Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memberi Warna Pada Garis Lurus Pada Bangunan

Memberi Warna Pada Garis Lurus Pada Bangunan
Di setiap bangunan atau rumah hampir dipastikan ada element atau bagian yang bentuknya lurus memanjang. Misalnya pada penutup pinggiran atap dan jendela dan pintu yang bentuknya adalah persegi panjang. Bidang ini bisa digunakan untuk menciptkan kesan yang lebih menarik terhadap bangunan tersebut.

Caranya sangat mudah yaitu memberi warna atau cat yang cukup kontras dan mencolok sehingga bisa membentuk garis yang tegas. Jika garis garis pada bidang tersebut bentuknya adalah vertikal atau lurus ke atas. Hal ini sangat menguntungkan terutama untuk bangunan yang ukurannya lebih pendek.

Karena garis lurus yang tampil secara mencolok tersebut mampu menjadikan bangunan rumah terlihat lebih tinggi dari ukuran yang sebenarnya. Contohnya bisa dilihat pada gambar yang ada di samping. Hampir semua bagian dinding berupa batu ekpose yang warnanya coklat. Kemudian pada bagian penutup pinggiran atap diberi warna yang sangat kontras dan terang yaitu putih.

Hal yang sama juga diaplikasikan pada element lain yaitu jendela yang bentuknya memanjang dan pintu berikut dengan kusennya. Maka yang terjadi yaitu bangunan yang terdiri mempunyai dua lantai ini terlihat semakin menjulang dan punya karakter yang lebih kuat sehingga tampilan dan bentuk desainnya makin menarik.

Bahkan apabila tertarik untuk melakukan eksplorasi, bidang lurus ini tidak diberi warna cat yang polos namun diberi ornament atau hiasan. Misalnya diberi lukisan serta motif yang bentuknya disesuaikan dengan gaya dan arsitektur bangunan tersebut. Selain menjadikan bangunan tampak lebih indah, hiasan pada bidang lurus ini juga bisa menjadi fokus pandangan utama atau point of view maupun daya tarik utama atau point of interest.

Ada yang perlu diperhatikan ketika memberi warna pada garis lurus pada bangunan dengan konsep seperti ini. Apabila garis lurus itu bentuknya adalah memanjang ke samping atau vertikal maka sebaiknya sistem ini tidak diaplikasikan pada bangunan yang punya ukuran lebih pendek. Sebab hal ini bisa menjadikan bangunan tersebut semakin terlihat pendek juga. Kecuali apabila bangunan tersebut memang sudah berukuran tinggi serta ingin menciptakan kesan yang lebih lebar dan besar.

Jika ingin membuat garis yang berbeda sebaiknya menggunakan warna yang sama atau selaras dengan warna dinding dan tampilannya tidak boleh terlalu kontras dan mencolok. Dan yang tidak boleh dilupakan, pemilihan warnanya juga mesti diselaraskan dengan model bangunan rumah. Misalnya warna merah, merah mudah, kuning tentu kurang bagus jika diaplikasikan pada rumah yang menggunakan gaya etnik atau tradisional. Jenis warna tersebut lebih pantas diaplikasikan pada bangunan modern atau minimalis.

Lalu jika ternyata pada bangunan tersebut tidak ada bidang lurusnya, penciptaan bidang maupun garis lurus ini bisa diciptakan sendiri dengan mudah. Contohnya pada dinding fasad bisa dibuat garis sendiri menggunakan cat. Buatlah garis lurus yang keatas. Namun ukurannya jangan terlalu lebar.

Ukuran yang terlalu lebar akan membuat karakter di bidang garis tersebut jadi berkurang. Lebih bagus bila membuat garis yang terdiri dari dua atau tiga buah tapi ukuran lebarnya dibuat kecil atau sempit. Hanya saja jumlahnya juga tidak boleh terlalu banyak. Ukurannya sebaiknya juga tidak berbeda.

Jumlah yang terlalu banyak akan menjadikan garis pada bidang tersebut hanya mampu membuat bangunan tersebut terlihat lebih artistik saja. Tapi tujuan untuk menciptakan dimensi yang bisa membuat bangunan tersebut terlihat lebih tinggi tidak akan tercapai secara maksimal. Sebab dari element inilah mata akan melihat lurus ke atas dan secara otomatis bangunan jadi terlihat lebih jangkung.

Sumber gambar : http://arcadespromenades.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :