar matahari dengan maksimal. Namun jika sinar matahari tetap bisa masuk gunakan cara yang lain, yaitu menggunakan tanaman yang bisa tumbuh menjuntai ke bawah dan diletakan dalam pot gantung.

Selain mempertimbangkan ukuran bangunan, pembuatan balkon juga harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama sekali ukuran lebar jalan yang ada di depan rumah. Jika jalannya punya ukuran yang kecil dan sempit, maka ukuran balkon juga harus bisa menyesuaikan, tidak boleh begitu besar. Jika balkon terlalu besar, bukan tampilan indah yang didapat, namun kesan padat atau sesak yang akan muncul.

Berbeda jika jalan tersebut punya ukuran yang sangat lebar. Ukuran balkon juga bisa dibuat secara maksimal, sehingga bisa dilihat dari luar secara maksimal dan kesan yang muncul akan terasa lebih lapang.

Jika rumah terletak dijalan besar apalagi ditengah kota, tentu lalu lintasnya juga lebih padat. Hal ini menimbulkan efek berupa suara bising dari kendaraan yang bisa mengganggu kenyamanan. Agar balkon tetap bisa memberi ketenangan, sebaiknya diposisikan agar masuk ke dalam. Jadi tidak menjorok keluar.

Perhitungkan pula jika area di depan rumah juga terdapat bangunan bertingkat dan sama-sama memiliki balkon. Usahakan agar desain balkon dibuat lebih tertutup sehingga tidak mengganggu kenyaman dan privacy. Namun desain tertutup ini tidak boleh menghalangi mata untuk menikmati pandangan yang luas. Jika terhalang maka tidak akan berbeda jauh dengan ruang yang hanya diberi jendela atau pintu saja.
Artikel Lainnya :