Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Hindari Pemukiman Padat Dan Area Berbahaya Untuk Perumahan

Hindari Pemukiman Padat Dan Area Berbahaya Untuk Perumahan
Sekitar dua pertiga dari kehidupan manusia dihabiskan di rumah. Di kota-kota besar pun, yang mobilitas penduduknya makin tinggi dan kuantitas keberadaan rumah juga meninggi, rumah juga tetap memegang peranan penting dalam kehidupan manusia modern. Namun, apa jadinya jika rumah berada pada pemukiman yang padat dan menyesakkan?

Saling berhimpir, dempet satu sama lain, tidak memiliki pencahayaan dan penghawaan yang alami dan jauh dari ideal. Idealnya setiap rumah berdiri sendiri, tidak berdempetan, untuk memudahkan sirkulasi udara serta peletakan bukaan dan jendela. Jarak bangunan dan garis sempadan bangunan (GSB) diatur oleh tata kota. Biasanya setengah lebar dari jalan bangunan yang terlalu dekat dengan jalaan akan membuat bising dan berdebu. Luas dasar bangunan terhadap tapak atau koefesien dasar bangunan (KDB) berbeda antara satu dan lainnya. Inilah pentingnya dalam memilih lokasi rumah tinggal demi kesehatan dan kenyamanan Anda sekeluarga.

Pemukiman Padat  dan Area yang Harus Dihindari

Pemukiman padat menjadi ciri khas dari warga perkotaan, dimana lahan yang tersedia untuk lokasi perumahan semakin lama semakin langka. Namun, jika Anda terpaksa membeli lahan yang berada di sebuah pemukiman padat penduduk, maka usahakanlah agar Anda tidak membeli lahan tersebut di lokasi yang kami sebutkan di bawah ini.

•  Area pabrik dan industri
Pabrik mengeluarkan gas-gas yang seringkali beracun dan berbahaya. Selain itu buangan limbahnya seringkali mencermari tanah, air, dan lingkungan.

•  Kawat tegangan tinggi
Jangan sekali-kali memilih lokasi yang berada di daerah kawat tegangan tinggi, seperti menara listrik, antena radio, maupun menara besi. Tegangan tinggi memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan manusia.

•  Bandar udara
Bandar udara memiliki tingkat kebisingan yang cukup tinggi. Selain dapat mengganggu pnedengaran, kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dalam belajar, tidur nyenyak, dan depresi. Pesawat juga mengeluarkan gas buangan hidrokarbon,karbon monoksida, dan sulfur dioksida. Menurut beberapa penelitian rumah dekat dengan bandar udara mengakibatkan tingkat kematian lebih tinggi 20%.

•  Pengolahan limbah atau pembuangan sampah
Sampah membawa penyakit tidak hanya melalui serangga tetapi juga gas-gas beracun yang dikeluarkan oleh sampah yang membusuku, demikian juga dengan pengolahan limbah. Beberapa gas beracun mengeluarkan limbah menyengat namun beberapa diantaranya tidak berbau.

Rumah di Pemukiman Padat
Rumah yang berada dalam pemukiman padat biasanya memiliki lahan sempit. Hal ini akan semakin membuat penghuni rumah merasa sesak dan tak bisa bernapas. Jika rumah Anda berada di dalam pemukiman padat penduduk dan seringkali menyesakkan, ada beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk mensiasati lahan sempit.

Lokasi padat penduduk ini sangat tidak menguntungkan bagi Anda, apalagi jika diapit oleh bangunan perkantoran tua, dan gudang-gudang lama yang kumuh dan jauhd dari kesan indah. Banguanan di sekitar rumah Anda juga letaknya rapat-rapat, dan saling berhimpit.

Membuat jendela besar berarti memasukkan pandangan tidak menarik yang berarti berupa pemandangan padat dan rumit, hal ini justru akan memberi kesan menekan bagi penghuni rumah. Padahal di lain pihak, adanya bukaan tetap diperlukan sebagai sumber cahaya dan udara. Untuk mengatasinya, bukaan-bukaan yang menghadap tembok tetangga dibuat sedemikian rupa agar tetap dapat memasukkan cahaya dan udara, yaitu dengan membuat bukaan sempit memanjang di sisi pinggir serta sisi bagian atas ruang. Ternyata hal ini justru dapat memberi aksen pada rumah Anda.
Di beberapa tempat, Anda tetap harus membuat jendela besar, tetapi gunakanlah sunshade kisi-kisi kayu yang menampilkan bayangan menarik ketika diterpa sinar matahari.

Demikian artikel dari Image Bali Arsitek dan Kontraktor , mudah mudahan bermanfaat

Artikel Lainnya :