Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Cara Memilih Rumah Hunian yang Bebas dari Ancaman Banjir

Cara Memilih Rumah Hunian yang Bebas dari Ancaman Banjir
Sebagai negara tropis Indonesia hanya mengenal dua musim cuaca yaitu musim panas dan musim hujan. Pada waktu musin hujan permasalahan yang sering timbul adalah munculnya bencana banjir yang bisa terjadi di mana saja baik di kota besar maupun kecil.

Untuk itu ketika akan memilih rumah yang dijadikan hunian masalah banjir ini sering menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Cara terbaik untuk melihat apakah daerah yang ingin kita pilih merupakan daerah yang bebas banjir atau tidak adalah mendatanginya di waktu hujan deras. Dari sini kita bisa mengetahui secara langsung apakah daerah tersebut merupakan wilayah yang bebas banjir atau bukan.

Namun bagaimana jika kita harus melakukan pengecekan di waktu musim kemarau?. Hal ini tetap bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa cara pengamatan tertentu. Yang pertama yang bisa dilakukan adalah melihat posisi geografis area sekitar rumah yang mau kita pilih untuk dijadikan hunian.

Apakah daerah tersebut berada di daerah dataran rendah atau tinggi. Dari sini kita akan lebih mudah untuk mengetahui apakah daerah tersebut punya potensi banjir atau tidak. Teliti pula apakah di sekitar tempat itu ada aliran sungai. Jika aliran sungai tersebut cukup dalam dan air bisa mengalir dengan lancar mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Namun jika kedalamannya sangat dangkal, apalagi sempit maka kemungkinan untuk mendapat banjir kiriman lebih besar.

Setelah itu langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan pada sistem drainase yang dibuat oleh pengembang perumahan. Caranya adalah dengan melihat saluran got yang berada di depan rumah. Apakah airnya bisa mengalir dengan lancar. Jika tidak maka bisa dipastikan bila sistem drainase yang dibuat tidak memenuhi standar keamanan terutama dari ancaman banjir.

Perhatikan pula apakah masih terdapat lahan yang kosong di sekitar perumahan tersebut. Hal ini juga harus menjadi bahan pertimbangan. Jika lahan kosong yang ada masih luas, bisa jadi air hujan akan meresap ke dalam lahan tersebut.

Namun jika lahan kosong itu nantinya akan dibuat bangunan juga, tentu hal ini akan menjadi masalah. Karena lokasi peresapan air sudah tidak ada maka banjir bisa saja melanda daerah perumahan tersebut.  Tanyakan pada pengembang tentang rencana mereka terhadap lahan kosong itu. Apakah mau dijadikan ruang terbuka (taman) atau juga mau dijadikan komplek perumahan.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mencari rumah yang bebas banjir adalah dengan melihat langsung bangunan rumah di sekitar komplek tersebut. Biasanya banjir yang pernah terjadi selalu meninggalkan bekas seperti garis pada tembok atau pepohonan. Jika kita menemukan garis seperti itu maka bisa dipastikan jika daerah tersebut bukan daerah bebas banjir. Apalagi jika garis tersebut masih terlihat dengan jelas.

Ada kalanya daerah tersebut sebenarnya merupakan area bebas banjir. Namu karena kurangnya disiplin dari warga terutama dalam hal sistem pembuangan sampah, maka daerah yang tadinya aman menjadi sering terkena banjir. Maka melakukan pengamatan tentang budaya kebersihan dan kedisiplian warga di sekitar komplek perumahan juga merupakah kegiatan yang harus dilakukan.

Selain melakukan pengamatan pada lingkungan komplek perumahan seperti yang telah di sebut di atas, kita juga harus melihat kondisi wilayah di sekitar komplek hunian yang mau kita pilih. Terutama sekali jalan yang menjadi akses menuju rumah. Apakah jalan tersebut juga aman dari ancaman banjir.

Meski rumah yang kita huni sudah bebas banjir, namun bagaimana jika akses untuk masuk ke dalam rumah selalu banjir?. Tentu kita tidak mau terisolasi ketika ada serangan banjir meski kita tidak mengalami kebanjiran.
Artikel Lainnya :