Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbandingan Meja Bundar dan Kotak Pada Ruang Makan

Perbandingan Meja Bundar dan Kotak Pada Ruang Makan
Secara garis besar, bentuk meja yang dipasang di ruang makan ada dua jenis. Yang pertama yaitu yang bentuknya bundar atau oval dan lonjong, kemudian yang kedua adalah kotak atau persegi. Meski terlihat sederhana, namun dua bentuk bundar dan kotak ini sebenarnya punya perbedaan yang cukup signifikan jika diletakan di ruang makan.

Berikut ini akan kita ulas perbandingan meja bundar dan kota pada ruang makan tersebut. Perlu diketahui sebelumnya, meja atau tempat makan harus diusakan pada bagian tengah pada suatu ruangan. Lalu kursi diletakan secara berjejer dengan posisi mengelilingi meja tersebut.

Jika ada belum mengetahui, tujuan utama dari penggunaan konsep ini adalah agar ketika sedang menyantap atau menikmati sajian makanan, dapat tercipta suasana yang lebih akrab karena posisi duduknya saling berdekatan. Namun jika tidak berdekatan, mereka tetap bisa saling ngobrol dan berbincang terutama pada orang yang berposisi saling berhadapan.

Tapi peletakan meja yang ada di bagian tengah ruang ini tidak bisa selalu diterapkan. Ada alasan tertentu yang mengharuskan meja diletakan pada bagian pinggir, melekat atau berdempetan pada dinding. Alasan utamanya adalah karena ukuran ruang yang tidak terlalu luas sehingga apabila meja makan diletakan di bagian tengah hal ini bisa membuat suasana ruang terlihat makin sempit dan sesak serta padat.

Lalu apa hubungan ukuran luas ruang dengan bentuk meja yang bundar dan kotak?. Yang pasti adalah, meja yang bentuknya bundar tidak bisa diletakan pada bagian pinggir ruang apalagi pada bagian pojok. Jika ini dipaksakan tentu tampilannya terlihat sangat kurang serasi dan matching. Meja yang bentuknya bundar memang hanya pantas dan cocok jika diletakan pada bagian tengah saja.

Berbeda dengan meja yang bentuknya persegi atau panjang, bisa diletakan pada posisi di tengah ruang maupun di pinggir atau di bagian pojok. Semua posisi ini tidak akan menimbulkan satu masalah sedikitpun terutama yang berkaitan dengan keindahan atau keserasian penataan ruang, asal diatur dengan konsep yang baik dan benar. Ini merupakan perbedaan utama dari penggunaan meja yang bentuknya bundar dan kotak.

Perbedaan lainnya adalah apabila ditinjau dari pemakaian bahan terutama untuk meja kayu meski punya ukuran maupun dimensi yang sama tapi meja bundar lebih sering membutuhkan material yang lebih banyak. Karena ada beberapa bagian dari kayu tersebut yang harus terbuang namun tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sedangkan meja persegi atau kota, sisa kayu yang terbuang hanya sedikit saja.

Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap biaya atau dana yang harus dikeluarkan untuk membuat perabot ini. Belum lagi jika menghitung waktu yang diperlukan karena proses pengerjaan meja bundar atau oval lebih rumit dan sulit dibanding dengan meja berbentuk kotak, sehingga waktu yang dibutuhkan juga lebih lama.

Hanya saja jika dilihat dari fungsinya untuk menjalin keakraban sebagaimana yang telah diulas di bagian atas, memang meja bundar lebih mampu menjalankan kegunaan tersebut secara lebih maksimal dibanding dengan meja yang berbentuk kotak dan persegi panjang.

Tapi perlu diperhatikan juga meja yang bentuknya bundar tidak dapat dibuat dalam ukuran yang terlalu besar sebab hal ini akan membutuhkan tempat yang besar pula. Meja bundar ini sebaiknya dimodifikasi menjadi meja bentuk oval atau lonjong. Jadi konsep penataan kursinya nanti tidak berbeda jauh dengan meja persegi panjang.

Dari sinilah kita dapat mengetahui jika ruang makan yang tersedia ukurannya tidak terlalu luas, maka sebaiknya menggunakan meja yang bentuknya kotak atau persegi saja meski posisinya ada di tengah. Tapi untuk ruang yang lebih besar, bisa memilih kedua bentuk ini, tinggal disesuaikan dengan selera penghuni.

sumber gambar : http://www.johnnyjanosik.com

 

Artikel Lainnya :