Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memilih Arsitek

Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memilih Arsitek
Memilih jasa arsitek memang bukanlah perkara yang mudah, karena tingkat kemampuan profesional arsitek sangat beragam. Maka sebelum memutuskan menggunakan salah satu jasa arsitek, harus diketahui terlebih dahulu secara detail profil badan konsultan arsitektur dan jam terbang proyek yang pernah dikerjakannya. Dari pengamatan tersebut, Anda dapat mengukur apakah arsitek yang Anda ketahui dapat memenuhi keinginan Anda untuk mewujudkan rumah yang sesuai dengan impian?

Sepuluh kerangka yang bisa dijadikan sebagai panduan bagi Anda agar sistematis berkonsultasi dengan pihak arsitek.
 
1.     Kebutuhan Anda dalam proses pembangunan
Hal yang paling fundamental saat terbetik niat untuk menghubungi arsitek adalah visualisasi gambar atau model rumah. Secara umum gambar dari arsitek bisa berupa  denah, gambar potongan, dan gambar tampak. Bukan sekedar desain model saja, tetapi harapan Anda melibatkan jasa arsitek dalam pembangunan adalah dalam rangka mendapatkan panduan menggunakan biaya dari awal pembelian material sampai dengan tahapan finishing.

2.     Kelengkapan yang dipunyai oleh studio arsitek
Mengajukan pertanyaan kepada arsitek mengenai kelengkapan yang dimilikinya perlu Anda sampaikan karena akan menjadi bahan pertimbangan Anda selanjutnya untuk menjatuhkan pilihan arsitek mana yang akan Anda percayai untuk membangun rumah dilihat dari kelengkapan personal dan peralatan yang dimilikinya. Sekurang-kurangnya sebuah studio arsitek mempunyai lima karakteristik keahlian yaitu:

a.  Ahli desain konsep bangunan, seperti mampu mendesain denah sampai detailnya.

b. Keahlian insiyur sipil dengan spesifikasi kerja menggambar struktur bangunan dan menghitung rasio kekuatannya.

c. Personal yang memiliki keahlian sebagai estimator, yakni bagian dari arsitek yang menghitung dan memprediksikan akumulasi material dan anggaran yang dibutuhkan selama proses pembangunan

d.  Keahlian sebagai drafter, yaitu kemampuan seseorang untuk menerjemahkan kehendak arsitek dan insinyur sipil.

e.  Keahlian desainer interior. Desainer interior bisa juga berperan sebagai tim evaluasi terhadap hasil kerja arsitek karena mereka inilah nantinya yang akan mempercantik rumah Anda dengan ornamen-ornamen hiasan yang indah.

3.    Kemampuan arsitek menjelaskan tahapan desain
Dalam menjelaskan tahapan desainnya, pihak arsitek akan merinci secara bertahap proses desainnya. Yaitu tahap pra desain, pengembangan desain, penghitungan struktur, dan penghitungan rancangan anggaran bangunan (RAB).

4.    Kemudahan berkomunikasi dengan pihak arsitek
Selain secara langsung Anda bertemu dan berkomunikasi dengan arsitek, Anda pun harus memaksimalkan media komunikasi yang lainnya agar informasi yang didapat tidak terputus. Banyak alat komunikasi yang bisa dipilih sesuai dengan kesepakatan antara Anda dengan arsitek, apakah akan menggunakan telepon, sms, atau email.

5.    Pelayanan yang Anda peroleh dari pihak arsitek
Pihak arsitek akan melayani Anda dengan fasilitas:
a. Hasil desain arsitektur dalam kertas A3.  
b. Sebuah buku  desain detail dari arsitek.
c.  Sebuah  buku desain detail struktur bangunan.
d. Sebuah buku kalkulasi hasil estimasi mengenai perencanaan pembiyaan
e. Semua hasil di atas dituangkan dalam bentuk soft copy.
6.  Adanya kesepakatan  tertulis
Harus adanya surat perjanjian kerja (SPK) yang minimal berisi tentang biaya, durasi waktu, dan lingkupnya pekerjaan. Surat ini akan melegalkan hak dan kewajiban diantara Anda dan pihak arsitek.

7.  Peninjauan lokasi oleh pihak arsitek.
Tanyakan oleh Anda apakah mereka akan meninjau lahan yang akan Anda dirikan bangunan. Peninjauan ini penting artinya untuk mensinkronkan antara desain gambar rumah dengan kondisi lingkungan, dan struktur tanah di lahan tersebut.

8. Jangka waktu mendesain
Desain gambar dari pihak arsitek kurang lebih dua bulan. Dengan mengetahui jangka waktunya maka Anda bisa memprediksi waktu pembangunan rumah.

9. Memperlihatkan contoh hasil pekerjaan
Biasanya tiga jenis tahap desain yang dikerjakan oleh pihak arsitek yaitu desain arsitektur, struktur, dan RAB, akan diperlihatkan oleh pihak arsitek kepada Anda dalam bentuk buku. Akan tetapi demi menjaga profesioanalisme kinerja arsitek, buku tersebut tidak diperbolehkan untuk dibawa atau di fotocopy.

10. Adanya  pelayanan lanjutan/ berkesinambungan
Pelayanan yang diberikan oleh pihak arsitek seharusnya berkelanjutan sampai tahap penyelesaian bangunan, bukan hanya sebatas pelayanan mendapatkan desain lengkap. Tetapi untuk mengantisipasi kejadian di lapangan yang tidak sesuai dengan konsep dari arsitek, maka sebaiknya jalur komunikasi untuk melayani pertanyaan atau keluhan-keluhan dari Anda.

Demikianlah sepuluh koridor panduan yang masih mungkin bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan untuk mengetahui secara lebih detail tentang arsitek yang akan digaet untuk dijadikan desainer rumah Anda. Daripada rumah yang telah dibayangkan akan menjadi bagus malah sebaliknya menjadi tidak karuan bentuknya, mendingan banyak bertanya dan banyak ingin tahu tentang sepak terjang arsitek, agar Anda tidak tersesat saat pembangunan rumah.
Artikel Lainnya :