Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis Tanaman Untuk Menutup Tanah

Jenis Tanaman Untuk Menutup Tanah
Yang dimaksud dengan tanaman penutup tanah yaitu aneka pohon maupun tanaman yang punya fungsi sebagai media perlindungan terhadap tanah dan lahan agar terhindar dari kerusakan yang diakibatkan oleh erosi.

Menurut blog bebas banjir selain fungsi yang telah disebutkan diatas tanaman penutup tanah juga masih punya manfaat lainnya. Pertama yaitu untuk pertahanan dan mengurangi kerusakan tanah yang muncul dari air hujan serta air yang mengalir di permukaannya. kemudian yang kedua yaitu untuk menambah kandungan organic dalam tanah. Kandungan organik ini didapatkan dari daun yang jatuh, ranting, batang dan sebagainya.

Selanjutnya yang ketiga menciptakan transpirasi. Yaitu suatu proses yang bisa mengakibatkan kandungan air tanah tidak bisa berkurang secara dratis. Pengurangan kandungan air tersebut bisa terjadi karena penguapan, air yang mengalir terlalu cepat dan sebagainya.

Oleh sebab itu tanaman yang digunakan sebagai penutup tanah harus memenuhi beberapa syarat. Yang nomor satu adalah tanaman tersebut harus bisa diperbanyak dengan mudah, terutama jika menggunakan biji. Kedua bagian akarnya ketika tumbuh tidak boleh menimbulkan masalah bagi tanaman pokok yang ada di tempat tersebut. Jika lahan itu ada bangunannya tentu akar itu juga tidak boleh merusak bagian pondasi, dinding dan sebagainya. Selain itu tanaman ini juga tidak perlu membutuhkan persyaratan khusus yang berhubungan dengan kesuburan bagi pertumbuhan.

Selanjutnya yang ketiga, tanaman tersebut bisa tumbuh dengan cepat dan daunnya rimbun. Yang keempat, jika dipangkas tidak memunculkan masalah. Kelima, tahan dari serangan gulma serta beberapa penyakit dan tetap bisa tumbuh meski masuk musim kering. Keenam, mampu menekan gulma agar tidak tumbuh.

Tujuh, mudah dihilangkan dan diberantas apabila lahan akan dipakai untuk menanam tanaman lain. Delapan, mempunyai kesesuaian pada fungsinya untuk reklamasi lahan. Lalu yang terakhir atau kesembilan tidak punya sifat yang membuat repot misalnya ada duri, sulur dan lainnya.

Kemudian untuk macamnya, terdapat beberapa jenis tanaman untuk menutup tanah yang bisa digolongkan sesuai ukuran tanaman atau pohon tersebut. Yang pertama adalah yang ukurannya rendah. Jenis terbagi lagi menjadi tiga macam lagi.

Pertama yang ditanam secara rapat dan berupa rumput-rumputan atau tanaman yang tumbuhnya dengan cara merambat dan menjalar. Jenis tanaman ini misalnya Centrosema pubescens Benth, Calopogonium muconoides Desv atau Peuraria phaseoloides Benth, Mimosa invisa Mart.

Kedua adalah yang ditanam dengan cara membentuk barisan. Jenisnya antara lain Eupatorium triplinerve Vahl yaitu daun panahan, prasman, gedong serta jukut. Ada lagi Salvia occidentalis Schwartz yaitu randa nunut, lagetan dan langon.

Ketiga adalah yang dipakai untuk penguat saluran air dan teras. Contohnya yaitu bayam kremek dan kremah, dedekan, babandotan, sintrong, gempur watu, bulu lutung. Lalu ada lagi akar wangi, rumput benggala, paitan, balaban, rumput gajah dan rumput Australia.

Sedangkan tanaman ukurang menengah atau sedang juga dibagi menjadi tiga jenis lagi, pertama yang ditanam secara teratur pada barisan tanaman pokok. Misalnya adalah Ki Dayang Kirinyuh atau Eupatorium pallessens DC dan Clibadium surinamense var asperum baker.

Kedua yaitu untuk tanaman pagar seperti tanaman tahi ayam, seruni, gajahan, jalakan, kaka tua, lamtoro merah, turi, kaliandra merah, gamal, johar cina, kacang cepel, urek-urekan, kacang hiris dan sarde dan lainnya. Jenis ketiga yaitu ditanam di luar area utama dan jadi pupuk serta untuk perlindungan jurang atau hutan. Jenisnya antara lain lamtoro, petai cina, melanding, daun ungu, hendeluleum dan sebagainya.

Selanjutnya untuk tanaman penutup ukuran tinggi, terbagi menjadi tiga jenis juga. Yang pertama dipakai dengan sistem teratur diantara barisan tanaman utama. Jenisnya antara lain sengon laut, pohon hujan atau dadap. Kedua ditanam dalam barisan antara lain Leucaena leucocephala dan Leucaena glauca.

Kemudian terakhir yang ketiga ditanam dengan tujuan untuk perlindungan tebing dan jurang atau untuk menghutankan lagi. Jenis tanaman ini misalnya bambu apus, Leucaena glauca dan Albizia falcate, akasia, Cinchona succirubra, Dendrocalamus asper dan lain-lain.

Sumber gambar : http://indulgy.com
Artikel Lainnya :