Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Merancang Rumah Tinggal Sendiri

Tips Merancang Rumah Tinggal Sendiri
Rumah tinggal adalah kebutuhan primer setiap orang. Oleh karena itu rumah memiliki fungsi yang sangat vital. Selain sebagai tempat berlindung dari sengatan panas matahari dan dinginnya malam, rumah juga menjadi tempat bersantai bersama keluarga sekaligus sarana untuk melepaskan kepenatan setelah sehari penuh melakukan aktivitas di luar. Mengingat begitu pentingnya fungsi rumah, tidak mengherankan jika sebagian orang menyiapkan desain rumah tinggal secermat mungkin. Bagi mereka yang memiliki anggaran lebih, tentu bisa menyerahkan urusan tersebut pada jasa studio arsitek. Namun bagi Anda yang ingin menghemat anggaran, bukan hal mustahil untuk merancang desain rumah tinggal sendiri meskipun Anda bukan seorang arsitek.

Bila Anda berniat merancang desain rumah tinggal sendiri, pada kesempatan kali ini kami akan menghadirkan sejumlah tipsnya.

Pertama, menentukan konsep rumah. Tentukan terlebih dulu model rumah yang hendak Anda bangun. Apakah rumah bergaya minimalis, klasik, tradisional, modern, dst. Anda pun bisa memilik corak rumah horizontal atau vertikal. Corak horizontal menimbulkan kesan kelembutan, ketenangan, dan bersih. Sedangkan corak vertikal menimbulkan kesan formal dan solid. Perhatikan pula tekstur visual rumah. Apakah Anda menginginkan tekstur visual yang harmonis, kuat, tenang, dll. Pilih salah satu yang sekiranya cocok dengan karakter penghuni rumah serta mampu mewadahi aktivitas dan kepentingan mereka. Anda bisa memanfaatkan search engine di internet, majalah, maupun literatur lainnya. Pilihlah satu desain rumah kemudian Anda bisa mengkreasikannya sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan luas lahan yang tersedia.

Kedua, mendaftar kebutuhan ruangan. Mulailah mendaftar semua ruangan yang dibutuhkan oleh penghuni rumah. Mulai dari teras, ruang tamu, ruang keluarga, jumlah kamar tidur, jumlah kamar mandi, dapur, ruang makan, tempat jemuran, mushola, taman, dll. Setelah seluruh kebutuhan ruangan selesai didaftar, matchingkan dengan ukuran lahan. Apakah memungkinkan semua ruangan tadi bisa ditampung oleh lahan yang tersedia. Bila tidak memungkinkan, lakukan penyesuaian. Bisa dengan meminimalisasi ukuran maupun penggabungan fungsi ruangan atau memaksimalkan tempat penyimpanan. Untuk menghemat tempat, Anda bisa menggabungkan ruang keluarga dengan ruang makan. Atau ruang makan dengan dapur. Bila jumlah kamar anak lebih dari satu bisa dibuatkan satu kamar dengan dua tempat tidur. Untuk tempat penyimpanan Anda bisa mendesain rak atau lemari di bawah kolong tempat tidur, di bawah wastafel, kolong bawah tangga atau sudut rumah. Langkah selanjutnya catatlah semua fitur yang diperlukan untuk setiap jenis ruangan. Mulai dari jenis furnitur, closet, kitchen set, bath up, shower, dll. Catatan fitur ini sangat membantu Anda mendesain sebuah ruangan serta tata letak interiornya.

Ketiga, pencahayaan dan sirkulasi udara. Agar rumah menjadi hunian yang sehat dan sejuk, pastikan sirkulasi udara bisa berjalan optimal dan cahaya matahari bisa menembus ke seluruh ruangan. Untuk memperlancar sirkulasi udara Anda bisa mendesain jendela dengan bukaan besar. Bila Anda khawatir cahaya matahari terlalu berlebihan masuk ke dalam rumah maka Anda bisa menyiapkan polikarbonat atau filter kaca.

Keempat, membuat sketsa. Jika Anda tidak terbiasa mendesain, Anda bisa menggunakan kertas strimin. Tuangkan semua kebutuhan ruang yang sudah Anda daftar beserta fiturnya tadi ke dalam sketsa. Gambarkan pula posisinya menghadap kemana, letak pintu, jendela, furnitur, dan semua kebutuhan yang sudah didaftar. Pastikan tata letak ruangan dan keberadaan furnitur tidak menghalangi mobilitas penghuni rumah. Sempurnakan sketsa yang Anda buat dengan gambar yang telah dilengkapi ukuran berskala.
Artikel Lainnya :