Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Arsitektur sebagai Profesi dan suatu Bidang Seni

Arsitektur sebagai Profesi dan suatu Bidang Seni
Arsitektur tercipta melalui rangkaian proses yang cukup kompleks. Arsitektur dimulai dari imajinasi (dipikirkan) lalu dituangkan dalam rancangan-rancangan dan analisa-analisa, kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar, sketsa, proyeksi 3D, maket dan sebagainya, lantas hasil akhirnya adalah pembangunan dari wujud sketsa desain tersebut. Keseluruhan proses tersebut melibatkan banyak aspek dan orang-orang diberbai bidang. Seorang asritek harus memiliki panduan/pedoman dari banyak literari dan referensi sehingga desainnya dapat dipertanggung jawabkan tolok acuannya. Arsitek juga harus menganalisa dan mempertimbangan kebutuhan-kebutuhan, perilaku dan fungsi yang dibutuhkan oleh pemilik dan penghuni bangunan yang akan dirancang tersebut. Dan, oleh karena arsitek tidak hanya membuat rancangan desain bangunan semata, melainkan juga akan mewujudkan desain tersbut kedalam bangunan nyata maka dibutuhkan pula team ahli yang kompeten dibilang bersangkutan, seperti misalnya teknik sipil, teknik elektro, dan sebagainya.

Arsitek sebagai suatu seni oleh karena di dalam mendesain tidak hanya mengikuti kaidah-kaidah teknis semata, arsitek juga harus membuat keindahan dari bangunan yang akan dibangun tersebut. Untuk itulah, seorang arsitek membutuhan tak hanya skill konstruksi bangunan, pengetahuan akan material/bahan bangunan dan hal-hal teknis lainnya. Seorang arsitek pun harus mampu memberi sentuhan keindahan pada bangunannya. Itulah kreativitas, itulah seni, itulah tugas arsitek.

Bahkan, arsitek dituntut untuk mampu melihat jauh kedepan setelah bangunan yang akan dibangun tersebut sudah mengalami perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Isu lingkungan, isu sosial bahkan isu perekonomian apa yang akan terjadi dan berdampak pada bangunan termasuk, dan apa pengaruhnya terhadap si penghuni bangunan. Hal-hal tersebut harus dapat diprediksi oleh si arsitek jauh sebelum bangunan dibangun. Untuk itulah perlu adanya proyeksi bangunan agar bangunan dapat terus terpantau dan menunjang aktivitas penghuninya juga lingkungan yang ada disekitarnya.

Bayangkan apa yang akan terjadi apabila seorang arsitek hanya sebagai juru gambar yang hanya mengetahui bagaimana struktur bangunan dan konstruksi-kosntruksi yang dibutuhkan. Bangunan tersebut akan mati tanpa sentuhan cita rasa seni yang memberikan keindahan secara visual. Bayangkan pula apabila arsitek tersebut adalah seorang seniman yang memiliki cita rasa seni tinggi namun mengacuhkan isu-isu perkembangan sosial, lingkungan dan daya tahan bangunan untuk sekian tahun kedepan. Bangunan akan tampak seperti patung cantik dan indah namun belum mampu mengakomodir fungsi dan kekuatan bangunan. Untuk itulah diperlukan kesatuan yang padu dalam merancang sebuah gambar bangunan yang akan diwujudkan menjadi bangunan nyata yang akan dihuni, menjadi bagian dari masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Sosok arsitek yang bijak dapat memadukan unsur-unsur arsitektural dengan apa yang dibutuhkan penghuni serta keadaan ekologis dan sosialis sekitarnya. Oleh karenanya arsitek adalah seorang problem solver yang memecahkan permasalahan dan menanggapi sebuah kondisi dari suatu fungsi tujuan dan konteks bangunan.

Arsitek selayaknya berkarya melalui perwujudan desain bangunan . Namun, bidang arsitektural pun merambah pada kebutuhan literatur dan analisa desain yang memberi kesempatan bagi profesional arsitek untuk berkarya melalui tulisan, menuangkan analisa dan ide-ide desainnya dalam bentuk konteks kata yang terangkum menjadi referensi bacaan.

Dalam perkembangannya, arsitek-arsitek lokal masih terbilang terbatas dalam pendokumentasian karya, ide dan pembuatan referensi bahan acuan arsitektural. Karya-karya arsitektur Nusantara masih banyak di dokumentasikan baik dalam bentuk tulisan, foto, video maupun adopsi karya oleh pihak-pihak luar. Padahal, kualitas karya, ide-ide dan teori arsitektural Nusantara cukup bisa diacungi jempol. Sebut saja Popo Danes, Ridwan Kamil, dan deretan arsitek lokal lainnya yang karya-karyanya diakui hingga tingkat internasional.





Artikel Lainnya :