Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Gaya Arsitektur Vernakular Minimalis yang Trendy

Gaya Arsitektur Vernakular Minimalis yang Trendy
Dalam menciptakan sebuah bangunan rumah yang nyaman, hendaknya disesuaikan dengan selera dan karakteristik penghuninya. Selain itu, sebuah rumah juga akan mencerminkan penghuninya. Maka dari itu, memilih gaya arsitektur bangunan menjadi tidak kalah penting sebagai acuan dalam sebuah bangunan.

Begitu banyaknya selera dan karakteristik manusia, mengilhami lahirlah beberapa gaya arsitektur bangunan. Salah satunya adalah gaya arsitektur vernakular. Yang menjadi sebuah cirri khas dari gaya vernakular adalah adaptasinya yang baik terhadap alam serta masyarakat lokal yang tinggal di sekitar. Gaya tersebut menyesuaikan akan kondisi yang ada pada daerah tertentu. Dalam hal ini, Bali juga memiliki gaya arsitektur vernakular sendiri.

Dalam sebuah arsitektur tradisional Bali, seperti yang kita ketahui bahwa gaya ini memiliki banyak unsur khas yang lain dari daerah lain. Gaya ini sangat menonjolkan pada desain yang menggunakan kebudayaan Bali yang berlandaskan agama Hindu. Jadi, sering dijumpai banyak simbol pada rumah mereka. Selain itu, gaya ini juga sering menggunakan ukiran pada ornamen atau furniture. Ukiran yang tersebut mulai dari ukiran berbentuk flora maupun fauna.

Bisa dibilang, gaya arsitektur varnikular minimalis merupakan gaya arsitektur yang mengambil komponen gaya tradisional dari sebuah daerah tertentu. Namun, gaya ini hanya mengambil sebagian dari gaya tersebut. Misalnya saja dengan menggunakan ornamen atau furniture asli tradisional dan memadupadankan pada gaya yang baru. Sebagai contohnya Bali, maka sebuah rumah yang menggunakan gaya vernakular minimalis Bali akan mengambil beberapa unsur ornamen ataupun furniture Bali dalam rumahnya yang bergaya modern.

Beberapa contoh dalam membuat rumah yang bergaya arsitektur vernakular Bali adalah dengan menggunakan ukiran Bali pada tepi jendela maupun pintu. Ukiran tersebut memiliki beberapa fungsi. Di antaranya adalah memberikan fungsi keindahan, sebagai suatu symbol, dan juga sebagai sarana komunikasi. Banyak orang yang menyukai ukiran ini karena nilai seninya yang tinggi dan juga memberikan sentuhan yang kental akan budaya Bali.

Selain menerapkan ukiran pada ornamen rumah, penggunaan payung Bali atau tedung yang biasa masyarakat lokal sebut juga sering digunakan banyak orang sebagai alternative pilihan. Sebenarnya, tedung ini selain fungsinya untuk berteduh, namun juga digunakan untuk prosesi acara keagamaan. Selain itu, pembuatannyapun sebenarnya sangat menggunakan aturan-aturan khusus sehingga tedung memiliki nilai magis. Namun, saat ini pada kenyatannya tedung tersebut dibuat dengan proses seperti pada pembuatan payung-payung lainnya. Oleh karena itu, payung ini telah dijual bebas dan mudah ditemukan di pasaran. Biasanya, orang-orang meletakkan payung ini di depan pintu untuk menambah unsur keindahan pada rumah mereka.

Hal yang juga bisa memberikan efek Bali adalah penempatan lukisan bergaya Bali yang ditempelkan pada dinding rumah. Jelas, ini akan memberikan perasaan setiap orang yang melihat teringat akan Bali. Lukisan yang dipilih hendaknya merupakan perwakilan dari budaya Bali yang ada. Misalnya saja adalah lukisan orang menari kecak, orang yang pergi ke Pura, dsb.

Selain hal-hal di atas, penempatan patung juga bisa memberikan kesan Bali. Patung merupakan unsur penting dalam rumah tradisional Bali. Patung digunakan untuk kepentingan peribadatan dan juga mengandung kesenian yang tinggi.

Gaya arsitektur vernakular minimalis Bali tidaklah susah untuk diterapkan. Tinggal pilih elemen mananakah dari versi aslinya dan diadopsikan pada rumah yang minimalis. Gabungan elemen tersebut tentunya akan menghasilkan karya seni arsitektur yang mudah dinikmati oleh banyak orang.
Artikel Lainnya :