Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menggunakan Furniture Bekas Pakai

Menggunakan Furniture Bekas Pakai
Banyak orang yang beranggapan jika perabot atau furniture bekas itu adalah barang yang sudah tidak ada nilainya lagi. Padahal jika tahu cara menggunakan furniture bekas, perabot ini tetap dapat menghadirkan nuansa yang indah dan menarik. Salah satu kelebihan utama dari furniture bekas adalah harganya lebih murah. Bahkan jika beruntung, kita justru bisa mendapat furniture yang mutunya lebih bagus dari yang baru.

Salah satu cara untuk mendapat furniture bekas yaitu berasal dari rumah yang akan atau baru saja dibongkar. Selain itu orang yang akan pindah ke daerah lain yang jaraknya cukup jauh biasanya lebih suka menjual semua perabot miliknya dengan harga yang jauh lebih miring sebab mereka dikejar oleh waktu dan ingin segala urusannya cepat selesai.

Selain itu perabot bekas juga dapat diperoleh dari beberapa daerah di pedesaan. Hal ini sangat cocok terutama bagi mereka yang suka menggunakan perabot furniture antik atau yang umurnya sudah tua dan suka dengan model furniture etnik. Biasanya mereka ingin menggantinya dengan perabot baru yang lebih modern. Jadi perabot kuno tersebut dijual kepada siapa saja yang tertarik atau ingin membelinya.

Hanya saja perlu diperhatikan, memilih furniture bekas itu memang membutuhkan ketelitian dan ketelatenan tersendiri. Karena merupakan barang bekas, maka merupakan hal yang sangat wajar jika ada beberapa bagian yang sudah rusak. Setiap detail harus dicek apakah kerusakan tersebut masih bisa diperbaiki atau tidak. Jika masih bisa diperbaiki, perhitungkan ongkos dan biayanya, apakah sepadan dengan apa yang nantinya akan kita peroleh.

Kemudian untuk penataannya, menurut bintang home hal ini dapat dilakukan secara bertahap. Jadi tidak langsung keseluruhannya. Misalnya kita bisa dimulai dengan memilih beberapa jenis furniture yang menjadi kebutuhan utama. Setelah itu lakukan pengecekan, apakah karakter pada ruang yang digunakan untuk menempatkan furniture tersebut sudah memuat suatu konsep serta punya ciri khas yang cukup menarik.

Jika tampilannya memang sudah meyakinkan, barulah kita bisa melanjutkan mencari furniture bekas lain yang konsep desain maupun tampilanya, sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk mencari furniture yang sama sebab hal ini akan menghabiskan waktu saja. Yang terpenting yaitu kita harus dapat mengkombinasikan beberapa model hingga aneka macam jenis furniture bekas tersebut bisa menghasilkan kesan yang menyatu dan tidak saling bertabrakan. Bahkan jangan sampai kita terpaku pada pilihan jenis model dan gaya yang sama.

Jika berani melakukan ekplorasi, mungkin bisa mengkombinasikan furniture bekas yang model dan gayanya cenderung antik atau kuno dengan furniture lain yang gayanya sudah modern. Di beberapa negara Eropa konsep seperti ini sudah sering diaplikasikan dan banyak orang yang suka dengan paduan yang kadangkala justru terlihat lebih menarik. Mereka tidak hanya memadukan model dan gayanya saja, namun juga bahan yang digunakan untuk membuat furniture tersebut.

Selain model dan gaya, keserasian tampilan juga bisa dimunculkan melalui permainan warna. Permainan warna ini tidak hanya hadir dari bahan yang dipakai saja, tapi juga berberapa jenis hiasan atau aksesori. Misalnya bantal duduk untuk kursi, kain penutup meja atau taplak, hiasan vas bunga, patung dan sebagainya.

Jika aplikasi warna ini sulit dilakukan, masih ada cara lain yang bisa diterapkan yaitu melalukan finishing kembali pada furntiture tersebut. Hal ini justru akan membuat perabot tersebut terlihat seperti baru lagi. Terutama sekali untuk furniture bekas yang warnanya sudah kusam atau pudar.

Selanjutnya kita juga dapat mengurangi atau sebaliknya menambah beberapa bagian. Misalnya bantalan kursi yang tampilannya polos bisa diganti dengan penutup lain yang punya motif. Atau bisa juga meniadakan hiasan ukir yang dianggap terlalu rumit atau berat dan seterusnya.

Sumber gambar : http://thefurniturekings.com

 

Artikel Lainnya :