Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Ventilasi Jendela Untuk Tabung Gas

Membuat Ventilasi Jendela Untuk Tabung Gas
Bukan hanya orang atau makluk hidup lain saja yang butuh bernafas. Tabung gas yang biasanya untuk memasak dan diletakan di dapur ternyata juga perlu bernafas. Kandungan gas elpiji atau liquefied petroleum punya bobot yang lebih ringan dibanding dengan oksigen atau udara namun punya tekanan yang lebih tinggi.

Karena itu tabung gas harus diletakan di lokasi yang aman. Selama ini sudah sering kali terjadi kasus kecelakaan akibat peletakan dan sistem pemakaian tabung gas elpiji yant tidak tepat. Dan yang paling menyedihkan ada yang harus kehilangan nyawa serta harta benda yang tidak sedikit gara-gara kecelakaan tersebut.

Salah satu penyebab yang paling sering terjadi pada kecelakaan ini pertama yaitu karena kualitas kompor yang kurang bagus terutama di bagian komponennya. Misalnya tabung dan selang yang bocor lalu pemasangan komponen yang kurang tepat. Khusus untuk selang, sebaiknya memakai ukuran yang tidak begitu panjang sehingga resiko adanya kebocoran bisa dikurangi.

Hal lain yang juga sering menimbulkan ledakan adalah lokasi atau ruang yang digunakan untuk meletakan tabung tidak dilengkapi dengan jendela atau ventilasi. Terutama di ruang yang sempit dan tertutup. Kebanyakan orang lebih suka meletakan tabung gas pada bagian belakang kitchen set atau di bawah wastafel. Hal ini sebenarnya cukup berbahaya sebab luasnya terlalu sempit dan tidak ada lubangnya.

Sebagainya yang telah diulas pada bagian atas, tabung gas juga harus bernafas. Dan pernafasan ini membutuhkan ruang yang lebih luas dan longgar. Tujuannya adalah agar sirkulasi udara di sekitar tempat tersebut tetap bisa berjalan sehingga gas yang berada di dalam tabung juga dapat bergerak. Jika tidak bisa melakukan pergerakan, akibatnya akan timbul ledakan.

Oleh sebab itu, jika tabung gas diletakan pada ruang yang kecil dan sempit sebaiknya juga diberi ventilasi jendela. Ventilasi jendela untuk tabung gas ini sangat besar sekali manfaatnya. Karena ruang yang selalu tertutup tersebut bisa mendapat angin segar dari luar, sehingga kemungkinan terjadinya ledakan pada tabung gas bisa dikurangi bahkan dihilangkan.

Namun perlu diingat, membuat ventilasi jendela untuk tabung gas ini tidak sekedar membuat lubang begitu saja. Karena dalam tabung tersebut terdapat aerosol, yaitu semacan partikel yang bisa melayang di udara. Sehingga apabila terjadi kebocoran pada tabung atau selang, partikel tersebut harus segera mendapat jalan untuk keluar. Sebab jika terus berada di tempat tersebut, hal ini bisa menimbulkan bahaya lain yaitu kebakaran.
Oleh karena itu, ventilasi jendela tersebut sebaiknya dibuat pada dinding yang mengarah keluar agar aerosol juga bisa keluar melalui lubang tersebut. Jadi hal lain yang juga menjadi perhatian yaitu, posisi lubang ventilasi harus berada pada posisi yang berdekatan dengan tabung gas.

Selain itu sistemnya harus dibuat sedemikian rupa agar udara dari dari dalam bisa keluar dengan bebas. Sehingga ketika terjadi kebocoran, aerosol bisa langsung keluar tanpa ada hambatan yang berarti. Meski ukurannya tidak terlalu besar, namun yang terpenting yaitu dengan adanya lubang ventilasi tersebut, resiko adanya kebocoran bisa dideteksi lebih dini.

Hal lain yang perlu diperhatikan, material yang digunakan untuk membuat ventilasi tabung gas ini tidak boleh menggunakan bahan yang mudah terbakar seperti kayu, triplek dan sebagainya. Karena meski partikel aerosol bisa keluar, namun apabila kompor masih dalam kondisi menyala, api di kompor akan lebih mudah merembet ke tempat tersebut.

Bahan terbaik adalah logam atau besi baja. Namun bisa pula menggunakan roster yang biasanya dipakai untuk sistem sirkulasi udara atau ventilasi pada ruang. Hal ini justru lebih praktis karena tinggal memasang saja.

Sumber gambar : http://yusartea.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :