Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Dinding Dari Roster

Membuat Dinding Dari Roster
Fungsi utama dari roster adalah sebagai lubang dinding untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang lebih maksimal dalam ruang. Sedang fungsi lainnya adalah sebagai pemanis agar tampilan ruang terlihat lebih menarik dan indah. Oleh karena itu biasanya roster juga dibuat dengan desain yang secantik mungkin.

Selain untuk ventilasi udara dan memperindah tampilan ruang roster juga sering digunakan untuk membuat hiasan atau ornament pada pagar terutama yang terbuat dari dinding atau tembok batu bata. Dan setelah mengalami perkembangan desain yang pesat, saat ini banyak pula orang yang menggunakan roster untuk membuat dinding.

Salah satu kelebihan membuat roster dari dinding adalah tampilannya jadi lebih menarik sebab roster pada umumnya pola atau motif artistik. Misalnya ada yang berbentuk kelopak bunga, lalu motif batik dan sebagainya. Apalagi saat ini sudah ada roster yang tidak terbuat dari batako tapi menggunakan bahan tanah liat yang dibakar.

Dua material yang digunakan untuk membuat roster ini masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan sendiri-sendiri. Jika memilih dari batako kualitasnya lebih bagus dan kuat tapi jika dilihat dari tampilannya meski sudah dibuatkan motif tetap kurang menarik dibandingkan dengan roster dari tanah liat. Hanya saja harganya memang lebih murah dan irit. Sementara untuk roster dari tanah liat tampilannya memang lebih cantik namun kurang begitu kuat dibanding roster dari batako.

Penggunaan roster untuk membuat dinding dari tanah liat bakar ini akan membuat tampilan jadi lebih menarik. Warna coklat kemerahan pada dinding akan menghasilkan kesan yang alami dan natural. Bukan itu saja, dinding dari roster ini bisa diaplikasikan pada ruang dalam atau interior dan ruang luar atau eksterior.

Untuk ruang dalam yang ingin dipasang memakai roster batako, hal ini juga dapat dilakukan namun sebaiknya diberi warna. Hanya saja proses pengecatannya memang lebih rumit karena banyak celah dan lubang kecilnya. Jika dipasang di bagian luar, biasanya sering diaplikasikan pada dinding teras, dinding gazebo atau dinding pagar. Sedang untuk bagian dalam atau interior juga bisa diaplikasikan sesuai dengan selera.

Namun jika dipasang di ruang dalam terutama untuk dinding yang berbatasan langsung dengan ruang luar, harus dipertimbangkan intensitas cahaya matahari yang masuk. Sebab dinding roster ini punya lubang dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga apabila arah langsung berhadapan dengan arah datangnya sinar matahari bisa menimbulkan rasa kurang nyaman sebab terlalu silau dan panas. Demikian pula dengan siraman air jika sedang turun hujan.

Kemudian untuk ruang tamu misalnya, jika dijadikan sebagai pemisah ruang keluarga atau ruang lain tentu bisa mengurangi privacy penghuni. Masalah seperti ini perlu dipikirkan lebih dahulu. Jika ditutup dengan element lain misalnya kain, harus ditimbang apakah tampilan motif maupun pola pada roster tersebut akan makin menarik atau justru berkurang nilai seni dan keindahannya.

Yang tidak boleh dilupakan yaitu dinding dari roster ini kurang begitu kuat menahan beban. Jadi konsep pembuatannya tidak boleh diaplikasikan pada dinding utama yang merupakan bagian dari konstruksi bangunan. Apalagi jika diatasnya ada komponen bangunan lain yang bobotnya cukup berat. Kecuali jika pada dinding tersebut sudah ada kerangka atau konstruksi lain dan kekuatan dalam penahanan beban sudah diperhitungkan sebelumnya.

Teknik pemasangan dan penyusunan roster untuk membuat dinding ini juga punya perbedaan dibandingkan dengan dinding dari batu bata biasa. Dinding dari roster tidak memiliki semacam ‘gigitan' atau sistem penguncian diantara susunannya. Jadi pekerjaan ini harus dilakukan dengan super hati-hati dan penuh perhitungan. Adonan semen dan pasir harus benar-benar melekat dan menempel secara erat pada bidang roster.

Sumber gambar : http://clippings.com

 

Artikel Lainnya :