Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Aplikasi Desain Ombre Pada Interior

Teknik Aplikasi Desain Ombre Pada Interior
Yang dimaksud dengan desain ombre adalah paduan warna yang dimulai dari warna yang paling terang atau hingga yang paling gelap dan tua dan sebaliknya namun tetap terdiri dari satu jenis warna saja. Misalnya dari warna putih, merah muda atau pink, merah terang lalu berlanjut hingga ke merah yang paling gelap.

Dulu konsep penggunaan warna atau desain ombre ini lebih sering diaplikasikan pada pewarnaan makanan atau kue dan rambut untuk tampilan fashion. Namun saat ini konsep desain ombre juga sering diaplikasikan pada baju atau pakaian bahkan tidak ketinggalan pada desain ruang maupun interior.

Teknik aplikasi desain ombre pada interior ini sebenarnya tidak begitu sulit lakukan bahkan bisa dikerjakan sendiri. Apalagi mengingat konsep desain ini bisa diaplikasikan terhadap semua jenis komponen, baik yang melekat secara permanen atau tidak permanen. Yang melekat secara permanen misalnya dinding, langit-langit atau plafon, lantai, pintu, jendela dan sebagainya. Lalu untuk komponen yang tidak melekat secara permanent misalnya perabot meja kursi beserta kain penutupnya atau taplak, lemari, bifet, kain penutup jendela atau korden dan sebagainya.

Contoh desain ombre yang dipalikasi pada ruang bisa dilihat pada gambar. Salah satu penyekat dinding yang terdiri dari beberapa bagian diberi warna merah namun berbeda-beda lalu ditata secara berurutan sebagaimana yang telah diterangkan di bagian atas dari artikel ini.

Konsep penggunaan warna ombre ini bisa diaplikasikan pada komponen ruang interior lainnya. Dan warna yang dipilih tidak harus selalu merah. Bisa saja memilih warna yang berbeda seperti coklat terang hingga coklat tua, biru, hijau, kuning dan sebagainya.

Contoh yang dimuat pada gambar tersebut merupakan pekerjaan yang sangat mudah dilakukan, karena setiap bidang atau bagian warna yang bebeda-beda tersebut juga berada pada bidang yang tidak sama. Namun bagaimana jika hal ini diaplikasikan pada dinding permanent. Teknik seperti ini memang membutuhkan ketelitian dan ketrampilan tersendiri yang tidak semua orang mampu melakukannya bahkan seorang ahli atau tukang cat sekalipun.

Untuk melakukan tugas ini dapat minta tolong pada tukang gambar atau tukang lukis. Mereka pada umumnya punya keahlian untuk mengerjakan pencampuran warna yang bisa menghasilkan tampilan gradasi namun dengan konsep ombre.

Kemudian untuk element lain sepert laci, hal ini sangat mudah dilakukan. Caranya tidak terlalu jauh berbeda dengan teknik aplikasi pada penyekat dinding. Masing-masing laci diberi warna yang dimulai dari paling terang hingga gelap. Bagian paling terang bisa diletakan pada posisi di atas atau sebaliknya, tinggal disesuaikan dengan selera dan keinginan saja.

Kemudian untuk kain penutup jendela atau korden, ada dua teknik yang bisa diaplikasikan. Yang pertama adalah memakai beberapa potongan kain yang terdiri dari satu jenis warna namun punya nilai terang maupun gelap yang berbeda-beda. Kemudian potongan kain ini disatukan atau dijahit secara berurutan sesuai dengan konsep atau penataan yang telah ditentukan.

Sedangkan teknik yang kedua, menggunakan bahan pewarna kain atau celup. Teknik ini dapat menghasilkan tampilan kain yang lebih bagus dan terlihat alami. Tapi prosesnya memang agak rumit sebab pencelupan harus dilakukan dengan super hati-hati. Apalagi mengingat bahan yang dipakai punya kandungan kimia yang cukup tinggi. Jika tidak memahami cara penggunaannya secara baik dan benar bisa menimbulkan bahaya.

Dua teknik pewarnaan pada kain ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada kain penutup jendela dan korden sama, namun juga bisa diterapkan pada komponen interior yang lain. Misalnya kain taplak meja, kain sprei pada kasur untuk tidur berikut dengan bantal dan gulingnya, bantal duduk pada kursi dan sebagainya.

Sumber gambar : http://www.decoist.com

 

Artikel Lainnya :