Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Green Wall Sendiri Untuk Rumah

Membuat Green Wall Sendiri Untuk Rumah
Tak bisa dipungkiri, saat ini pemanasan global semakin bertambah, seiring kemajuan jaman, berdirinya pabrik yang sudah pasti akan menghasilkan limbah, begitupun populasi manusia yang semakin bertambah berpengaruh pada meningkatnya jumlah limbah yang dihasilkan, baik itu dari rumah tangga atau gas buang yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor.

Dari hari ke hari pun kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan alam untuk menekan efek pemanasan global semakin tinggi, itu bisa dilihat dari banyaknya rumah-rumah yang didirikan atas konsep green architecture .

Bagaimana dengan anda? Jika anda merasa berat untuk berpartisipasi dalm gerakan seribu pohon, atau tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk ditanami pepohonan berkayu, anda juga tak perlu sampai menerapkan konsep green architecture secara keseluruhan pada rumah anda bila itu terlalu rumit bagi anda, cukup dengan membuat green wall pada dinding luar rumah, itu sudah dapat mengurangi tingkat polusi paling tidak di lingkungan rumah anda sendiri.

Lalu bagaimana membuatnya? Bukankah itu membutuhkan biaya besar, karena biasanya dibuat dengan modul-modul yang sudah jadi, itupun kebanyakan bahan impor karena di Indonesia sendiri masih sulit didapatkan, terlebih lagi kita harus memahami terlebih dahulu konsep pembuatannya, karena memakai sistem pengairan untuk mencukupi nutrisi tanaman. Tak perlu kuatir, anda bisa membuatnya sendiri dengan sederhana, mudah dan murah tentunya.

Hal pertama yang perlu anda siapkan  untuk membuat green wall adalah tanaman rambat, ada beberapa macam tanaman yang biasa dipakai untuk green wall, diantaranya : polisias, begonia, dracaena, peperomia dan yang lainnya, variasi dari beberapa tanaman dengan warna dau yang berbeda akan lebih bagus lagi.

Setelah kita menentukan jenis tanaman, kita tidak bisa langsung menanamnya langsung, tetapi perlu menumbuhkan akarnya terlebih dahulu agar tanaman lebih mudah tumbuh nantinya. Caranya, dengan memotong bagian bawah tanaman, lalu merendamnya dalam air yang sudah di campur zat penumbuh akar, lalu balutlah dengan kain wol dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung hingga akarnya tumbuh banyak (biasanya sekitar 2 minggu).

Buatlah rangka untuk menempatkan tanaman-tanaman tersebut di dinding, rangka bisa dibuat dari bahan kawat besi atau baja yang ringan, tetapi yang palin baik terbuat dari alumunium karena tidak mudah berkarat dan lebih ringan dari kedua bahan di atas, rangka juga dapat di subtitusi dengan bamboo atau kayu. Aturlah jarak tanam antar tanaman jangan sampai telalu dekat karena nantinya tanaman tersebut akan bercabang untuk menghindari kesan bertumpuk pada tanaman. Atur sedemikian rupa perpaduan warna dari daun tanaman yang anda gunakan, sehingga menghasilkan variasi sesuai dengan keinginan anda.

Rawatlah tanaman dengan menyiramnya setiap hari, jika ingin menambahkan pupuk, masukan pupuk tersebut ke dalam air yang kita gunakan untuk menyiram. Tempatkanlah wadah untuk penampung air siraman agar tidak tercecer kemana-mana, dapat kita buat dari pipa PVC yang di belah dua, air sisa siraman yang masuk ke penampungan juga dapat kita gunakan kembali untuk menyiram.

Tentunya butuh waktu yang tidak sedikit agar usaha anda membuat green wall sendiri berhasil, keuletan, ketekunan dan kesabaran adalah kunci utama.

Dengan membuat green wall di rumah sendiri tak hanya akan mempercantik tampilan dinding, tetapi juga akan dapat menurunkan suhu di dalam rumah , karena panas dari matahari akan terlebih dahulu diserap tanaman.
Artikel Lainnya :