Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda

Cara Memilih Jenis Asuransi untuk Melindungi Aset Rumah Anda
Tentu kita sering mendengar berita tentang terjadinya kebakaran rumah yang mengakibatkan rusak atau hancurnya bangunan tersebut. Atau kabar mengenai adanya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan sebagainya yang menyebabkan rumah menjadi tidak layak huni kembali karena kerusakan yang ditimbulkan dari bencana ini terlalu parah.

Untuk membangun kembali rumah yang sudah luluh lantak ini tentu butuh biaya yang tidak sedikit, layaknya membangun rumah yang baru. Kalau punya tabungan yang cukup besar mungkin hal ini tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika kita tidak punya simpanan dana yang cukup?. Padahal rumah merupakan kebutuhan yang sangat vital.

Agar tidak mendapat masalah seperti ini ketika bencana melanda rumah kita, perlu persiapan yang lebih dini. Salah satunya adalah mengikuti program asuransi perlindungan rumah dan tempat tinggal.

Saat ini banyak perusahaan asuransi yang menawarkan aneka produk asuransi perlindungan aset rumah atau properti, sehingga  makin membuat konsumen punya banyak pilihan. Namun demikian diperlukan teknik tersendiri untuk memilih perusahaan atau jenis asuransi rumah yang benar-benar mampu memberi perlindungan secara total pada rumah hunian kita.

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk memilih perusahaan asuransi yang baik dan kredibel adalah dengan membuat perbandingan antara perusahaan asuransi rumah yang ada. Perbandingan tersebut meliputi latar belakang atau track record yang bagus, jaringan kerja, jumlah konsumen yang menjadi klien, laporan keuangan dan lain-lain.

Jika perlu lakukan pengecekan apakah perusahaan asuransi tersebut sudah terdaftar pada lembaga keuangan yang resmi. Untuk Indonesia lembaga yang mengawasi sistem operasional perusahaan asuransi adalah Bapepam-LK atau Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Selain itu perusahaan asuransi yang resmi juga harus menjadi anggota AAUI atau Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. Cek status dari perusahaan asuransi tersebut pada kedua lembaga ini.

Jika perusahaan asuransi tersebut memang sudah terdaftar resmi, maka langkah selanjutnya adalah membaca secara detail jenis kontrak asuransi yang akan kita ikuti. Teliti dengan seksama jenis resiko yang akan ditanggung perusahaan asuransi jika terjadi bencana rumah.

Misalnya jenis asuransi kebakaran. Apakah tanggungan yang diberikan meliputi semua jenis kebakaran atau hanya satu jenis kebakaran tertentu saja. Karena kebakaran bisa timbul dari beberapa sebab, seperti karena konsleting listrik, bencana alam (contohnya terkena sambaran petir) atau bisa juga karena ada rumah tetangga dekat yang terbakar kemudian kebakaran tersebut menjalar ke rumah kita.

Demikian pula dengan aset di dalam rumah yang kita miliki, apakah dalam kontrak asuransi tersebut hal ini juga dijelaskan. Termasuk di dalamnya adalah jenis-jenis barang yang mendapat perlindungan atau tanggungan ketika terjadi bencana.

Detail kontrak seperti ini harus dijelaskan dengan lengkap dalam akta perjanjian asuransi. Tanyakan pada perusahaan yang menawarkan asuransi rumah dengan tegas, terutama jika ada kalimat-kalimat yang artinya tidak begitu kita pahami pada akta atau surat perjanjian asuransi.

Jika semuanya sudah jelas dan gamblang, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan nilai pertanggungan yang akan kita terima jika mau mengajukan klaim. Perhitungan ini juga harus dilakukan dengan cermat sesuai dengan lama kontrak asuransi yang kita ikuti. Jangan sampai terjadi setelah menerima uang pertanggungan, ternyata dana tersebut tidak cukup untuk membiayai pembangunan rumah meski menggunakan konsep dan desain yang sama dengan rumah lama sebelum ada bencana.

Selain itu ikutlah program asuransi yang sesuai dengan kondisi rumah kita. Misalnya jika rumah tersebut berada di  perbukitan atau dataran yang lebih tinggi tentu kita tidak perlu memilih asuransi perlindungan banjir. Yang lebih cocok adalah ikut program asuransi perlindungan bencana gempa atau tanah longsor.
Artikel Lainnya :