Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis Chandelier dan Cara Memilihnya

Jenis Chandelier dan Cara Memilihnya
Chandelier yaitu lampu yang diletakan secara menggantung dengan ukuran besar. Perbedaannya dengan lampu gantung biasa adalah chandelier punya sifat yang lebih spesifik. Desainnya selalu menggunakan gaya klasik, bisa memunculkan kilau dan menghadirkan kesan yang mewah serta elegan. Bahan yang digunakan untuk membuatnya pada umumnya adalah kristal kaca.

Sedangkan lampu gantung biasa, ukurannya bisa saja tidak terlalu besar. Demikian pula dengan gaya dan modelnya tidak mutlak harus klasik bisa modern, minimalis dan sebagainya. Kemudian untuk bahan yang digunakan lebih variatif, tidak melulu dari kristal kaca. Selain itu jika lampu gantung biasa bisa hanya terdiri dari satu lampu saja, namun untuk chandelier biasanya sering menggunakan lampu pijar ukuran kecil namun dengan jumlah yang banyak.

Sebelum masuk jaman modern, chandelier lebih sering dipakai sebagai tempat untuk meletakan lampu dari lilin yang ditarun di langit-langit atau plafon. Tapi setelah mengalami perkembangan jaman, lilin-lilin tersebut diganti menggunakan lampu pijar ukuran kecil yang sinarnya dibuat tamaran sehingga bentuk cahayanya tetap seperti lilin.

Sebagaimana yang diulas okezone, sebenarnya chandelier punya bentuk, tipe, warna dan ukuran yang bermacam-macam. Tapi hingga saat ini yang paling terkenal dan populer sekaligus paling sering digunakan adalah chandelier yang terbuat dari bahan kristal.

Selain itu sebenarnya masih ada beberapa jenis chandelier lain yang diantaranya adalah beaded and shell. Bentuknya hampur mirip dengan chandelier dari kristal namun diberi tambahan berupa hiasan yang bentuknya seperti mutiara. Hiasan mutiara ini berfungsi sebagai detail ornament.

Adalagi chandelier yang bentuknya juga seperti kristal tapi sebenarnya terbuat dari kerang dan dilengkapi dengan hiasan dari mutiara. Lampu jenis ini lebih sering diaplikasikan di ruang atau rumah yang menggunakan gaya kontemporer. Keistimewaannya adalah, mutiara yang dijadikan sebagai hiasan bisa memunculkan kilau seperti batu intan yang terkena pancaran sinar.

Hanya saja chandelier yang sering dinamakan chandelier capiz ini lebih sering memunculkan nuansa yang kurang begitu formal. Banyak orang yang melihat jika chandelier jenis ini bobotnya lebih ringan. Namun sebenarnya bobotnya justru lebih berat dan jika tidak dipasang pada tiang yang benar-benar kuat bisa menimbulkan resiko bahaya.

Kemudian ada lagi chandelier yang menggunakan bahan metal dan diberi hiasan yang bentuknya menjuntai dan arahnya menuju cahaya yang muncul dari lampu. Hiasan tersebut ada yang punya bentuk seperti huruf ‘S' namun ada yang melengkung menyerupai kurva. Untuk gaya yang lebih modern, hiasanya berbentuk geometris. Sedangkan finishingnya memakai bahan kuningan, besi tempat atau nikel poles.

Lalu ada lagi mission chandelier yang gayanya lebih artistic. Kesan artistik ini dimunculkan dari hiasan yang terbuat dari metal serta stained glass atau kaca warna. Chandelier ini sangat cocok bila diaplikasi pada ruang yang menerapkan gaya art deco. Selain itu mission chandelier rumah ibadah terutama gereja juga sering menggunakannya. Kelebihan dari lampu chandelier jenis ini adalah punya karakter yang sangat kuat.

Sementara itu masih ada chandelier yang dinamakan chandelier antler. Sama dengan nama yang diberikkan, bahan untuk membuat chandelier memang berasal dari tanduk binatang ruasa. Jika ingin tampilan yang unik, lampu gantung jenis ini bisa dijadikan sebagai pilihan utama. Namun sayang sekali, chandelier antler saat ini jarang ada yang menjualnya sebab binatang rusa sendiri merupakan jenis hewan yang dilindungi.

Jenis chandelier yang terakhir yaitu chandelier candle, merupakan bentuk asli dari chandelier asli ketika belum ada perkembangan model. Bahan yang dipakai untuk membuatnya bisa dari metal, chrome atau krital. Chandelier jenis ini dilengkapi dengan hiasan seperti mangkuk yang punya fungsi sebagai tempat untuk meletakan lampu. Namun pada jaman duku mangkuk ini berfungsi sebagai tempat peletakan lilin.

Sumber gambar : http://homienice.com

 

Artikel Lainnya :