Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Bagaimana Menyiapkan Hunian Sehat?

Bagaimana Menyiapkan Hunian Sehat?
Konsep membangun rumah tidak hanya harus memperhatikan aspek lux dan estetikanya saja. Namun rumah yang ideal itu merupakan rumah yang secara komprehensif memperhatiakan masalah kesehatan sehingga para penghuninya merasa nyaman tinggal di rumah. Beberapa tahapan menyiapkan hunian sehat dimulai dari material yang digunakan untuk membangun rumah merupakan material yang ramah lingkungan, seperti meminimalisir penggunaan bahan-bahan metal dan logam, karena mengakibatkan efek panas serta radiasi yang berbahaya bagi kesehatan.
 
Selain itu yang perlu mendapat perhatian adalah asupan pencahayaan yang ideal bagi rumah sehat merupakan cahaya yang berasal dari matahari sebagai sinar alami yang mempunyai efek kesehatan bagi manusia. Selain itu sinar matahari yang masuk ke dalam rumah sehat akan mampu membunuh kuman dan  bakteri hampir 80% yang biasanya tumbuh karena kelembapan kondisi di ruangan rumah.

Cahaya matahari pun dapat menjadikan lantai dan dinding tidak berlumut. Lantai dan dinding akan tetap kering selama cahaya alami ini bisa masuk ke ruang rumah Anda. Lantai dan dinding tidak akan berjamur akibat kelembapan. Maka bahan yang baik bagi lantai adalah keramik karena bahan tersebut  merupakan bahan bangunan yang kedap air.

Sistem pencahayaan ini sangat erat kaitannya dengan media sirkulasi udara di hunian sehat yakni jendela. Dengan banyaknya jendela atau bukaan di dalam hunian sehat akan mengundang sinar matahari masuk menerangi ruangan saat siang, sehingga lampu pada siang hari tidak perlu dinyalakan. Ditambah dengan bukaan ventilasi ideal di hunian sehat ini akan menciptakan sirkulasi udara yang lancar, sehingga ada pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan kadar yang seimbang dan menjadikan ruang hunian sehat tetap segar. Persentase bukaan yang proporsional bagi hunian sehat adalah sekitar 10-20% dari luas lantai rumah Anda. Di samping itu kesejukan udara di rumah Anda bisa bergantung pada ketinggian plafon dari lantai. Jarak antara plafon dengan lantai akan membuat rongga diantara keduanya sebagai alur perputaran udara terjadi di sana.

Selain melalui bukaan jendela, cara menyiapkan hunian sehat lainnya adalah dengan cara membuat atap terbuka di tengah rumah dengan taman kecil dibawahnya akan semakin menambah kesejukan hunian sehat Anda. Dengan ditanami tanaman yang indah, maka supplai oksigen akan tercukupi bagi Anda dan keluarga melalui proses fotosintesis tanamam pada saat pagi. Taman di bagian tengah rumah ini akan menambah desain eksklusif hunian sehat Anda.

Taman di tengah rumah ini cocok bagi Anda yang mengingikan hunian sehat tetapi lahannya terbatas, sehingga tidak ada tempat untuk pekarangan dan menanam tanaman. Dengan membangun taman yang mini di tengah atau belakang rumah akan berefek terang bagi seluruh ruangan rumah karena ketepatan menempatkan atap terbuka dengan memperhitungkan arah datangnya sinar matahari.

Selanjutnya poin yang harus Anda kuasai dalam mempersiapkan hunian sehat adalah masalah sanitasi rumah yang akan menjadikan rumah Anda tidak terkesan kumuh. Semua penghuni rumah menjadi sehat dan betah tinggal di rumah karena menghirup suasana yang benar-benar bersih sebagai dampak dari sanitasi yang baik dan benar.

Sanitasi hunian sehat dimulai dari persediaan air bersih bagi konsumsi pribadi dan kebutuhan rumah tangga seperti untuk memasak, mencuci, dan mandi. Kebutuhan per hari terhadap air besih bagi setiap anggota keluarga paling sedikit 60 liter. Maka persediaan air bersih harus menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi. Dalam rangka pemenuhannya tentu harus memperhatikan aspek efisiensi. Yaitu dengan instrumen-instrumen pendukungnya seperti adanya sumur resapaan, jet pump, dan tanki penampungan untuk air bersih.

Sebagai syarat sanitasi yang baik dan benar maka membangun sumur resapan air bersih harus memiliki jarak minimal 3 meter dari septic tank karena hal ini untuk menghindari adanya rembesan kuman dan bakteri dari septic tank ke sumur resapan jika jaraknya terlalu berdekatan. Selanjutnya untuk menghemat penggunaan listrik, perhitungkan kebutuhan air bersih setiap hari di rumah sehingga tidak setiap saat harus menyalakan jet pump. Maka keberadaan tanki penampungan air harus dioptimalkan untuk menampung air yang disedot dari dalam sumur, maka menyalakan jet pump air bisa dilakukan hanya pada saat pagi dan sore saja yang bisa dipakai untuk pemenuhan seluruh kebutuhan rumah tangga.

Sanitasi selanjutnya yang perlu diketahui dalam menyipakan hunian sehat adalah pengelolaan limbah dan sampah. Setiap rumah dengan tipe apapun pasti akan menghasilkan limbah dan sampah baik dalam jumlah banyak maupun sedikit. Pengelolaan limbah dan smpah yang tidak baik akan berdampak buruk bagi imej sebuah rumah. karena pengelolaan sampah secara tersirat bisa merepresentasikan hunian tersebut tergolong sehat atau tudak.

Limbah rumah tangga paling banyak berasal dari area dapur dan kamar mandi, tetapi adapula saingan limbah yang kemungkinan tidak kalah banyaknya adalah limbah yang berasal dari alat-alat tulis seperti kertas-kertas dan pensil. Serta sering dijumpai tumpukan-tumpukan koran di sudut rumah yang sudah tidak terbaca lagi menjadi limbah yang tidak disadari. Limbah atau sampah bisa dipilah-pilah sebagai bentuk pengelolaan yang keluarga Anda lakukan. Misalnya memilah sampah berdasarkan jenis sampah, ada sampah kering dan basah. Maka harus disediakan dua tempat sampah yang bertujuan agar memudahkan proses daur ulang nanti di tempat pembuangan sampah akhir nanti. Selain itu dengan pemilahan sampah maka Anda telah mengajarkan pendidikan ramah lingkungan kepada anak-anak di rumah dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.

Pengelolaan sampah pun bisa dilakukan dengan melakukan pendaur ulangan sampah di rumah dengan cara yang sederhana dan kreatif, seperti menjadikannya barang-barang hiasan dinding, benda-benda antik, dsb. Atau dengan cara tetap memanfaatkan sebuah barang jika nilai gunanya masih tetap bisa dipakai, dengan demikian akan mengurangi jumlah sampah dan limbah di hunian sehat Anda.
Artikel Lainnya :