Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Konsep Desain Striped Untuk Interior

Mengenal Konsep Desain Striped Untuk Interior
Pola atau corak dan motif garis-garis ternyata dapat dijadikan sebagai konsep untuk menciptakan tampilan ruang dan interior agar terlihat lebih unik dan menarik. Di luar negeri konsep seperti ini dinamakan dengan desain striped. Meski di Indonesia belum begitu populer, tapi di sana sudah banyak yang mengaplikasikannya.

Yang dimaksud dengan desain striped adalah motif atau corak garis-garis yang terdiri dari dua macam warna atau lebih dan disusun secara berjajar. Jika merasa kurang memahami bisa dilihat contohnya pada gambar di samping. Tidak beda jauh dengan desain ombre atau polkadot yang pernah juga diulas dalam situs ini, konsep seperti ini pertama kali juga diaplikasikan pada jenis pakaian namun dalam perkembangan selanjukan kemudian di terapkan pada ruang atau interior.

Konsep desain striped ini bisa diaplikasikan pada dinding, lantai, plafon dan komponen lain di ruang tersebut. Selain itu beberapa jenis perabot seperti meja, kursi, tempat tidur maupun yang lainnya juga bisa diberi motif dan corak yang sama.

Khusus bagian dinding, salah satu kelebihan utama dari konsep desain striped untuk interior yaitu bisa menghadirkan kesan yang berbeda dari ukuran sebenarnya suatu ruang. Contoh yang paling mudah adalah, jika ukuran ruang tersebut kecil atau sempit, maka motif striped atau garis-garis dapat dibuat secara horizontal. Dengan cara seperti ini ruang akan terlihat lebih lega dan luas

Kemudian apabila ukuran ruang tersebut terlalu pendek, maka desain striped bisa diaplikasikan dengan sistem vertikal, maka ruang itu akan terlihat lebih tinggi dan jangkung. Hanya saja perlu diperhatikan, dua konsep ini apabila diaplikasikan juga bisa menimbulkan efek yang sifatnya terbalik.

Maksudnya jika dibuat secara horizontal selain menimbulkan kesan yang lebih luas namun pada sisi yang lain juga dapat membuat ruang tersebut terlihat lebih pendak. Hal yang sama juga dapat terjadi pada susunan garis vertikal. Ruang bisa terlihat lebih tinggi namun ukuran luasnya bisa menjadi terlihat lebih sempit.

Oleh sebab itu untuk aplikasi pada dinding jika ukuran ruangnya kecil dan ingin memunculkan kesan yang lebih besar atau luas namun ukuran ketinggiannya tidak terlalu jangkung sebaiknya motif striped ini tidak perlu diaplikasikan pada semua bagian dinding. Namun cukup pada salah satu sisi atau dua sisi yang letaknya saling berhadapan. Hal yang sama juga dilakukan pada ruang yang ukurannya tidak begitu luas namun ingin memunculkan kesan yang lebih tinggi.

Perubahan pandangan ini juga bisa terjadi pada lantai, plafon maupun element lainnya. Kesan yang nantinya bisa berubah ini harus diperhitungkan sebelumnya dengan cermat. Adapun cara yang bisa dilakukan selain hanya menerapkan corak striped di bagian tertentu saja, dapat melalui cara yang lain.

Salah satunya adalah menerapkan ukuran lebar garis. Perlu diketahui semakin kecil atau semakin rapat pola garis tersebut dibuat maka efek yang timbul juga akan semakin besar. Dari sinilah kita bisa memperkirakan ukuran lebar garis yang ingin diciptakan. Sehingga efek yang muncul dapat ditentukan besarannya.

Demikian pula dengan penggunaan dan pemilihan warna. Jika memilih paduan warna terang, hal ini bisa menimbulkan kesan yang lebih lega dan luas. Sedangkan warna yang sifatnya cenderung gelap akan menghadirkan kesan yang agak sempit.

Lalu untuk aplikasi pada perabot juga harus mempertimbangkan masalah ini. Jangan sampai ada kesan yang saling bertubrukan. Pemakaian warnanya meski bisa mengaplikasikan beberapa jenis tapi sebaiknya dibatasi, jangan terlalu banyak menggunakan paduan warna karena dapat muncul kesan yang terlalu ramai dan ruang terlihat padat. Bukannya terlihat indah, ruang menjadi tidak nyaman untuk ditempati.

Sumber gambar : http://archzine.com

 

Artikel Lainnya :