Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Bagaimana Mengecek Kualitas Bangunan Sebelum Membeli Rumah

Bagaimana Mengecek Kualitas Bangunan Sebelum Membeli Rumah
Banyak hal yang menjadi pertimbangan ketika seseorang ingin membeli rumah. Seperti lokasi, harga, luas bangunan, desain dan kualitas bangunan. Selain kualitas bangunan, semua hal bisa dilakukan secara langsung. Lalu bagaimana cara menilai kualitas suatu bangunan rumah?. Hal ini memang perlu perhatian secara khusus.

Banyak orang yang terkecoh dengan penampilan suatu bangunan yang terlihat indah dah megah. Namun setelah membeli dan menempatinya, ternyata kualitasnya tidak sebanding dengan tampilan luarnya. Maka rasa sesalah yang akan muncul.

Untuk mendapatkan kualitas bangunan rumah yang baik, secara garis besar ada dua hal kriteria yang harus diperhatikan, yaitu bahan dan material yang digunakan serta bagaimana proses pembangunan atau pengerjaan rumah itu sendiri.

Meski para pengembang selalu mencantumkan spesifikasi bahan dan proses pengerjaan dalam brosur mereka, namun semua ini hanya bersifat umum saja, tidak spesifik.

Misalnya dalam brosur dijelaskan tentang ubin yang digunakan untuk lantai. Dalam brosur dinyatakan jika ubin yang digunakan adalah jenis keramik. Padahal jenis keramik itu ada bermacam-macam dan masing-masing punya kualitas tersendiri.

Contoh lainnya adalah kayu untuk kusen pintu dan jendela dinyatakan terbuat dari kayu jati. Sedangkan kayu jati sendiri tidak terdiri dari satu jenis saja. Meski kayu jati terkenal punya kualitas yang bagus, namun ada juga jenis kayu jati yang kualitasnya sangat rendah. Hal-hal seperti inilah yang biasanya mengecoh para pembeli rumah.

Untuk meyakinkan agar bahan yang digunakan tersebut memang punya kualitas seperti yang dijanjikan, maka pembeli rumah bisa menanyakan secara langsung pada pengembang. Mintalah penjelasan secara detail tentang kelas dan mutu dari bahan atau material yang digunakan. Mulai dari konstruksi, lantai, hingga atap. Semua harus sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan.

Setelah mendapat penjelasan yang lengkap, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuktian secara langsung pada rumah yang ingin kita beli. Dari sini kita akan mengetahui apakah pengembang benar-benar menepati janjinya.

Lalu bagaimana cara melakukan pengecekan pada material yang tidak bisa terlihat secara langsung?. Misalnya besi yang digunakan untuk konstruksi bangunan atau material untuk pondasinya. Karena tidak mungkin pembeli melakukan pembongkaran lagi untuk menelitinya.

Hal ini bisa ditempuh dengan cara melakukan pengecekan pada rumah lain yang masih dalam proses pengerjaan. Jika pengembang dan type rumahnya sama, maka material bahan yang digunakan biasanya akan sama pula.

Jika penelitian untuk bahan dan material bangunan sudah kita amati dengan cermat, sekarang giliran untuk melakukan pengamatan pada proses pembangunannya. Karena meski bahan yang digunakan punya kualitas yang baik, namun jika proses pengerjaannya hanya asal-asalan saja, hal ini akan mengakibatkan turunnya kualitas bangunan rumah.

Cara melakukan pengamatan ini juga sama, yaitu dengan melihat secara langsung proses pembangunan pada rumah yang masih dikerjakan. Bagaimana cara tukang membuat dan memasang konstruksi, mengaduk semen, memasang ubin, mengolah kayu untuk pintu atau jendela dan sebagainya.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah, masing-masing tukang itu punya keahlian sendiri-sendiri. Jika ada satu tukang yang mengerjakan semua jenis pekerjaan maka berhati-hatilah. Bisa jadi untuk menghemat biaya gaji, pengembang hanya memperkerjakan tukang bangunan yang tidak begitu profesional. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada kualitas bangunan yang dihasilkan.

Jika kurang memahami tentang proses pengerjaan rumah, kita bisa mengajak orang lain yang punya keahlian di bidang tersebut. Jika memang proses pengerjaannya sudah sesuai dengan standar dan spesifikasi yang dijanjikan, maka kita bisa melakukan transaksi pembelian.
Artikel Lainnya :