Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tanggung Jawab Dalam Masa Perawatan Proyek

Tanggung Jawab Dalam Masa Perawatan Proyek
Yang dimaksud dengan masa perawatan maupun pemeliharaan proyek adalah masa ketika proses pelaksanaan pendirian bangunan telah selesai dilakukan akan tetapi sistem perawatan bangunan itu masih menjadi tanggung jawab pihak pemborong atau kontraktor.

Jadi ketika ada kerusakan atau kerugian lain yang terjadi akibat kerusakan tersebut, maka pihak yang harus menanggung kerugian sekaligus memperbaiki kerusakan tersebut adalah kontraktor yang membuat bangunan itu sendiri, bukan pemilik bangunan.

Jangka waktu perawatan tersebut pada umumnya telah dijadikan sebagai kesepakatan bersama sebelum proses pembuatan bangunan tersebut dimulai. Namun ada pula yang jangka waktunya telah ditentukan melalui undang-undang terutama jika pengerjaan proyek itu merupakan proyek yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat.

Sebagaimana yang dirilis ilmusipil, beberapa contoh tanggung jawab dalam masa perawatan proyek tersebut antara lain meliputi hasil pengerjaan yang kurang bagus dan sempurna. Jika hal ini terjadi, maka pihak kontraktor atau pemborong harus bersedia untuk memperbaikinya bahkan mengganti element bangunan yang rusak tersebut dengan yang baru dan kualitasnya lebih bagus.

Contoh lain, jika ada atap yang berlubang atau bocor sehingga ketika hujan air bisa masuk dalam ruang. Pihak pemborong harus mencari sumber kebocoran tersebut kemudian memperbaiki atau menambalnya sehingga tidak menimbulkan kerusakan lain pada bagian dalam ruang dan interior. Jika interior tersebut sudah ada yang terlanjur rusak, masalah ini juga tetap jadi tanggung jawab pemborong meski bukan mereka yang menggarapnya. Bila tidak mampu bisa berupa ganti rugi.

Tanggung jawab perawatan juga meliputi proses pengerjaan bangunan bila terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya. Tanggung jawab tersebut bisa berupa denda yang dihitung perhari atau perminggu sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Ganti rugi atau denda ini juga dapat dihitung berdasarkan kerugian yang diderita oleh pemilik bangunan karena bangunan tersebut tidak bisa digunakan tepat waktu sesuai jadwal.

Namun jika terjadinya keterlambatan pekerjaan ini gara-gara bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya biasanya bukan merupakan tanggung jawab kontraktor. Karena sumber masalah yang menyebabkan proyek itu terbengkalai bukan dari pihak mereka. Demikian pula bila muncul kerusuhan atau sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan proyek itu. Agar masalah ini tidak menjadi sengketa pada umumnya sudah dibuat perjanjian lebih dulu.

Sebelum difungsikan, pemilik bangunan punya hak untuk melakukan pengetesan pada beberapa jenis sistem elektrikal dan mekanikal yang berada di bangunan itu. Misalnya tangga berjalan atau lift, sistem instalasi listrik, sanitasi dan saluran air, pemadam kebakaran dan sebagainya. Semua bagian yang dikerjakan oleh pemborong itu harus dicek semuanya.

Hasil uji ini akan dijadikan sebagai dasar untuk mendapatkan ijin dari pemerintah setempat atau instansi terkait agar bangunan itu bisa difungsikan. Jika ijin tersebut tidak didapat karena sistem mekanikal dan elektrik tersebut tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, masalah seperti ini juga menjadi tanggung jawab kontraktor. Jadi mereka harus memperbaiki atau mengganti sistem tersebut.

Barulah setelah masa perawatan tersebut lewat dan sudah sepenuhnya diambil alih oleh pemilik bangunan, maka kontraktor baru bisa menghitung secara lebih terperinci berapa keungungan atau kerugian yang dihasilkan dari proyek yang dikerjakannya tersebut. Sebab kadangkala pada saat menjalani masa perawatan ini biaya yang harus dikeluarkan juga bisa membengkak.

Terutama sekali jika kerusakan yang muncul lebih banyak dari perkiraan dan bahan yang dipakai untuk memperbaiki atau mengganti elemant yang rusak mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi dan signifikan. Kontraktor yang sudah berpengalaman dan punya jam terbang tinggi pasti selalu memperhitungkan masalah ini sebelum menentukan harga pengerjaan proyek.

Sumber gambar : http://www.rnldesign.com

 

Artikel Lainnya :