Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Merawat Tanaman Rambat

Teknik Merawat Tanaman Rambat
Tanaman rambat memang bisa membuat tampilan taman menjadi lebih indah dan menarik. Tapi jenis tanaman ini juga butuh perawatan khusus yang metodenya sedikit berbeda dengan tanaman lainnya. Karena tanaman rambat juga punya karakter yang tidak sama. Tanaman rambat biasanya tidak berkayu. Jikapun berkayu, maka kayu tersebut sifatnya juga tidak terlalu keras tapi lunak. Sedangkan arah tumbuhnya bisa mendatar atau naik ke atas.

Berikut ini ada beberapa tips dan teknik merawat tanaman rambat. Pertama sebelum membeli, kenali lebih dulu apakah tanaman ini hanya dapat tumbuh di dataran rendah atau dataran tinggi saja. Sehingga pemilihannya bisa disesuaikan dengan lokasi dimana rumah kita berada.

Selain itu juga harus diketahui apabila tanaman rambat yang tumbuh di dataran tinggi biasanya tidak membutuhkan sinar matahari yang terlalu banyak, sehingga harus diletakan pada tempat yang lebih teduh. Sedangkan tanaman yang tumbuh di dataran rendah bisa diletakan dimana saja namun lebih bagus pada lokasi yang bisa mendapat penyinaran cukup.

Selanjutnya perlu diingat juga bila tanaman rambat yang terlalu sering dipangkas dan dipotong batang atau daunnya maka pertumbuhannya akan lebih lebat dan rimbun. Sehingga hal ini harus menjadi bahan pertimbangan juga. Namun pada sisi yang lain, terdapat beberapa tanaman rambat yang justru tidak boleh dipangkas karena bisa mati jika sering dipotong. Sehingga hanya dapat dirapilan saja pada beberapa sisi agar bisa terlihat rapi dan indah.

Sesuai petunjuk yang diberikan property kompas serta beberapa sumber yang lain, agar dapat tumbuh dengan subur, maka tanaman rambat juga perlu diberi pupuk. Tapi sebaiknya memakai jenis pupuk kandang yang dicampur dengan tanah. Kemudian untuk kebutuhan airnya, dapat dilakukan dengan penyiraman satu atau dua kali sehari.

Jika dilakukan satu kali saja, penyiraman sebaiknya dilakukan pada waktu sore. Sebab air tidak akan mudah menguap pada waktu tersebut. Namun jika dilakukan dua kali, bisa kerjakan setiap pagi dan sore. Usahakan penyiraman ini tidak membuat tanah menjadi terlalu basah sebab dapat menimbulkan genangan. Munculnya genangan ini dapat membuat batang tanaman rambat mudah busuk dan akhirnya mati. Jadi harus dijaga agar kondisi tanah tidak mudah lembab.

Bila tanaman ini tidak diletakan pada tanah secara langsung namun dimasukan dalam pot, maka sebaiknya menggunakan pot yang ukurannya besar. Sehingga sistem pertumbuhannya tidak akan terganggu dan bisa berjalan dengan normal karena mendapat ruang tumbuh yang cukup terutama untuk akarnya. Selain itu pot ukuran besar ini jika punya desain dan warna yang menarik dapat menambah nilai estetikan pada tanaman maupun taman tersebut.

Apabila diletakan di tanah secara langsung sebelumnya harus dilakukan pengecekan lebih dahulu tingkat keasaman pada tanah tersebut. Tingkat keasaman yang paling bagus bagi tanaman rambat adalah Ph tujuh. Jika terlalu asam membuat akar mudah busuk, sedangkan jika kurang asam bisa membuat proses pertumbuhannya berjalan kurang maksimal.

Ada kalanya ada beberapa jenis tanaman rambat yang ukuran daunnya sangat kecil tapi ada juga yang berdaun besar. Untuk tanaman rambat yang daunnya berukuran kecil, apabila yang ditanam tidak hanya terdiri dari satu tanaman saja, maka gunakan jarak yang ideal yaitu sekitar duapuluh sentimeter. Namun bila daun tersebut punya ukuran yang lebih besar, gunakanlah ukuran jarak sekitar limpuh sentimeter. Sehingga daun tersebut bisa mendapat tempat tumbuh yang cukup.

Dan sebelum menjadi besar, sebaiknya tanaman rambat harus diatur sedemikian rupa agar arah tumbuhnya nanti bisa sesuai dengan alur yang diinginkan. Sebab jika sudah terlanjur besar, maka proses pengaturan arah tumbuh sulit dilakukan sebab batangnya sudah terlanjur keras.

Sumber gambar : http://www.sunset.com

 

Artikel Lainnya :