Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Taman Rumah Kaca

Membuat Taman Rumah Kaca
Lahan yang sempit sebenarnya bukan suatu masalah besar untuk membuat taman. Asal lahan itu masih tersedia, meski ukurannya tidak terlalu besar namun tetap bisa dibuat sebuah taman. Yang terpenting adalah mau kreatif dan terus mencari akal, maka taman tersebut bisa punya tampilan yang tidak kalah menarik dengan taman biasa pada lahan yang luas.

Ada satu jenis taman lagi yang bisa diaplikasikan di lahan kecil atau sempit yaitu taman rumah kaca. Cara membuat taman rumah kaca ini sebenarnya nyaris sama dengan sistem pembuatan taman yang ada di bagian luar rumah atau outdoor. Salah satu yang membedakannya hanya ada pada sistem pengontrolan suhunya. Sebab meski lokasinya di luar ruang namun taman ini berada dalam ruang yang hampir semua elementnya terbuat dari bahan kaca bening.

Sebagaimana diketahui, setiap jenis tanaman yang sedang tumbuh membutuhkan suhu yang tidak selalu sama. Ada jenis tanaman yang perlu suhu lebih rendah namun sebaliknya ada tanaman lain yang justru membutuhkan suhu atau kelembaban lebih tinggi.

Hal yang sama juga terjadi pada kebutuhan sinar matahari atau pencahayaannya. Jadi pemilihan lokasi untuk membuat taman rumah kaca ini memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan begitu saja. Perhitungan tentang arah datangnya sinar matahari serta perubahan letaknya ketika ada pergantian waktu atau musim harus dibuatkan perhitungan dengan cermat. Sebab masalah ini punya pengaruh yang sangat besar terhadap jenis tanaman yang dipilih.

Jika pemilihan lokasi ini sudah ditentukan, sesuai dengan ulasan yang diberikan iderumah, jenis pekerjaan berikutnya yaitu membuat sistem ventilasi yang baik sehingga tanaman yang berada di dalam rumah kaca ini bisa tumbuh dan berkembang secara normal dan baik. Yang dimaksudkan dengan ventilasi di sini bukan hanya jendela saja namun juga pintu.

Agar sirkulasi udara bisa berjalan dengan normal sekaligus proses pertumbuhan tanaman tidak terganggu, sebaiknya pintu dan jendela ini terus dibuka pada waktu pagi dan siang hari. Setelah waktu beranjak sore atau malam pintu dan jendela bisa ditutup kembali.

Bagian lain yang juga menjadi kebutuhan utama dari tanaman baik yang ada di luar atau dalam taman rumah kaca adalah air. Tapi perlu dipahami jika tanaman di taman rumah kaca tidak bisa mendapat air yang berada dalam tanah melalui akar-akarnya. Namun saat ini untuk mengatasi hal tersebut sudah ditemukan teknologi baru untuk sistem penyiraman pada rumah kaca.

Hampir semua toko tanaman terutama yang berada di kota-kota besar sudah menyedikan sistem atau alat untuk melakukan penyiraman pada taman rumah kaca. Tanyakan masalah sistem untuk irigasi air ini pada penjualnya. Namun jika alat tersebut belum tersedia maka penyiraman dapat dilakukan dengan cara manual saja. Asal mengerti kebutuhan air setiap jenis tanaman tentu hal ini bukan merupakan suatu masalah besar.

Karena taman rumah kaca semua elementnya juga menggunakan bahan kaca, maka pemilihan bahan ini juga menjadi perhatian utama. Karena berada diluar ruang dan di sepanjang hari selalu terkena pancaran sinar matahari atau air hujan, maka kaca yang dipakai harus punya sifat yang tidak mudah mengalami pemuaian dan penyusutan. Dan tentu saja harus lebih tebal minimal satu sentimeter agar tidak mudah retak apalagi pecah.

Jika ingin cara yang lebih praktis, saat ini sudah ada produsen yang membuat taman rumah kaca dalam bentuk yang sudah jadi. Sehingga kita tinggal merakit dan memasangnya saja. Bentuk dan ukurannya ada bermacam-macam tinggal disesuaikan dengan selera atau ketersidaan luas tanah yang ada. Namun tentu saja, dibanding dengan membuat sendiri harganya jauh lebih mahal.

Sumber gambar : http://mygreenhouseplans.com

 

Artikel Lainnya :