Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengecat Lantai Kayu

Mengecat Lantai Kayu
Pada umumnya lantai kayu hanya diberi warna netral atau bening dengan tujuan agar serat pada kayu tersebut bisa terlihat dan menimbukan kesan yang alami. Tapi kadangkala serat kayu tidak selalu memunculkan nuansa yang indah dan menarik. Oleh sebab itu tidak ada salahnya apabila ingin memberi lapisan pada kayu tersebut dengan cat warna.

Namun perlu diketahui jika mengecat lantai kayu itu membutuhkan teknik tersendiri. Menurut houzz yang dirilis ulang oleh kompas, proses pengecatan ini harus diawali dengan menghaluskan lantai menggunakan amplas ukuran 150 grit.

Sebaiknya pengampelasan ini cukup menggunakan tenaga tangan saja. Tujuannya adalah agar kehalusan kayu dapat diatur sehingga tidak terlalu licin namun cat yang akan digunakan untuk memberi warna dan lapisan bisa menempel dengan baik pada permukaan.

Setelah proses pengampelasan selesai dilakukan, pekerjaan berikutnya yaitu membersihkan debu pada kayu yang merupakan kotoran dari serat kayu ketika diamplas. Hilangkan debu itu dengan lap yang dicelupkan pada air. Jika dirasa perlu, pakai juga cairan pembersih khusus lantai kayu. Setelah itu tunggu beberapa saat hingga lantai menjadi kering.

Kayu yang belum diberi lapisan pelindung ini punya sifat dapat menghisap air. Sehingga proses pengeringannya membutuhkan waktu yang agak lama yaitu sekitar dua hari dan lebih lama hasil pengeringan akan semakin sempurna. Apabila kondisi kayu masih basah dan lembab, hal ini bisa menyebabkan hasil pengecatan tidak bagus dan bergelombang.

Setelah kondisinya sudah benar-benar kering dan tidak lembab lagi, barulah proses pengecatan bisa dilakukan. Untuk cat dasar, pilihlah car yang menggunakan bahan dari minyak karena dapat menutup serat pada permukaan kayu. Pilihan alternatif lainnya yaitu cat yang yang terbuat dari bahan lateks. Namun jika sudah menggunakan cat berbahan lateks maka cat warnanya juga harus menggunakan jenis yang sama. Demikian pula bila memilih cat dari minyak.

Bila proses pekerjaan pengecatan dasar ini rampung, tunggu lagi selama kurang lebih satu hari agar cat tersebut benar-benar kering. Khusus untuk cat dari bahan lateks, proses pengeringannya membutuhkan waktu yang lebih lama lagi, tidak cukup hanya satu hari saja.

Jika cat dasar sudah kering, haluskan lagi menggunakan amplas ukuran 220 grit dan selanjutnya dibersihkan kembali. Namun pembersihan debu kali ini tidak menggunakan lap basah lagi tapi cukup lap kering saja. Lebih bagus lagi bila memakai mesin penghisap debu atau vacuum cleaner karena partikel yang ukurannnya sangat kecil bisa ikut terangkat.

Jika memakai lap, jangan memakai lap yang terbuat dari katun. Kertas juga tidak diperbolehkan. Sebab dua bahan ini dapat menimbulkan serat baru pada lantai dan akibatnya hasil pengecatan tidak bagus dan kasar.

Jika sudah bersih dan debu dan kotoran, lantai kayu bisa diberi lapiasn cat warna. Pengecatan ini bisa dilakukan dengan kuas biasa atau roller. Hanya saja disarankan untuk memakai kuas biasa sebab tidak akan memunculkan gelembung udara. Tapi pemakaian alat ini memang butuh waktu yang lebih lama.

Proses pengecatan ini dapat dilakukan beberapa kali hingga merata. Namun sebelum dilakukan pengecatan ulang, sebaiknya harus ditunggu dulu hingga kering minimal satu hari. Setelah proses pengecatan yang kedua kalinya selesai dan sudah kering lagi, langkah berikutnya yaitu memberi lapisan pelindung atau top coat.

Tidak berbeda dengan pengecatan warna, pemberian lapisan ini juga dapat dilakukan hingga dua kali. Bahkan lebih banyak lapisan pelindung, hasil pengecatan akan semakin sempurna dan tahan lama. Namun setiap proses pelapisan harus menunggu lagi dalam jangka waktu yang sama.

Meski semua proses pengecatan pada lantai ini sudah selasai dikerjakan, namun disarankan agar lantai pada ruang ini tidak langsung digunakan. Tunggu paling sedikit selama satu hari sehingga semua lapisan cat bisa menyatu dan kering.

Sumber gambar : http://quakerrose.com

 

Artikel Lainnya :