Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penggunaan Atap Baja Ringan

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penggunaan Atap Baja Ringan
Saat pertama kali ditemukan teknologi atap baja ringan lebih sering diaplikasikan pada bangunan ukuran besar saja. Namun saat ini penggunaan atap dari bahan ini juga diaplikasikan pada rumah hunian. Bahkan beberapa pengembang perumahan juga lebih tertarik memilihnya dengan alasan harga kayu semakin mahal sementara kualitasnya justru kurang bagus.

Namun sayangnya perkembangan yang sangat menggembirakan ini tidak disertai dengan sistem pemasangan yang baik dan sempurnya. Kendalanya bukan terletak pada atap baja itu sendiri tapi pada sumber daya manusianya. Banyak yang tidak menyadari terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan atap baja ringan.

Sebagaimana yang diulas tabloid rumah, kesalahan tersebut antara lain terjadi di bagian dudukan rangka. Apabila dudukan tersebut miring, maka akibatnya adalah kekuatan tekan pada baja jadi kurang seimbang. Lama kelamaan hal ini berpengaruh pada konstruksi. Efek yang muncul adalah atap bisa ambruk atau jatuh.

Kesalahan lain yaitu teknik pemasangan. Perlu diketahui, pemasangan atap basa merupakan satu sistem yang menyatu meski terdiri dari beberapa element. Jadi tidak ada bagian yang bisa berdiri sendiri. Oleh sebab itu sebelum dipasang sebaiknya dibuat gambar kerja dan memperhitungkan kekuatan beban serta kualitas baja itu sendiri. Dan tidak kalah penting harus dipasang oleh orang yang benar-benar sudah ahli.

Seorang pemasang atap baja selalu punya sertifikat khusus. Biasanya orang ini mampu membuat perhitungan memakai sistem tiga dimensi kemudian menjadikan atap yang dipasang sebagai satu kesatuan yang utuh. Sebab jika ada satu bagian yang tidak dipasang secara tepat akibatnya sistem struktur yang lain menjadi lemah.

Banyak orang yang lebih tertarik memilih bahan yang harganya lebih murah namun tidak pernah memperhitungkan kualitasnya. Hal ini juga merupakan suatu kesalahan yang sangat fatal. Jangan pernah lupa jika atap itu posisinya ada di bagian atas. Jika bahan yang dipakai kualitasnya tidak terjamin, bukan hanya resiko rusak dan tidak awet saja yang akan muncul. Tapi juga keselamatan orang yang ada di dalam rumah bisa menjadi taruhan yang tidak seimbang.

Hal lain yang juga sering dilupakan adalah beban yang terlalu berat dan belebihan. Orang sering lupa jika konstruksi atap juga harus menanggung beban berat dari beberapa element yang berada dalam ruang. Misalnya lampu gantung, mesin untuk memanaskan maupun benda apa saja yang bobotnya cukup berat dan mengandalkan kekuatan rangka atap. Jangan pandang remeh masalah ini karena akibatnya juga menjadikan atap runtuh jika tidak kuat menahan beban tersebut.

Baja punya kelebihan yaitu anti karat namun dengan catatan jika lapisan anti karat tersebut tidak hilang. Salah satu penyebab utama dari hilangnya lapisan anti karat ini yaitu karena mengelupas terutama ketika genteng dipasang. Oleh sebab itu pemasangan genting harus dapat menghindari terjadinya benturan pada kerangka baja. Benturan yang terlalu sering inilah yang menyebabkan lapisan anti karang hilang.

Perlu disadari pula, daerah yang berada di pegunungan dan pantai punya pengaruh yang cukup besar pada umur penggunaan atap baja. Sebab hal ini berhubungan dengan tingkat korusi yang muncul karena pengaruh air laut yang asin. Jika atap baja di pegunungan umur penggunaannya bisa mencapai sekitar duapuluh tahun, namun untuk daerah laut hanya sekitar sepuluh tahun saja. Jadi harus ada persiapan sebelumnya.

Selanjutnya apabila musim hujan sudah datang, bukan merupakan hal yang aneh lagi jika ada beberapa bagian atap yang mengalami kebocoran. Jika ini terjadi harus segera ditangani secepat mungkin. Sebab meski sudah diberi lapisan anti karat, namun jika terus menerus terkena siraman air baja tetap bisa rusak atau berkarat.

Sumber gambar : http://kisssonicboom.com

 

Artikel Lainnya :