Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membeli Rumah Lelang

Membeli Rumah Lelang
Membeli rumah dengan sistem lelang di Indonesia memang belum begitu populer. Karena pada umumnya rumah yang dilelang merupakan rumah yang dijual karena pemiliknya punya masalah seperti kredit bank yang macet sehingga pihak bank harus menyitanya, atau rumah yang diduga pemiliknya melakukan tindak kejahatan keuangan yang merugikan negara dan sebagainya.

Hal ini sering menimbulkan kesan seakan-akan bangunan tersebut tidak aman untuk dibeli. Tapi perlu diketahui, pihak yang menjual atau melelang bangunan tersebut adalah pihak bank maupun instansi resmi pemerintah. Sehingga keabsahan kepemilikan rumah tersebut justru lebih terjamin. Sebab yang punya masalah adalah pemiliknya, bukan pada keberadaan bangunan rumah tersebut.

Salah satu keuntungan yang bisa diperoleh apabila membeli rumah lelang adalah dapat harga yang lebih murah dibanding dengan harga pasaran. Karena pemilik rumah lama membutuhkan dana secepat mungkin untuk melunasi biaya hutang di bank atau denda yang harus dibayar. Asal harga tersebut sudah sesuai dengan hutang yang perlu dilunasi biasanya pemilik rumah atau bank akan menyetujui harga yang ditawarkan.

Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin membeli rumah melalui cara ini. Pertama yang harus diketahui, pembeli rumah lelang tidak bisa berhubungan secara langsung dengan pemilik. Calon pembeli hanya dapat melakukan hubungan dengan penyelenggara acara lelang.

Penyelenggaraan acara lelang rumah ini biasanya dipublikasikan oleh bank atau penyelenggara lelang yang dapat ijin serta penunjukan dari KPKNL atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Publikasi ini bisa dilakukan melalui beberapa media massa khususnya koran serta pengumuman terbuka yang ditempelkan pada papan informasi kantor tersebut.

Jika ingin mengikuti acara lelang, calon pembeli harus menyediakan uang jaminan yang nilainya antara duapuluh hingga limapuluh persen dari harga taksiran paling rendah pada bangunan atau rumah yang akan dijual tersebut. Apabila tidak memenangkan acara lelang, uang tersebut akan dikembalikan secara penuh. Namun tentu saja dipotong biaya adminitrasi dan sebagainya. Hanya saja nilainya tidak terlalu besar.

Namun jika pembeli berani melakukan penawaran harga tertinggi, secara otomatis dia menjadi pemenang dan harus menyediakan dana untuk melunasi pembayaran rumah tersebut. Biasanya pembayaran ini juga diberi batas waktu tertentu dan apabila tidak bisa melunasi dapat dianggap gugur dan batal mendapatkan rumah tersebut.

Setelah pembayaran ini dilakukan, selanjutnya risalah lelang diberikan kepada pembeli tersebut. Yang dimaksud dengan risalah adalah semacam akta jual beli rumah yang bisa digunakan untuk mengurus perubahan nama pemilik pada sertifikat. Selain itu surat risalah ini juga dapat dipakai untuk melakukan pembayaran BPHTB atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, yaitu pajak transaksi pembelian atau penjualan tanah dan bangunan.

Perlu diketahui juga jika pembelian rumah sistem lelang kadangkala memunculkan kewaspadaan lain yang berkaitan dengan urusan hukum lain seperti pemilik rumah mengajukan gugatan balik terhadap bangunan miliknya di pengadilan. Atau dapat juga pemilik tersebut masih menguasai secara fisik tempat tinggalnya. Urusan seperti ini harus diperhatikan secara cermat agar nantinya tidak menimbulkan kerugian.

Jadi sebelum mengikuti acara lelang tersebut sebaiknya kondisi bangunan atau rumah yang ingin dibeli harus dicek lebih dulu. Namun jika sudah berhasil memenangkan pelelangan, pemenang atau pemilik rumah dapat memang bisa mengajukan permintaan pada pengadilan agar pemilik lama segera mengosongkan rumah tersebut.

Pelelangan ini bisa dilakukan melalui dua cara yaitu terbuka dan tertutup. Lelang terbuka adalah penawaran dilakukan secara terbuka sehingga penawar lain bisa mengetahui berapa harga paling tinggi yang diajukan. Sedangkan lelang tertutup hanya penyelenggara lelang saja yang punya hak mengetahui harga penawaran tertinggi sebelum pemenangnya diumumkan. Agar bisa mendapat harga yang pas dan tidak terlalu mahal, lebih baik memilih lelang yang diadakan secara terbuka.

Sumber gambar : http://marketcurator.com

 

Artikel Lainnya :