Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Pengertian Floating Houses

Mengenal Pengertian Floating Houses
Saat ini kebutuhkan rumah untuk tempat tinggal atau bangunan untuk perkantoran, buka usaha atau yang lainnya semakin hari terus bertambah. Padahal luas tanah atau lahan yang ada tidak pernah ikut bertambah bahkan justru semakin berkurang.

Oleh sebab itu perlu dicari solusi untuk memecahkan masalah ini. Salah satu cara yang sekarang dapat ditempuh yaitu membuat bangunan maupun rumah secara vertikal atau bertingkat. Konsep bangunan seperti ini disebut dengan rumah susun, apartement atau ada pula yang memberi nama dengan sebutan kondomunium.

Sebenarnya selain dibuat secara vertikal atau bertingkat, masih terdapat satu sistem lagi yaitu membuat bangunan rumah yang lokasinya berada di daerah perairan. Bangunan rumah seperti ini disebut dengan floating houses. Jadi bangunan ini menggunakan wilayah perairan seperti danau, laut, pantai, sungai dan sebagiannya dan tidak berada di atas tanah atau daratan. Teknologi yang digunakan untuk menerapkan konsep ini sering dinamakan dengan sebutan modular float system atau sistem modular yang mengapung.

Di Indonesia, konsep pembuatan floating houses memang belum begitu populer. Tapi di negara-negara Amerika dan Eropa sistem floating houses sudah sering diaplikasikan. Jika hal ini dapat diterapkan di Indonesia, tentu merupakan suatu hal yang sangat menguntungkan sebab sebagian besar wilayah Indonesia memang berupa perairan.

Modular float system terbuat dari kubus-kubus yang pembuatannya memakai bahan dari plastik kemudian dirakit atau dijadikan satu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Jenis plastik yang digunakan untuk membuat kubus ini adalah HDPE atau High Dessity Polyethylene. Yaitu suatu jenis plastik namun bersifat ramah lingkungan dan tidak merusak alam.

Dan meski hanya berwujud plastik namun bahan ini punya daya tahan yang sangat kuat dan jika sudah disatukan bentuknya akan seperti lahan biasa atau tanah. Rumah yang dibuat nantinya bisa mengapung dan setelah diaplikasi dengan teknik tertentuk sebagian bisa terendam di dalam air hingga setengah lantai.

Sedangkan konstruksi bangunannya tetap terbuat dari bahan baja yang ringan. Kemudian sebagai akses untuk menuju wilayah daratan, bangunan rumah ini dilengkapi dengan semacam jembatan atau dermaga dan terhubung dengan lahan di darat yang jaraknya paling dekat.

Meskipun ada di wilayah perairan atau laut, rumah ini tetap kuat dan mampu menciptakan sistem keamanan yang baik. Sebab teknologi yang diterapkan dapat membuat bangunan ini kokoh dan tidak bisa terombang-ambing meski terkena hantaman ombak.

Hal lain yang perlu diketahui, dinding floating houses terbuat dari beberapa bahan yang punya bobot lebih ringan. Pada umumnya rumah ini punya tiga atau dua lantai dan bentuk desain atau arsitekturnya biasanya meniru bangunan kubus. Selain itu floating house juga dapat diubah-ubah arahnya sesuai dengan keinginan. Apabila ingin mempunyai teras untuk bersantai, komponen ini juga bisa dibuat di dalam ruang.

Konsep pembuatan floating houses juga bisa difungsikan untuk mengatasi masalah banjir yang di Indonesia sering menjadi bencana. Sebab ketika ada air yang meluap, bangunan ini juga mampu naik ke atas sesuai dengan ketinggian dan ukuran permukaan air. Lalu jika dihitung dari sisi dana atau pembiayaan, justru lebih hemat dan irit. Sebab sistem penggunaan bahan pada konstruksi, dinding, jendela, pintu dan beberapa komponen lainnya menerapkan sistem yang lebih sederhana dan harganya sangat murah.

Dan yang tidak kalah penting adalah, floating houses mampu menyajikan suatu panorama atau pandangan alam yang lebih indah bahkan spektakuler. Apalagi jika bangunan ini dibuat di daerah perairan dengan pemandangan alam yang indah dan menarik. Selain itu floating houses juga bisa membuat fokus pandangan mata jadi lebih jauh dibanding dengan rumah yang ada di daratan.

Sumber gambar : http://www.nauticexpo.com

 

Artikel Lainnya :