Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Pengertian dari Eco Home dan Teknik Aplikasinya

Pengertian dari Eco Home dan Teknik Aplikasinya
Dari alam kita bisa mendapatkan segala hal yang merupakan kebutuhan untuk hidup. Oleh sebab itu alam harus selalu dijaga kelestariannya. Banyak cara atau metode yang bisa dilakukan untuk mempertahankan agar alam tetap mampu menjalankan fungsinya dengan baik demi kehidupan manusia dan makluk lain yang selalu saling tergantung.

Sehubungan dengan pembangunan rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian, dari sini kita juga bisa ikut mengaplikasikan konsep ramah lingkungan. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah membuat eco home. Berikut ini akan diulas pengertian eco home dan teknik aplikasinya.

Pada umumnya ketika membangun rumah, orang lebih suka mementingkan segi estetikanya saja. Mereka tidak pernah atau jarang memikirkan faktor lingkungan. Misalnya pada pemakaian bahan atau material, bentuk serta desain bangunan, penggunaan energi alam dan sebagainya. Juga hal-hal yang berkaitan erat dengan efek dari limbah yang dihasilkan oleh penghuni rumah, saluran pembuangan air dan seterusnya tidak terpikirkan sama sekali.

Dengan eco home, orang diajak untuk memperdulikan semua urusan tersebut dengan tujuan agar rumah yang dibangun tersebut dapat bersifat ramah lingkungan secara penuh dan utuh. Hal inilah yang dimaksud eco home. Menurut bintang home, konsep rumah eco home ini bisa diwujudkan melalui beberapa langkah.

Yang pertama dan merupakan langkah awal yaitu menciptakan lingkungan yang hijau, kemudian dilanjutkan dengan menciptakan sistem sirkulasi cahaya dan udara secara alami. Tujuannya yaitu agar pemakaian lampu listrik maupun pendingin ruang yang bersifat merusak lingkungan dapat dikurangi dengan maksimal. Selain itu pembuatan desain rumah yang dibuat dengan menerapkan konsep khusus juga bisa meminimalkan penggunaan energi yang berlebihan.

Oleh karena itu agar pembuatan rumah hunian yang menggunakan konsep eco home ini dapat terwujud dengan baik dan sempurna, maka perencanaan pembangunannya harus dibuat dengan matang dan terarah.

Beberapa pengembang perumahan yang ingin menerapkan konsep eco home ini pada umumnya melengkapi perencanaan tersebut dengan sunpath analyst, yaitu suatu teknik untuk merancang rumah atau bangunan yang disesuaikan dengan peredaran matahari. Dari pengamatan peredaran matahari ini, pengaruh sinarnya terhadap bangunan rumah bisa diantisipasi.

Dari sini kemudian dilanjutkan dengan daylight factor, yaitu suatu analisa atau penelitian yang tujuannya adalah untuk menentukan banyaknya sinar matahari yang masuk dalam ruang di siang hari. Dari sinilah penggunaan listrik untuk penerangan bisa dihilangkan, namun pada sisi lainnya ruang tersebut juga tidak terlalu panas dan silau.

Selain sistem pencahayaan sinar matahari, hal lain yang juga memerlukan penelitian adalah arah dan pola serta kekuatan angin yang muncul pada daerah tersebut. Analisa ini dinamakan dengan wind analysis. Adapun tujuannya yaitu agar ventilasi dalam ruang yang dibuat bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan tidak sekedar menjadi aksesori belaka. Demikian pula dengan jendela berikut pintu serta ukuran dan posisi atau letaknya, bisa diperhitungkan melalui analisa tersebut.

Selanjutnya adalah penggunaan bahan dan material yang juga jadi aspek paling penting ketika ingin membuat rumah berkonsep eco home. Penggunaan kayu yang bisa merusak hutan maupun sistem penghijauan bisa diganti dengan baja ringan yang diapliasikan untuk membuat kerangka, atap dan sebagainya. Demikian pula dengan cat untuk memberi warna juga harus bersifat sama yaitu ramah lingkungan. Hal yang sama juga berlaku pada element lainnya.

Hal lain yang juga menjadi perhitungan adalah sanitasi atau pembuangan limbah. Contoh yang paling nyata yaitu septic tank, bisa dibuat dengan menggunakan teknologi biofil sehingga semua kotoran serta limbah yang masuk bisa terurai secara alami. Terakhir yaitu taman, juga dibuat dengan konsep yang ramah lingkungan. Misalnya harus dapat menyediakan biopori atau sistem resapan air di sekitar lingkungan rumah.

Sumber gambar : http://www.womenworking.org

 

Artikel Lainnya :