Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Merawat dan Memilih Pegangan Pintu

Merawat dan Memilih Pegangan Pintu
Meski bentuknya kecil, namun keberadaan dari pegangan pintu tidak boleh disepelekan begitu saja. Selain punya fungsi yang vital, benda mungil ini juga punya peran dalam membentuk nilai estetika ruanga, terutama sekali untuk tampilan pintu itu sendiri. Sedang fungsi lainnya adalah untuk alat keamanan dan perlindungan. Karena itu dalam memilih pegangan pintu harus memperhatikan dua kepentingan tersebut, ditambah dengan kualitas, keawetan serta ketahanannya.

Bentuk desain pegangan pintu atau sering disebut dengan handle terbagi menjadi dua jenis yang pokok, yaitu model klasik dan modern. Bagi rumah yang menerapkan konsep desain klasik, pegangan pintu yang cocok adalah yang punya bentuk melengkung serta punya banyak ornament dan ukiran. Warna yang menjadi favorit adalah kuning terang atau kuning tembaga dan abu-abu yang cenderung gelap. Gantungan kunci jenis ini biasanya terbuat dari tembaga, kuningan atau baja dan jenis logam yang lain.

Sedangkan untuk rumah yang bergaya modern, desain yang terbaik adalah yang menggunakan warna perak dan terbuat dari bahan polished chrome, satin stainless steel dan polished stainless steel. Bentuk desainnya biasanya lebih sederhana, misalnya hanya persegi panjang, bulat panjang atau melengkung. Namun meski simple, desain tersebut tetap mampu memunculkan kesan elegan dan mewah serta modern.

Untuk sistem penggunaanya, perhatikan jenis ruang yang akan dipasang. Jika pintu tersebut merupakan pintu utama, tentu harus memilih jenis pegangan pintu yang punya sistem penguncian lebih terjamin dari sisi keamanannya. Sebelum membeli ada baiknya melihat ketebalan pintu. Saat ini ukuran ketebalan pintu sudah ada standar bakunya, yang disesuikan dengan ukuran kunci maupun pegangannya.

Jika pintu berada pada ruang dalam, dan tidak membutuhkan sistem keamanan yang lebih ketat, pilihlah kunci jenis yang standar saja. Hanya yang patut dipertimbangkan adalah, selain harus sesuai dengan konsep bangunan dan ruang, ada baiknya dalam satu rumah juga hanya terdiri satu jenis desain pegangan kunci saja, kecuali untuk ruang tertentu yang sistem pengunciannya memang harus menyesuaikan kondisi pintu itu sendiri.

Misalnya pegangan kunci untuk kamar mandi yang biasanya terbuat dari fiber atau alumunium.  Pintu untuk kamar mandi ini tentu punya standar penguncian sendiri. Bahkan jika membeli dalam bentuk yang sudah jadi, akan mendapat sistem penguncian beserta pegangan kunci sekaligus.

Sedangkan untuk pemilihan bahan, pertimbangkan lokasi rumah berada. Jika lokasi rumah terletak di daerah yang tidak jauh dari laut atau pantai, jangan memilih pengangan kunci yang terbuat dari kuningan dan tembaga. Udara yang berada di daerah pesisir selalu mengandung garam yang dapat mempengaruhi warna, tampilan dan keawetan kunci yang terbuat dari kuningan dan tembaga.

Melakukan perawatan pegangan kunci juga penting, agar gantungan tersebut bisa tahan lama dan tidak mudah rusak. Untuk mempetahankan tampilan warnanya, ketika mau membuka atau menutup pintu usahakan tangan dalam keadaaan kering dan bersih. Jika tangan basah akan menyebabkan ada tetesan air yang masuk ke dalam sistem penguncian dan menyebabkan terjadinya karat. Secara berkala, berilah sistem penguncian dengan cairan minyak pelumas agar tidak cepat aus.

Selain itu pemasangan kunci harus dilakukan setelah pintu tersebut diberi warna atau cat. Karena jika dipasang lebih dahulu, maka pegangan kunci bisa terkena cairan cat. Jika mudah dibersihkan mungkin tidak masalah. Namun bagaimana jika dalam pegangan kunci tersebut terdapat lekukan atau yang dalam dan cairan catnya masuk kedalam lekukan tersebut?. Tentu akan sulit dibersihkan. Apalagi jika masuk ke dalam sistem penguncian dan mengering di sana. Bisa jadi pegangan kunci dan sistem pengunciannya tidak bisa digunakan lagi.
Artikel Lainnya :