Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Melakukan Renovasi Berdasarkan Usia Bangunan

Melakukan Renovasi Berdasarkan Usia Bangunan
Salah satu cara untuk memperbaiki bangunan rumah adalah melakukan renovasi. Sebab dengan cara inilah bangunan rumah tetap bisa berdiri dengan baik dan digunakan sebagai tempat hunian yang nyaman. Tapi perlu diketahui, kegiatan pelaksanaan renovasi tidak boleh dilakukan begitu saja. Sebab harus dilihat dulu bagian mana yang rusak dan perlu mendapat prioritas diperbaiki.

Dan yang tidak kalah penting yaitu, perbaikan atau renovasi juga harus mempertimbangkan usia bangunan itu sendiri. Perlu diketahui, apabila kerusakan bangunan yang umurnya masih satu atau dua tahun tentu berbeda kondisinya dengan rumah yang usianya sudah sepeluh tahun atau lebih. Hal ini punya kaitan yang sangat erat dengan perhitungan biaya dan dana yang harus disediakan.

Kegiatan melakukan renovasi berdasarkan usia bangunan ini dapat dibagi menjadi beberapa golongan. Menurut situs property kompas, golongan pertama yaitu yang usia bangunannya masih lima satu dan dibawahnya. Karena belum begitu lama kerusakan yang paling sering terjadi hanya pada tampilannya saja yang disebabkan oleh pancaran sinar matahari atau air hujan yang secara terus menerus mengguyur bangunan tersebut.

Jenis perbaikan yang paling umum dilakukan misalnya melakukan pengecatan ulang terutama di bagian luar atau ekseterior, seperti dinding, fasad dan sebagainya. Selain itu bisa juga dilakukan pengecekan pada bagian atap apabila terjadi kebocoran atau ada beberapa bagian genteng yang mesti diganti.

Sedangkan untuk bangunan yang usianya antara lima hingga sepuluh tahun, jenis kerusakan yang muncul mulai agak melebar. Selain bagian luar, warna cat bagian dalam atau interior juga mulai terlihat kusam sehingga pengecatan harus diulang pula.

Selain itu masalah pada bagian atap juga tidak hanya terjadi karena kebocoran atau genteng yang rusak saja, namun bisa melebar pada bagian sambungan serta dinding. Pengecekan dan perbaikan juga bisa dilakukan pada bagian plafon yang biasanya menjadikan air hujan jadi merembes. Hal yang sama perlu juga dilakukan pada beberapa bagian jendela dan pintu terutama engselnya.

Selanjutnya untuk bangunan yang usia atau umurnya berkisar antara sepuluh hingga limabelas tahun, renovasi dan perbaikan harus dilakukan secara lebih luas dan mendalam lagi. Pada usia ini bagian yang perlu diperiksa adalah berbagai macam komponen bangunan yang memakai bahan dari kayu. Sebab pada saat ini kualitas kayu sudah mengalami penurunan.

Ada beberapa bagian yang keropos karena dimakan rayap atau terkena serangan jamur atau air hujan. Lalu ada kayu lain mengalami perubahan bentuk, pergeseran tempat, penyusutan maupun perubahan lain yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan suhu udara. Jika ada yang rusak tentu harus diperbaiki atau diganti secepatnya dengan kayu yang baru agar kerusakan tersebut tidak menimbulkan kerusakan komponen lain disekitarnya. Sebaiknya jenis dan ukuran kayu baru ini dipilih yang sama.

Lalu untuk bangunan yang usianya sudah lebih dari limabelas tahun, bukan hanya komponennya saja yang perlu dicek. Bagian utama dari bangunan seperti pondasi, konstruksi dan dinding serta yang lainnya perlu dicek lebih teliti. Namun jika dibuat dengan cara dan sistem yang benar, pada usia ini kondisi pondasi dan konstruksi masih dalam keadaan yang baik kecuali jika pernah ada bencana seperti gempa, kebakaran dan sebagainya.

Kemudian untuk dinding, biasanya ada beberapa bagian lapisan dan acian yang mengelupas. Bila pengelupasan hi hanya terjadi diberapa bagian saja, perbaikan cukup dilakukan memakai sistem penambalan saja. Namun jika pengelupasan terjadi di banyak tempat, sebaiknya diganti dengan lapisan yang baru. Tapi pengelupasan secara menyeluruh ini biasanya terjadi di lapisan dinding yang usianya sudah lebih dari tigapuluh tahun.

Sumber gambar : http://www.renovations-designs.com

 

Artikel Lainnya :