Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas

Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas
Semua orang pasti memiliki keinginan untuk memiliki rumah sendiri, hanya saja kadang keadaan dari masing-masing orang berbeda hingga tidak selalu memungkinkan untuk membeli atau membangun sebuah rumah baru . Tapi jangan berkecil hati, bagi anda yang hanya memiliki budget pas-pasan, membeli rumah second bisa menjadi alternatif karena dari segi harga pasti akan lebih murah, asal kita pandai memilih dan bernego soal harga, maka rumah impianpun dapat kita miliki. Berikut ini ada beberapa tips untuk beli rumah second :

1. Usahakan untuk membeli rumah dari pemilik aslinya, karena itu merupakan cara tebaik, dengan begitu kita dapat bertatap muka langsung dan negosiasi harga bisa lebih mudah, kita juga bisa bertanya langsung mengenai keadaan dan kondisi rumah pada si pemilik, dan yang paling penting kita tidak perlu memberi komisi pada perantara atau calo.

2. Jika anda terpaksa membeli rumah dengan memakai jasa perantara, pastikan perantara tersebut adalah orang yang anda kenal baik untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Alternatif lain, mintalah referensi tentang perantara yang dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas baik pada rekan atau relasi anda.

3. Tanyakan usia bangunan rumah sebelum membelinya, tanyakan juga apakah rumah tersebut pernah di renovasi atau belum, jika pernah, kapan terakhir di renovasi, karena itu akan menjadi patokan baku kekuatan rumah tersebut. Secara sederhana anda bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun).

4. Cari informasi mengenai lingkungan sekitar, terutama jika akan menempati rumah tersebut untuk keluarga, apakah dekat dengan sarana sekolah, tempat ibadah, tempat perbelanjaan, atau jangan sampai memilih rumah di tempat yang sering terkena banjir, karena itu akan merepotkan kita di waktu yang akan datang.

5. Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. Apabila ternyata nama yang tertera disitu tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya.. Bila katanya belum dilakukan proses Balik Nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. Poin ini penting sekali buat anda, demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari.

6. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut, sehingga anda bisa melakukan penawaran dalam kirsaran harga yang sewajarnya.

7. Kunjungi rumah yang dimaksud, untuk mengetahui langsung kondisi lapangan rumah tersebut.

8. Bila anda berminat ajukan KPR sebagai pembayaran, pastikan rumah tersebut berada di posisi yang strategis.

9. Antara penjual dan pembeli harus sepakat, bila pajak yang ditimbulkan akibat transaksi jual beli di tanggung masing-masing. Pajak penjual sebesar 5 % dari NJOP rumah, sedangkan pajak pembeli lebih murah, karena dihitung setelah dikurangi pengurangan wilayah x 5 %. Contohnya area bekasi (NJOP- 30 juta x 5 %).

Periksa kondisi fisik rumah secara keseluruhan. Periksa secara detail kondisi fisik rumah pada setiap bagian-bagiannya, seperti jumlah kamar, kondisi dapur, kamar mandi dan yang lainnya, buatlah check list agar lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan. Akan lebih baik jika anda mengajak kontraktor yang berpengalaman untuk menilai kondisi rumah tersebut, karena mereka tentu saja lebih berkompeten. Beberapa hal yang harus anda perhatikan antara lain :

1. Kondisi struktur rumah, periksalah jika ada retak-retak di pondasi, dinding, kolom dan balok
2. Periksalah dinding, barangkali ada flek-fek bekas rembesan air tanah yang membekas.
3. Periksa kualitas lantai, apa masih baik atau sudah mengalami penurunan/retak-retak pada lantai atau keramik.
4. Periksalah barangkali ada bekas-bekas serangan rayap pada kusen, jendela, pintu, plafon dan atap rumah dan elemen lain yang terbuat dari kayu.
5. Pastikan struktur atap masih dalam kondisi baik, lihatlah barangkali ada balok/gording yang keropos, atau kebocoran pada talang
6. Jangan lupa cek pula kondisi jaringan listrik PLN, PDAM/pompa air di rumah, pastikan masih berfungsi dengan baik.
7. Apakah kualitas airnya masih layak, dan cek pula jaringan air apa masih dalam kondisi baik pada pipa-pipa ataupun saluran air dan system sanitasi nya.

Semoga anda mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginan anda..
Artikel Lainnya :