Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Solusi Rumah Tumbuh di Lahan Terbatas

Solusi Rumah Tumbuh di Lahan Terbatas
Memiliki rumah yang besar disertai dengan perlengkapan yang lengkap dan mewah merupakan idaman setiap orang. Tapi bagaimana jika dana dan lahan yang ada terbatas? bagi Anda khususnya pasangan muda atau yang masih lajang yang akan mepersiapkan rumah untuk keluarga nantinya tidak perlu cemas lagi karena saat ini ada trend untuk memiliki rumah di atas lahan terbatas dan budget yang  tidak besar, solusi properti tersebut adalah adanya rumah tumbuh yang dibangun secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan.

Dalam memutuskan untuk membuat rumah tumbuh ini memerlukan persiapan mental berupa kesabaran untuk tidak tergesa-tergesa melanjutkan pembangunan jika keadaan finansial diprediksikan belum cukup  ke depannya. Selain itu jangan cepat terpengaruh oleh model-model rumah yang sedang berkembang sehingga menambah anggaran pembangunan serta membuat kesulitan para arsitek karena tidak sesuai dengan desain rancangan sebelumnya. Maka luruskan komitmen keuangan dan keinginan Anda saat melakukan tahapan pembangunan rumah tumbuh.

Rumah tumbuh biasanya terbagi ke dalam dua bentuk yaitu horizontal dan vertikal. Bentuk rumah tumbuh horizontal lebih cenderung mudah  karena didukung oleh lahan yang luas sehingga mudah untuk dilakukan ekspansi kembali baik itu pembangunan menyamping atau melebar. Namun berbicara rumah tumbuh di perkotaan di atas lahan terbatas kebanyakan menggunakan model bangunan vertikal. Karakteristik model vertikal ini dalam malanjutkan pembangunannya nanti memiliki penanganan yang berbeda karena harus merombak bagian atap untuk dibangun lantai dua.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun model rumah tumbuh vertikal ini. Pertama yaitu pembuatan pondasi dasar yang kuat karena ini merupakan syarat utama dalam membangun rumah tumbuh vertikal, selain itu pondasi untuk rumah vertikal akan digunakan untuk menopang kondisi bangunan yang terus akan bertambah dan berkembang sesuai dengan perencanaan pembangunan. 

Kedua, perencanaan yang matang sejak awal pembangunan rumah. Untuk membangun rumah tumbuh disaranakan sejak awal perencanaan anda melibatkan jasa arsitek, karena mengingat nanti kedepannya akan terjadi pembangunan tambahan kembali sehingga  tidak menutup kemungkinan akan ada bongkar pasang. Momen inilah yang dikhawatirkan malah akan mengeluarkan biaya yang besar jika tanpa ada perencanaan sebelumnya.
 
Disamping itu, tetap menjaga kontak dengan arsitek pertama saat pembangunan awal sangat diperlukan karena untuk mempertahankan target yang akan dicapai dalam pembangunan sehingga akan lebih mudah untuk melanjutkan tahapan pembangunan. Selain itu, jika menggunakan arsitek lain akan ada beberapa kendala yang dihadapi saat pembangunan kedua karena kontruksi sebelumnya dirancang oleh arsitek yang berbeda. Dan memposisikan skala prioritas ruangan untuk rumah tumbuh merupakan komitmen keuangan yang melandasi niat membangun rumah.

Selanjutnya,  masalah desain untuk rumah tumbuh harus menjadi perhatian pula, karena desain  yang dibuat haruslah seirama  pengembangannya di kemudian hari.

Faktor desain juga sangat menentukan banyak-tidaknya perombakan yang akan terjadi pada saat pengembangan lanjutan rumah tumbuh tersebut. Maka dibutuhkan desainer tata ruang yang cerdas serta jarak waktu yang cukup sebelum menetapkan pilihan terhadap suatu konsep rumah tumbuh.

Desain, konstruksi, dan pemakaian material pada sebuah rumah tumbuh sejak awal dipersiapkan secara tepat untuk mendukung pengembangan rumah tumbuh itu sendiri sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Rumah tumbuh  merupakan siasat yang tepat untuk merancang masa depan dalam situasi finansial yang terbatas dan lahan yang tidak begitu luas yang dibarengi oleh niat yang konsisten pada kesabaran untuk melihat rumah idaman segera terwujud.
Artikel Lainnya :