Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Bagaimana Menciptakan Nat Lantai Ubin Yang Cantik dan Artistik

Bagaimana Menciptakan Nat Lantai Ubin Yang Cantik dan Artistik
Ketika memasang ubin pada lantai, pasti akan terdapat garis-garis yang memisahkan antara satu ubin dengan ubni yang lain. Garis pada ubin ini disebut sebagai nat. Dan agar tempelan ubin menjadi lebih kuat serta dapat menyatu dengan lantai dan ubin yang lain, pada garis-garis sela ini diberi semen. Sehingga garis tersebut akan terlihat lebih nyata dan menimbukan kesan tersendiri terutama dalam hal kebersihan dan kerapian.

Bagi orang yang punya daya kreatifitas yang tinggi, maka agar punya nilai artistik yang lebih tinggi lagi maka mereka memainkan efek dari nat ini. Misalnya dengan mengatur ukuran jarak antar ubin yang berlainan. Dengan metode yang bagus maka garis-garis nat pada lantai tersebut akan menghasilkan keindahan tersendiri.

Teknik pengaturan jarak ini bisa diperluas dengan menambah aksesori tertentu seperti batu alam yang berukuran kecil, pecahan kaca yang tidak tajan dan diatur sedemikian rupa hingga memunculkan bias cahaya ketika terkena sinar lampu atau matahari. Ada pula yang menggunakan dengan kulit kerang, sisa pecahan keramik, logam atau kayu yang bisa dipilih berdasarkan ukuran dan warna.

Selain diisi dengan material yang lain, penggunaan semen pada nat juga bisa dipakai sebagai alat untuk mempercantik bentuk nat tersebut. Caranya adalah memilih warna semen yang berlainan. Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan semen warna serta bahan material untuk mengisi nat adalah ukuran dan warna ubin yang digunakan.

Sesuaikan warna semen, warna material, ukuran serta jenis yang digunakan. Semuanya harus sesuai dengan konsep dari tata ruang tersebut. Jangan terlalu melenceng dari konsep yang telah ditentukan sebelumnya. Jika itu terjadi maka bukan keindahan yang akan didapat namun justru hilangnya nilai artistik pada ruang tersebut.

Khusus untuk yang menggunakan batu atau becahan kaca sebagai bahan pengisi nat, perlu dipikirkan jika batu dan pecahan kaca tersebut akan menjadikan permukaan nat lebih kasar dibanding dengan bahan yang lain.

Karena itu butuh teknik tersendiri agar ketika dilewati tidak menimbulkan sakit bahkan luka pada kaki. Apalagi jika ukuran batu dan pecahan kaca tersebut tidak beraturan, ada yang besar dan kecil. Usahakan agar permukaan nat tetap halus dan tetap sejajar dengan ubin lantai.

Bila kita menginginkan agar tampilan nat tersebut lebih menonjol dan bukan sekedar aksesori belaka, maka kita juga harus lebih berani untuk mengekspolari bentuk-bentuk nat tersebut. Jangan hanya terpaku pada garis nat lurus saja, namun juga bisa mau membuat bentuk garis yang lain, seperti miring, melengkung bahkan secara acak.

Jika hal ini berhasil dilakukan, maka ketika ada orang yang melihatnya, maka nat tersebut justru akan menjadi fokus utama pengamatannya, bukan pada ubin yang sebenarnya sebagai bahan utama untuk menutup lantai. Selain untuk lantai, desain nat ini bisa diaplikasikan pada dinding tembok bahkan dan bagian rumah yang lain. Yang terpenting adalah kita harus mengetahui jika masing-masing jenis ubin punya bahan perekat sendiri, bukan hanya semen saja. Ubin yang terbuat dari kayu tentu juga harus menggunakan lem khusus untuk ubin kayu. Demikian pula dengan granit, marmer, teraso dan sebagainya.

Selain itu kita juga tidak boleh lupa akan fungsi utama dari nat tersebut, yaitu sebagai perekat agar ubin bisa melekat lebih kuat pada tempatnya. Sehingga dalam mengekslorasi desain bentuk nat ini, perlu menghitung, apakah ekspolari dari desain nat yang diciptakan tidak akan mengurangi kekuatan nat tersebut.
Artikel Lainnya :