Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memilih dan Merawat Pompa Air

Memilih dan Merawat Pompa Air
Mesin menyedot air atau sering disebut dengan pompa air adalah salah satu alat di rumah yang punya fungsi sangat vital meski bukan merupakan bagian dari sebuah media untuk menciptakan keindahan. Sebab dengan adanya pompa segala kegiatan yang membutuhkan air bisa dilakukan dengan lancar. Misalnya mandi, masak, menyiram tanaman, mencuci baju atau mobil serta yang lainnya. Jika tidak ada pompa maka air juga tidak bisa dikeluarkan dari dalam tanah.

Oleh karena terus digunakan setiap hari maka ketika membeli mesin ini harus dilakukan secara hati-hati. Terutama sekali yang berkaitan dengan kualitas serta spesifikasinya. Seperti petunjuk yang diberikan oleh blog cara memilih, sebelum membeli mesin pompa air sebaiknya cek lebih dulu sumber air yang adakan digunakan. Apakah dari penampungan, sumur bur atau sumur gali dan sebagainya. Ini berkaitan dengan jenis pompa yang akan dipilih apakah cocok atau tidak.

Selanjutnya lakukan pengecekan juga pada ukuran permukaan air dengan pompa. Pengecekan ini berhubungan dengan pemilihan daya hisap mesin pompa terhadap air. Sebab jenis mesin pompa juga bisa dibedakan apakah daya hisapnya tinggi atau rendah. Seperti duabelas, empatbelas atau enambelas meter dan seterusnya.

Jarak permukaan air bisa ditanyakan pada ahli atau tukang sumur yang sudah punya pengalaman. Pada umumnya mereka menggunakan alat paku yang diikat dengan tali lalu diturunkan sampai ke dalam sumur kemudian tali tersebut diukur panjangnya. Ini untuk sumur gali. Sedang untuk sumur bor tinggal menghitung saja ukuran pipa yang bisa dimasukan ke dalamnya.

Tapi perlu diketahui, ukuran ini antara musim hujan dan musim panas sering berbeda. Sehingga pemilihan mesin pompa sebaiknya disesuaikan dengan ukuran ketika musim panas. Alasannya karena pada musim panas tersebut permukaan air menjadi turun dan jarak dengan mesin pompa menjadi jauh. Ukuran jauh inilah yang dijadikan sebagai patokan.

Perlu dipahami juga jika ada mesin pompa yang dinyatakan daya hisapnya sampai tujuh meter, maksud dari daya hisap tersebut adalah maksimalnya. Misalnya jika jarak permukaan air dengan mesin pompa adalah tujuh meter, pilih yang daya hisapnya sekitar sembilan meter. Jadi ukuran daya hisapnya harus lebih tinggi dari permukaan air. Selain daya hisap, teliti juga daya dorong pompa tersebut.

Kemudian untuk daya listriknya, pasti semua sudah tahu jika pompa air yang baik adalah yang tidak menggunakan daya listrik tinggi. Biasanya ketika mulai dinyalakan, mesin pompa air butuh daya listrik yang lebih tinggi dibanding ketika sudah dijalankan. Hal lain yang harus dipahami, contohnya jika daya hisap mesin tersebut misalnya tujuh meter, ini tidak berhubungan dengan daya listrik yang dibutuhkan pada suatu merk. Apakah 200 atau 125 watt, daya hisap tersebut sama saja.

Setelah itu lakukan pengecekan terhadap harga dan kualitas serta garansi. Pilih pompa air yang terbuat dari bahan anti karat seperti stainless stell dan lainnya. Karat yang muncul berpengaruh terhadap kekuatan kerja mesin dan keawetannya. Dan lebih bagus lagi apabila pompa air tersebut juga diberi kartu garansi. Baru setelah itu lakukan perbandingan harga.

Selanjutnya untuk merawat pompa air salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah jangan menaruh steker lebih dari dua buah pada stop kontak yang digunakan untuk menyalakan mesin pompa. Steker yang terlalu banyak bisa menyebabkan aliran listrik menjadi cepat panas dan bisa menimbulkan kebakaran. Selain itu jangan menghidupkan mesin apabila tidak ada air sebab bisa membuat pompa menjadi cepat rusak dan tidak awet.

Kemudian lokasi yang digunakan untuk meletakan pompa harus berada di tempat yang teduh dan tidak boleh terkena pancaran sinar matahari atau siraman air hujan secara langsung. Usahakan agar mesin pompa ini tidak bisa terendam oleh air, kecuali mesin pompa yang jenisnya memang rendaman.

Sumber gambar : http://www.directindustry.com

 

Artikel Lainnya :