Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menggunakan Batu Alam Untuk Membuat Fasad

Menggunakan Batu Alam Untuk Membuat Fasad
Batu alam memang selalu mampu memunculkan kesan yang alami dan membuat tampilan rumah terlihat semakin cantik dan indah. Oleh karena itu banyak yang tertarik untuk mengaplikasikan material ini di beberapa bagian termasuk fasad. Tapi tidak berbeda jauh dengan element lainnya, menggunakan batu alam untuk membuat fasad juga membutuhkan teknik tersendiri.

Pertama yang perlu diperhatikan adalah, batu alam ini dipakai untuk tempelan lapisan luar atau finishingnya. Jadi batu alam tidak digunakan untuk membuat dinding. Selain itu batu alam yang dipakai untuk memperindah tampilan fasad tidak boleh sembaranan. Menurut tabloidrumah, hal utama yang perlu dilakukan yaitu mengetahui karakterisitik agar bisa disesuaikan dengan konsep dan desainnya.

Ada lima jenis batu alam yang bisa dipakai untuk membuat dinding fasad yaitu batu paras, candi, andesit dan lempeng kali serta marmer. Masing-masing dari batu ini punya karakter sendiri yang berbeda-beda. Batu paras punya sifat lebih mudah melakukan penyerapan air sebab punya pori-pori atau lubang yang besar. Warnanya cenderung terang seperti hijau, putih, coklat atau kuning. Batu paras ini punya tekstur yang halus.

Kemudian untuk batu candi, selain punya pori-pori yang besar dan sangat mudah menghisap air, tampilan teksturnya telihat lebih kasar. Selain itu warnanya cenderung gelap. Sedang batu jenis andesit, punya warna yang gelap dan sifatnya agak keras. Ukuran pori-porinya lebih padat tapi juga kecil sehingga tidak terlalu mudah menyerap air. kebanyakan warnanya cenderung gelap.

Lalu untuk batu lempeng kali, warnanya lebih gelap dan ukuran pori-porinya lebih kecil. Batu ini punya tekstur yang lebih keras. Batu terakhir yaitu marmer, merupakan batu alam yang sifatnya paling keras dan pori-porinya juga paling padat dan kecil. Jadi air tidak bisa menyerap dengan mudah. Warnanya cenderung terang sepeti krem, abu-abu, broken white dan sebagainya. Karena punya kualitas yang paling bagus, batu marmer harganya juga paling mahal diantara jenis batu alam yang lain.

Yang perlu diingat dari pemilihan batu alam ini yaitu, selain mudah menyerap air batu alam yang ukuran pori-porinya besar juga lebih gampang kena serangan lumut. Oleh karena itu harus diberi lapisan atau coating untuk menghindari masalah itu. Bukan itu saja, apabila warnanya cenderung terang maka jika ada kotoran yang menempel akan lebih mudah terlihat dan pembersihan harus sering dilakukan.

Selain itu pemakaian batu alam yang diaplikasikan pada fasad ini tidak boleh membuat tampilan menjadi kurang serasi. Agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya batu alam tersebut hanya dijadikan sebagai aksen tambahan saja. Jadi bukan merupakan komponen utama yang jadi dominan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan perbandingan yang tidak boleh lebih dari 40 persen dari keseluruhan bagian dinding fasad.

Sistem peletakannya sebainya bersifat mengelompok di satu tempat atau bidang saja, tidak perlu menyebar ke beberapa titik. Jika batu alam diletakan pada bagian tengah, maka hanya bagian itu saja yang ditutup dengan material tersebut. Sedangkan bagian yang lain cukup dibuatkan dinding biasa yang diberi lapisan aci atau cat untuk finishingnya.

Adapun teknik pemasangannya, tidak berbeda dengan teknik pemasangan keramik. Jadi sebelum dipasang harus direndam dulu dalam air. lalu batu alam ditempelkan pada dinding menggunakan adonan semen dan pasir. Namun disarankan agar bisa mendapat hasil yang terbaik, adonan pasir dan semen ini digantui dengan semen instan atau semen khusus sehingga batu alam bisa melekat lebih erat.

Setelah semua batu terpasang dengan baik dan sempurna, jangan menunda untuk membersihkan bagian permukaan dari adonan semen yang masih menempel. Selanjutnya dinding fasad ini bisa diberi lapisan coating.

Sumber batu alam : http://newjerseymasonry.com

 

Artikel Lainnya :