Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Alasan untuk Melakukan Renovasi

Alasan untuk Melakukan Renovasi
Merenovasi rumah bukan hal sepele dan cukup membutuhkan banyak biaya. Apabila renovasi rumah tidak direncanakan dengan baik, bisa-bisa akan terjadi pembekakan biaya dan hasil renovasi tak sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk itu, sebelum melakukan renovasi, sebaiknya membuat perencanaan-perencanaan sedetil mungkin, menganalisa kebutuhan, fungsi dan tujuan renovasi, serta menyesuaikannya dengan anggaran yang tersedia.

Apakah cukup membuat perencanaan saja? Pada dasarnya melakukan renovasi adalah melakukan tiga hal, yaitu; 1) perubahan fungsi,
2) perbaikan,
3) estetika.
 
Nah, perencanaan matang yang harus Anda pikirkan diawal sebelum melakukan renovasi adalah menentukan tujuan dari 3 hal tersebut. Anda pun membutuhkan komunikasi dengan penghuni rumah agar renovasi yang ingin Anda lakukan sesuai dengan kesepakatan seluruh penghuni bangunan. Karena melakukan renovasi sekecil apapun akan memberikan perubahan yang dapat dirasakan oleh seluruh penghuni rumah.

Pada kondisi keluarga yang berkembang, baik dari segi usia, penambahan jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan/bidang profesi maka akan mempengaruhi terhadap kebutuhan ruang di rumah tinggal. Misalnya saja, ketika membeli rumah adalah ketika pengantin baru yang masih menempati rumah berdua saja, namun kemudian memiliki anak-anak, sehingga membutuhkan adanya penambahan ruang tidur anak dan sebagainya. Lalu kemudian anak-anak tersebut tumbuh dewasa, maka ruang anak-anak tersebut tentunya akan mengalami perubahan desain interiornya, bahkan bisa jadi penuntut perubahan luas ruangan. Pada rumah-rumah tradisional di Bali, rumah induk akan berkembang terus seiring dengan perkembangan anggota keluarga (anak) yang telah menikah dan berkeluarga. Rumah induk akan dibangun kamar tambahan untuk kamar tinggal pasangan keluarga baru tersebut, demikian seterusnya.

Merenovasi rumah karena alasan perbaikan, dapat menyangkut hal-hal yang mendasar. Seperti misalnya; perbaikan struktur rumah (pondasi bangunan) yang kurang kokoh, sehingga harus dilakukan perbaikan mendasar. Perbaikan saluran air, saluran listrik, dan sebagainya. Bisa juga untuk perbaikan atap rumah karena usia bangunan atau cuaca, kamar mandi, dinding, lantai dan sebaginya. Renovasi perbaikan ini perlu untuk ditelisik akar permasalahannya dahulu. Apabila diperlukan, maka perlu dilakukan pengantian material bangunan, bukan lagi memperbaiki.

Merenovasi menyangkut estetika dapat dilakukan karena ingin menambah citra/image rumah tinggal. Penggantian cat dasar rumah yang lebih cerah, atau lebih bernuansa alam dan sebagainya. Penambahan ukir-ukiran pada pintu atau gerbang rumah. mengubah desain interior rumah. Atau mungkin ingin melakukan renovasi total terhadap wujud bangunan. Misalnya saja apabila Anda membeli bangunan perumahan yang pada umumnya memiliki desain yang hampir serupa satu dengan yang lainnya. Maka Anda ingin mengubah keseluruhan tampilan bangunan sepertiu yang Anda inginkan. Itu dapat digolongkan renovasi besar-besaran terhadap image/wujud bangunan. Biaya yang dibutuhkan pun tergolong besar. Karena yang akan direnovasi tidak hanya warna cat bangunan, tapi juga perubahan ruang-ruang, penambahan elemen-elemen dekorasi pintu, jedela, gerbang, fasad, enting dan sebagainya.

Renovasi rumah besar-besaran juga dapat terjadi apabila Anda membeli rumah tua yang mau tak mau Anda harus melakukan perubahan di struktur pondasinya karena sudah termakan usia, penggantian dinding bangunan. Hingga Anda pun harus melakukan renovasi pembuatan saluran-saluran air, pembuangan air kotor, instalasi listrik dan pencahayaan dan sebagainya.

Terkadang, melakukan renovasi membutuhkan biaya yang cukup banyak ketimbang membangun rumah dari nol atau membeli rumah baru. Hal tersebut dapat diakibatkan perencanaan renovasi yang kurang matang, atau karena sebelum Anda memperbaiki bagian yang ingin Anda renovasi itu, Anda harus mengeluarkan biaya perombakannya (penghancuran) terlebih dahulu. Misalnya rumah tua yang pondasinya tidak kuat, maka mau tak mau Anda harus merobohkan dinding-dinding utama dahulu lalu memperbaiki struktur pondasinya. Untuk itulah, sebelum melakukan renovasi sebaiknya pertimbangkan baik-baik, ajak seluruh anggota kleuarga atau penghuni rumah untuk berdiskusi dan akan lebih baik lagi apabila Anda menggunakan jasa arsitek untuk membantu memecahkan permasalahan Anda tersebut.
Artikel Lainnya :