Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis Struktur Basement

Jenis Struktur Basement
Di Indonesia basement lebih sering difungsikan sebagai gudang maupun tempat untuk meletakan kendaraan dan mobil. Tapi di luar negeri, saat ini basement juga sering dipakai untuk membuat ruang yang konsep penggunaannya juga tidak jauh berbeda dengan ruang lainnya. Jadi basement tersebut dipakai untuk ruang tamu, ruang keluarga dan sebagainya.

Alasannya adalah karena di negara-negara tertentu, ada otoritas pembuat aturan yang membatasi ukuran maksimal suatu bangunan. Sehingga bangunan tersebut maksimal hanya bisa dibuat dua atau tiga lantai saja, tidak boleh lebih. Aturan seperti ini banyak berlaku di negara-negara yang ada di Eropa, terutama Eropa Barat.

Tapi terlepas dari tujuan penggunaan dan fungsinya yang pasti struktur untuk membuat element yang ada di bawah permukaan tanah tersebut terdiri dari beberapa jenis. Masing-masing jenis oni punya ciri tersendiri dan fungsi yang kadangkala tidak selalu sama. Demikan pula dengan konsep pembuatannya. Menurut situs hunianku beberapa jenis struktur basement tersebut antara lain adalah walk out basement.

Besement yang satu ini biasanya diaplikasikan pada bangunan atau rumah yang lokasinya berada di dataran landai atau datar. Kelebihan dari basement ini adalah bisa diakses secara langsung dari luar bangunan. Sedangkan ruang lain yang berada di dalam bangunan bisa diakses melalui lantai yang posisinya ada di atas basement tersebut. Karena itu selain untuk garasi, basement seperti ini juga bisa dipakai untuk membuat kamar dan sebagainya.

Ada juga yang dinamakan dengan basement look out yang pada umumya punya dinding besar yang ukurannya bisa mencapai pada bagian dasar permukaan atau lantai rumah. Sehingga meski berada di bagian paling bawah, namun dari basement ini penghuni dan orang yang ada di tempat tersebut masih bisa melihat pemandangan yang ada luar dari jendela yang dibuat pada beberapa bagian basement.

Sedangkan basement jenis walk up adalah basemen yang didalamnya dilengkapi dengan akses sendiri yang wujudnya bisa berupa tangga atau pintu. Jadi penghuni yang ingin mengakses atau masuk ke dalammnya tidak perlu melewati ruang yanga da di dalam rumah lebih dahulu. Namun sayangnya dibalik kelebihannya tersebut, basement ini punya satu titik kelemahan utama yaitu tangga pada ruang ini mudah menjadi lembab dan licin bahkan bisa tergenang air terutama ketika musim hujan sudah tiba.

Lalu ada lagi basement yang dinamakan dengan cellar, yaitu jenis basement yang biasanya lebih sering dipakai untuk menyimpan makanan maupun minuman sebagai stok persediaan saat musim dingin telah tiba. Konsep basement ini banyak diaplikasikan pada rumah yang berada di daerah dimana daerah tersebut mengenal empat musim.

Pembuatan basement cellar ini pada umumnya dilengkapi dengan suatu sistem yang fungsinya adalah untuk mengatur temperatur dan suhu dalam ruang agar kondisinya selalu dalam keadaan yang stabil. Sehingga minuman dan makanan yang disimpan di tempat itu tetap aman serta awet serta tidak ditumbuhi jamur atau bakteri lain yang bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.

Selain itu ada juga basement rangkak yang dibuat dalam ukuran kecil saja, sehingga ketika mau masuk harus merangkak lebih dulu dan ketika sudah berada di dalam tidak dapat berdiri dengan secara bebas. Bagian bawah atau lantai basement ini biasanya hanya terdiri dari tanah biasa saja. Jika diberi lantai dari ubin, juga menggunakan ubin yang sederhana.

Sebab fungsi dari basement ini yaitu hanya untuk menyimpan atau meletakan berbagai macam jenis pipa air, kabel listrik dan sebagainya. Jadi bukan untuk penghuni. Pintu untuk masuk juga hanya terdiri dari papan kecil yang dilengkapi dengan keper. Selain itu sistem buka tutupnya bisa dilakukan dengan cara mengangkatnya.

Sumber gambar : http://hometryst.com
Artikel Lainnya :