Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menjadikan Rumah Hunian Sebagai Rumah Penginapan

Menjadikan Rumah Hunian Sebagai Rumah Penginapan
Yang namanya rumah hunian tentu saja punya fungsi utama sebagai tempat untuk tinggal dengan keluarga. Namun di daerah tertentu ada rumah hunian yang juga punya fungsi lain, yaitu menjadi rumah penginapan. Misalnya daerah Bali serta Yogyakarta maupun beberapa wilayah lain yang selama ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata.

Banyak warga yang tinggal di daerah tersebut menjadikan rumahnya sebagai rumah penginapan untuk wisatawan yang datang berkunjung ke tempat itu. Ditinjau dari sisi ekonomi pemanfaatan rumah tersebut tentu akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.

Apabila ingin menjadikan rumah hunian sebagai rumah penginapan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang paling penting tentu saja konsepnya harus diatur sedemikian rupa agar tamu yang menginap di rumah tersebut merasa betah dan nyaman tinggal di rumah itu. Tapi pada sisi yang lain, privacy penghuni juga tidak boleh terganggu oleh kegiatan mereka. Karena penghuni pasti punya kegiatan rutin yang harus dilakukan tiap hari, sedang tamu yang menginap biasanya punya tujuan untuk berlibur dan bersenang-senang.

Untuk itu sebaiknya mesi berada dalam satu bangunanan ruang dan kamar yang digunakan untuk penghuni atau dipisah dengan ruang untuk tamu yang menginap. Tapi pemisahkan ini sebaiknya tidak menjadi semacam jarak yang menjadikan hubungan antara penghuni tetap dan tamu yang menginap kurang bisa menjalin komunikasi yang akrab.

Perlu diketahui, kebanyakan wisatawan yang tertarik untuk tinggal di rumah penginapan seperti ini adalah tamu yang ingin dapat suasana yang menyenangkan serta ada sistem pergaulan yang baik dan bersifat kekeluargaan. Sehingga hal ini tidak boleh dilupakan begitu saja.

Ada baiknya juga selain diberi sekat-sekat kamar rumah tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas lain yang bisa digunakan secara bersama-sama. Misalnya ada ruang tamu untuk bersantai serta bercengkrama, ruang makan yang juga dapat dipakai secara bersama-sama juga dan sebagainya. Bahkan ada rumah penginapan yang dilengkapi dengan dapur, sehingga jika ada tamu yang ingin memasak, bisa menggunakan ruang tersebut.

Perlu dipahami juga, wisatawan yang suka tinggal di rumah penginapan kecil kelas rumah tangga pada umumnya lebih tertarik pada hal-hal yang bersifat lokal dan etnik. Oleh sebab itu usahakan ketika bangunan dibuat, konsep desain dan atsitekturnya juga menonjolkan gaya yang beraroma kedaerahan atau tradisional.

Demikian pula dengan konsep penataan ruang atau interiornya, juga harus mampu memunculkan karakter kedaerahan yang kuat. Hal ini misalnya bisa diaplikasikan pada tempat tidur yang dibuat dari bahan bambu, kemudian meja dan kursi dari bahan sejenis dan seterusnya. Hiasan di ruang tamu dan kamar lain juga menerapkan konsep yang sama.

Jika masih ada lahan yang tersedia gunakan tempat ini untuk membuat ruang terbuka yang dapat digunakan untuk melakukan beberapa kegiatan seperti untuk permainan basket, bola maupun beberapa jenis kegiatan lain yang tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Lalu pada bagian pinggiran bisa dibuat taman dengan konsep yang tidak berbeda dengan taman lainnya.

Lalu untuk kenyamanan baik bagi penghuni tetap atau orang yang menginap, sebaiknya akses untuk masuk ke dalam bangunan rumah dipisahkan. Sehingga baik penghuni maupun tamu tidak akan saling terganggu kegiatannya.

Hal lain yang perlu dipikirkan, ada tamu yang suka membawa kendaraan dan alat transportasi sendiri. Jadi urusan parkir juga harus disediakan secara khusus. Hanya saja tamu atau wisatawan terutama yang berasal dari luar negeri pada umumnya hanya membawa sepeda kayuh dan sepeda motor biasa dengan cara sewa, sehingga tempat parkir tersebut tidak perlu terlalu luas seperti di hotel.

Sumber gambar : http://www.asiarooms.com

 

Artikel Lainnya :