Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari

Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari
Harmonisasi pada suatu taman yang tertata dengan asri bagaikan orkestra  yang terpadu merdu diantara keindahan, kebahagiaan, dan ketenangan. Beberapa kupu-kupu dan burung-burung kecil yang singgah di balik rumpun bunga dan dedaunan menjadi bagian dari harmonisasi taman. Di balik-balik rimbunan pepohonan yang tertata asri tersimpan elemen kejutan yang menambah indah taman.

Taman merupakan bagian indah sebagai bentuk dari hubungan kita dengan alam. Ia menyentuh kita melalui rona warna berbagai tumbuhan-tumbuhan yang hidup subur, bau tanah tersiram air kala pagi dan sore hari yang menenangkan sukma,  kelebatan hewan-hewan yang hidup dan singgah untuk bermain-main dan memberi keceriaan pada taman. Belum lagi beragam manfaat yang diberikan bagi kesehatan penghuninya dan keseimbangan alam. Untuk itulah kehadiran taman menjadi elemen penting dalam suatu bangunan.

Bapak Ngurah Gede Pemecutan selaku pemilik dan arsitek untuk taman tropis di Museum Lukisan Sidik Jari yang juga adalah rumah tinggalnya ini memberikan perhatian detil pada setiap elemen taman yang dipilihnya. Tiap-tiap elemen di taman tersebut tidak saja tertata indah dan harmonis, namun juga mengandung makna tersendiri. Setiap unsur-unsur baik hardmaterial maupun softmaterial-nya memberikan kejutan pada setiap tamu yang mengunjungi Museum Lukisan Sidik Jari milik beliau ini. Bayangkan saja, di daerah perkotaan seperti di Denpasar yang sangat padat ini terdapat sebuah taman cantik dan penuh filosofi.

1. Elemen Patung
Dimulai dari patung Garuda (Jatayu) yang beliau tempatkan tepat di didepan pintu masuk taman dengan ukuran yang cukup besar dan bentuk sangat mencolok, memberikan sentuhan seni tradisional Bali. Apalagi desain patung Jatayu tersebut adalah hasil desain bapak Ngurah Gede Pemecutan yang dipesan khusus untuk dibuatkan patungnya. Bukan hanya patung Jatayu saja yang menghiasi taman ini, ada banyak patung yang ditata berdasarkan kisah Ramayana dan Mahabharata.

Apabila kita melintas di taman bagian depan, terdapat beberapa patung Rama, Dewi Sinta, Arjuna, Rahwana, patung-patung para Rsi Guru, beberapa patung-patung monyet alengka yang semuanya menggambarkan epos Ramayana. Masuk ke taman bagian dalam, disuguhkan beberapa patung-patung lainnya yang diambil dari tokoh-tokoh pewayangan Mahabharata, seperti misalnya patung Arjuna, saudara-saudaranya, dan sebagainya. Penempatan patung-patung tersebut pun memiliki tujuan dan makna tersendiri yang salah satunya didasarkan atas fungsi areal yang hendak difungsikan untuk suatu kegiatan tertentu.

2. Pergola dan Tudung Tanaman Merambat
Yang menarik lainnya ketika memasuki taman ini adalah adanya pergola dari tanaman menjalar yang menjadi lorong memasuki taman bagian dalam. Kesan kudus terasa ketika melewati pergola tersebut, seperti melintas di ruang transisi menuju suatu tempat rahasia yang menyimpan banyak kejutan. Pergola tanaman menjalar ini juga dibuat sebagai tudung/atap dari tiap-tiap meja-meja taman yang ada di beberapa titik taman sebagai areal bersantai para pengunjung. Dengan tambahan hiasan lampu gantung dari tembikar, tiap-tiap meja taman ini menggoda kita untuk merasakan kenyamanannya beristirahat sejenak dan bercengkrama di taman tersebut.

3. Akuarium Ikan dan Kolam
Akuarium-akuarium dengan ikan kecil dan tanaman air di dalamnya memberi nuansa kehidupan yang menarik perhatian untuk mengintip dan sekedar menggoda penghuni di dalam akuarium tersebut. Setidaknya ada sekitar 7 akuarium ditempatkan secara terpisah di beberapa sudut taman ini. Salah satu tujuannya adalah agar dapat menarik perhatian anak-anak yang menjadi salah satu pengunjung di Museum Lukisan Sidik Jari ini. Akuarium ini tampak natural karena adanya tanama-tanaman air yang sengaja ditempatkan didalam akuarium untuk tumbuh sebagai bagian dari ekosistem kehidupan air.

4. Beragam Bunga Tropis
Elemen yang menambah kelembutan taman ini adalah adanya berbagai spesies tanaman bunga-bunga tropis yang menghasilkan bunga beraneka rupa warna. Mulai dari beragam spesies anggre, tanaman gantung, kamboja Bali, bunga kertas dan masih banyak lagi yang lainnnya. Sebagai elemen penyeimbang yang memberikan kesan tegas di taman ini selain adanya beberapa patung-patung pewayangan tadi adalah adanya 'Puisi Beton' yang merupakan karya puisi Bapak Ngurah Gede Pemecutan yang diabadikan di dalam beton-beton dan menghiasi taman ini. Papan menunjuk juga berasal dari batu padas berwarna hitam lugas yang dipesan khusus untuk penghias taman ini.

5. Pembagian Lahan Berdasarkan Kaidah Tradisional Bali
Dengan luas taman yang kurang lebih 1000 m2 ini terbagi menjadi 3 bagian utama seperti halnya pembagian ruang-ruang Bali pada umumnya. Pembagian tersebut meliputi; ruang luar/Jaba yang dijadikan sebagai areal parkir, garasi open stage dan areal umum yang menjadi sentral kegiatan para pengunjung (public space). Ruang kedua merupakan ruang yang lebih privasi karena terdapat hunian yang ditinggali, museum/galeri penyimpanan lukisan, meja-meja taman yang lebih privasi. Ruang yang lebih dalam merupakan ruang intim yang terdapat Pura sebagai areal persembahyangan serta wantilan untuk penyelenggaraan acara-acara yang sifatnya khusus (misalnya; kursus, rapat, workshop, dsb.).

Semua elemen di taman asri Museum Lukisan Sidik Jari ini memberikan sentuhan harmonisasi taman tradisional Bali yang memberikan kejutan-kejutan dan kesan yang tak terlupakan bagi siapapun yang mengunjungi taman ini.
Artikel Lainnya :