Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Perawatan Lampu Taman

Teknik Perawatan Lampu Taman
Terdapat satu bagian atau komponen dari taman yang sering kurang mendapat perhatian dalam hal perawatannya yaitu lampu. Padahal tidak berbeda dengan dengan element lainnya, seperti kolam, tanaman, kursi dan sebagainya lampu taman juga perlu mendepat perhatian yang khusus.

Pada umumnya memang lampu yang diletakan di taman memang dibuat secara khusus sehingga punya kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan lampu dalam ruang atau indoor. Meski demikian bukan berarti kita lalu menyepelekannya begitu saja. Sehingga keawetan lampu taman tersebut bisa tetap terjaga dan punya umur pemakaian yang lebih panjang.

Teknik perawatan lampu taman sebenarnya tidak begitu sulit dilakukan. Yang perlu mendapat perhatian justru bukan pada lampunya itu sendiri, namun beberapa komponen yang digunakan untuk meletakan lampu tersebut. Misalnya pada bagian penutup dan kacanya harus dibersihkan setiap hari agar tidak ada debu atau kotoran lain yang menempel di tempat tersebut.

Sebagaimanan petunjuk yang diberikan oleh konsumenguide, bagian lain yang juga harus rajin dibersihkan adalah sistem buka tutupnya. Bukan hanya pada bagian luar, namun bagian yang ada di dalam juga dilap menggunakan kain karena justru pada bagian dalam inilah debu lebih sering mengumpul terutama jika terkena air hujan atau air untuk menyiram tanaman.

Bahkan jika terlambat dibersihkan, kotoran yang basah ini bisa menimbulkan bercak atau noda hitam yang sulit untuk dihilangkan. Jika ini terjadi, pancaran lampu menjadi kurang jelas serta element tersebut terlihat kusam dan tidak sedap dipandang mata. Bukan itu saja, apabila penutup tersebut terbuat dari logam bisa memunculkan jamur atau karat.

Pembersihan ini tidak perlu dilakukan setiap hari. tapi jika sedang musim hujan usahakan bisa menyediakan waktu minimal sekali dalam dua minggu. Untuk penutup lampu berbahan logam, selain dibersihkan sebaiknya juga diberi lapisan yang bersifat anti karat. Pilihlan cat yang dibuat dari bahan minyak karena cat minyak terbukti lebih ampuh terhadap serangan air atau pancaran sinar matahari yang panas.

Namun jika karat tersebut sudah terlanjur muncul cara yang bisa dilakukan adalah mengampelas noda karat tersebut hingga hilang kemudian dilakukan pengecatan ulang. Dan sebelum pekerjaan ini dilakukan, sebaiknya lampu dilepas lebih dulu. Demikian pula penutupnya yang terbuat dari bahan kaca. Jika kaca tersebut dipasang secara permanen dapat ditutup dengan lembaran kertas atau selotip terutama pada bagian pembatasnya agar tidak terkena sapuan cat.

Sedangkan untuk alat pemasangan lampu yang dibuat dari logam lain yang diberi lapisan chrome atau alumunium dan tembaga serta kuningan, memang punya satu kelebihan tidak bisa berkarat. Namun bahan-bahan tersebut lebih mudah kusam dan karena berada di luar ruang. Khusus bahan tembaga dan kuningan, selain kusam juga lebih cepat berjamur.

Agar bahan tersebut bisa mengkilat lagi, gunakan alat pengkilat khusus chrome atau tembaga dan kuningan yang bisa di beli di toko besi atau bahan bangunan. Sebaiknya tembaga dan kuningan juga diberi lapisan anti karat. Perlu diketahui, bukan air saja yang bisa menimbulkan jamur dan kusam. Namun cuaca terutama yang lembab juga menjadi salah satu penyebabnya.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian yaitu sistem aliran listriknya. Biasanya kabel pada lampu taman tidak diletakan di bagian atas namun di taman dalam tanah. Dalam jangka waktu tertentu misalnya tiga atau empat bulan harus dilakukan pengecekan apakah ada sambunngan yang rusak atau putus.

Kerusakan pada kabel aliran listrik ini bisa membuat lampu tidak menyala dengan terang. Tapi yang lebih penting adalah bisa menimbulkan bahaya setrum. Terutama sekali pada waktu musim hujan. Sebab air merupakan media yang bisa mengalirkan arus listrik.

Sumber gambar : http://www.gardenitems.co.uk
Artikel Lainnya :