Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori

Penangulangan Banjir di Areal Pemukiman Dengan Membuat Lubang Biopori
Belakangan ini muncul fenomena baru dalam hal penanggulangan banjir dan penanggulangan penurunan kualitas air, terutama di kota-kota besar yang sebagian besar tanah sudah dilapisi beton. Pembuatan lubang biopori yang akhir-akhir ini menghangat dibicarakan. Lubang biopori adalah yaitu lubang resapan air di dalam tanah dengan diameter 10 - 30 cm, dengan panjang 80 -100 cm yang bermanfaat meningkatkan resapan air hujan, lubang ini berguna untuk mengalirkan air sehingga mampu menyimpan cadangan air tanah, yang di beberapa kota besar mulai menurun kualitasnya.

Selain untuk mengalirkan tanah, lubang biopori juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kompos, yaitu pupuk yang berasal dari bahan-bahan organic seperti dedaunan atau tumbuh-tumbuhan. Lubang biopori biasanya dibuat pada alas saluran air hujan di sekitar rumah , di sekeliling pohon atau di lahan kosong lainnya di antara tanaman.

Alat-alat yang perlu kita siapkan untuk membuat lubang biopori ini antar lain  kapi, cetok, pisau, linggis dan bor biopori (alat ini sudah banyak yang menjual secara bebas di pasaran).

Hal yang pertama sebelum membuat lubang biopori adalah pemilihan lokasi yang tepat. Pilihlah daerah air hujan yang mengalir, jangan pada tanah yang miring atau berpotensi longsor. Supaya memudahkan dalam proses membuat lubang, tanah di sekitar daerah yang akan dilubangi sebaiknya disiram dengan air terlebih dahulu. Letakan mata bor tegak lurus pada tanah lalu tekan dan putar kearah kanan sambil sedikit demi sedikit tanah disiram air. Setiap kira-kira kedalaman 15 cm, angkatlah mata bor lalu bersihkan tanah yang ada pada mata bor, lakukan terus menerus hingga lubang mencapai kedalaman 100 cm. Mulut lubang bisa diperkuat dengan semen agar tanah di sekitar lubang tidak masuk dan menutupi lubang yang kita buat, atau bisa juga dengan memasukan paralon PVC seukuran diameter lubang biopori, dan bila daerah yang kita buat lubang biopori banyak dilalui orang, tutuplah mulut lubang denga kawat atau jaring untuk ventilasi untuk menghindari orang terperosok.

Bila pengeboran terhambat karena banyaknya batu atau kerikil di dalam tanah sebaiknya pengeboran dihentikan sebatas kedalaman yang bisa ditembus, karena jika dipaksakan hanya akan merusak mata bor. Isilah lubang dengan sampah organic seperti daun, buah, rumput atau sisa makanan, seiring waktu sampah organic tadi akan mengalami pelapukan karena di uraikan oleh mikro organisme di dalam tanah dan akan menjadi kompos, biasanya dalam waktu 3 bulan sampah organic tadi sudah berubah menjadi kompos, jadi kita bisa memanennya untuk digunakan sebagai pupuk, isilah kembali lubang biopori yang sudah kita ambil kompos nya tadi dengan sampah organic baru.

Lubang biopori ini bisa meningkatkan daya resap tanah terhadap air karena fauna tanah seperti cacing dan lainnya akan membuat lubang kecil dalam tanah untuk mencapai sampah organik yang kita masukan tadi maka akan tercipta terowongan kecil yang bisa menjadi lubang resapan air. Secara teori bila lubang biopori yang kita buat berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm, maka bidang resapan akan menjadi 6218 cm2 dan itu setara dengan volume air satu ember atau 321.800 cm3, bayangkan berapa banyak air tanah yang dapat tersedia jika kita bisa membuat banyak lubang biopori ini.

Jika pembuatan lubang biopori ini dilakukan secara serempak, maka bencana banjir dan penurunan kualitas air pun dapat ditanggulangi.
Artikel Lainnya :