Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Investasi di Bali, Membeli Tanah atau Mengontrak Tanah?

Investasi di Bali, Membeli Tanah atau Mengontrak Tanah?
Ada berbagai macam cara untuk berinvestasi di Bali . Banyak hal yang menarik dan menjajikan yang diberikan ketika kita berinvestasi di Bali. Namun, seringkali kebingungan melanda ketika harus memilih untuk membeli tanah atau mengontrak tanah.

Pilihan untuk membeli atau mengontrak tanah memiliki banyak latar belakang. Bisa karena pemikiran manakah yang lebih menguntungkan di antara dua hal tersebut, atau bisa juga karena terkendala biaya. Namun, dengan bekal pengatahuan yang cukup serta keyakinan yang mantap, maka kita akan dapat memutuskan mana yang lebih baik di antar keduanya.

Membeli maupun mengontrak tanah memilki kelebihan dan keunggulan sendiri-sendiri. Tergantung bagaimana kita akan menitikberatkan bagian mana yang akan menjadi prioritas. Sebaiknya, membeli atau mengontrak tanah perlu mempertimbangkan beberapa hal, termasuk dari keuntungan, kerugian maupun besarnya manfaat yang didapatkan.

Membeli tanah pastinya akan lebih mahal dibandingkan mengontrak di tanah yang sama. Namun, dengan membeli tanah maka kita akan mendapatkan hak kepemilikan atas tanah tersebut. Dengan demikian, maka kita akan bebas untuk mengelola tanah kita sendiri. Sebaiknya, sebelum kita memutuskan untuk membeli tanah di Bali, lihat prospek harga tanah tersebut ke depan. Apakah selama 3 sampai 5 tahun ke depan harga tanah tersebut mengalami peningkatan sebesar 15 persen atau tidak. Jika tidak, lebih baik kita mengontrak saja sambil melihat-lihat perkembangan selanjutnya. Selain itu, dengan membeli tanah, kita juga akan mendapatkan kewajiban-kewajiban yang harus di bayar. Misalnya membayar pajak dan semacamnya. Lalu, apakah kira-kira besarnya biaya-biaya yang dikeluarkan itu sepadan dengan apa yang kita peroleh dari tanah itu.

Mengontrak tanah bisa merupakan suatu solusi bagi kita yang terkendala dengan keterbatasan dana untuk membeli tanah. Selain itu, mengontrak tanah juga memberikan keuntungan tersendiri dibanding membeli tanah. Dengan mengontrak tanah, maka kepemilikan tanah bersifat sementara tergantung perjanjian berapa lama kita akan mengontrak. Hal ini baik jika ternyata tanah yang kita kontrak ternyata terbukti tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  Dengan begitu, kita bisa segera cepat-cepat bertindak seperti tidak memperpanjang kontrak dan sebagainya. Namun, jika ternyata tanah tersebut semakin lama semakin mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, maka kita akan terkena dampaknya. Besar kemungkinan pemilik tanah juga akan menaikkan harga tanah yang kita kontrak tersebut. Padahal, kita terlanjur sudah cocok dengan tempat tersebut. Apalagi jika kita juga mendirikan usaha di tempat itu, maka kita berada di posisi yang sangat lemah. Kita tidak bisa melakukan apa-apa saat pemilik tanah meminta harga kontrakan tanah dinaikkan. Lebih parahnya lagi adalah ketika pemilik tanah tidak akan memperpanjang kontrak lagi dan menggunakannya sendiri. Di sinilah letak kelemahan dari mengontrak tanah.

Pada intinya, ketika kita ingin mengontrak atau membeli tanah, harus mempertimbangakan dengan seksama dampak-dampak baik positif maupun negatif. Selain itu kita juga perlu mempertimbangakan kondisi keuangan agar sesuai dengan kemapuan kita untuk membayar. Namun, hal yang lebih penting lagi dan bisa dilakukan sebelum mengontrak atau membeli tanah adalah dengan memeriksa kelengkapan surat yang ada. Pastikan bahwa surat-surat tersebut sah dan bisa digunakan sebagai dasar transaksi. Pastikan pula bahwa kita juga melakukan transaksi dengan orang yang tepat. Hal ini untuk menghindarkan kita dari bentuk penipuan serta kecurangan. Selain itu juga untuk menghindarkan kita dari masalah hukum perdata yang bisa menjerat kita.
Artikel Lainnya :