Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Memotong Ubin Lantai

Teknik Memotong Ubin Lantai
Dalam kondisi tertentu, keramik lantai kadangkala tidak bisa dipasang secara utuh. Misalnya saja pada bagian pinggir, tidak selamanya ukurannya sama persis dengan ukurang keramik tersebut, sehingga agar bisa terpasang dengan baik harus dipotong lebih dahulu.

Teknik memotong ubin lantai atau keramik ini terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya adalah menggunakan penggaris keramik yaitu tile sciber. Menurut khedanta, hal pertama yang harus dilakukan jika ingin menerapkan sistem ini adalah memberi tanda khusus pada bagian yang akan dipotong dengan pensil dan penggaris dari besi. Tujuannya yaitu agar garis yang dibuat tersebut benar-benar lurus dan tegas.

Lalu sebelum pemotongan dilakukan periksa mata penggaris apakah kondisinya masih tajam dan scored atau pegangannya masih kuat. Dua hal ini punya pengaruh pada kualitas hasil potongan. Jika semuanya sudah terjamin baik, letakan ubin atau keramik pada tempat yang lurus dan datar namun permukaannya harus kuat. Agar pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik, alat tile sciber ini bisa diletakan di atas meja.

Langkah berikutnya yaitu meletakan penggaris besi di permukaan ubin dan lakukan pengecekan apakah penggaris ini sudah pada posisi yang tepat pada garis yang sebelumnya telah dibuat. Lalu posisikan badan seenak mungkin sehingga proses penarikan garis bisa dilakukan dengan baik.

Selanjutnya alat pemotong bisa dipegang dan ditempatkan pada mata penggaris kemudian ditarik sekuat mungkin di sepanjang garis yang ingin dipotong. Ketika mengerjakan tugas ini, usahakan mata pisau potong tetap menempel pada penggaris dan penggaris harus terus ditekan sehingga posisinya tidak mengalami pergeseran.

Jika garis potong tersebut bisa tercipta sekarang tinggal melakukan pemisahan potongan tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara penekanan. Pertama letakan kabel kecil atau benang di atas papan pemotongan dan harus berada dalam garis yang lurus. Setelah itu keramik diletakkan pada suatu bidang atau papan vertikal kemudian bagian sisi kiri dan kanan ubin ditekan dalam waktu yang bersamaan dan terpotonglah ubin tersebut menjadi dua bagian.

Cara yang kedua adalah menggunakan alat tile cutter atau pemotong keramik. Langkah pertama juga sama, yaitu membuat tanda garis dengan pensil dan penggaris besi kemudian ubin diletakan pada alat pemotong. Setelah itu alat pemotong ini disetel agar posisi pemotangannya bisa tepat dan akurat. Jika jumlah ubin yang dipotong cukup banyak dan ukurannya sama semua, sistem penyetelan ini bisa dikunci sehingga tidak berubah-ubah.

Selanjutnya alat untuk menahan batas ubin juga harus diatur dan kondisinya dalam keadaan yang kuat dan baik. Lalu mata pisau pemotong diletakan pada posisi terjauh dari bagian pinggir ubin dan ditarik di sepanjang garis yang dipotong dengan cara melakukan tekanan di bagian atas atau permukaan. Setelah tarikan dilakukan secara penuh, tinggal memakai penekan yang juga terdapat pada alat ini. Tekan keramik atau ubin tersebut hingga terbelah menjadi dua.

Cara lain yang bisa diterapkan untuk memotong keramik adalah menggunakan gerenda dan pisau khusus yang bentuknya bundar. Caranya setelah dibuat garis, mesin gerenda yang sudah diberi yang sudah diberi pisau bundar ini dihidupkan. Kemudian pisau yang sudah berputar keras itu dilekatkan pada ujung garis dan lalu mesin dijalankan mengikuti garis tersebut.

Jika dibanding dengan metode lain, penggunaan pisau bundar dan gerenda ini lebih praktis dan cepat. Namun resikonya jika tidak dilakukan secara hati-hati, hasil potongan banyak yang tidak lurus atau melenceng. Sebab meski sudah diberi garis namun tidak menggunakan pembatas atau penahan mata pisau. Tapi kelebihannya, tersedia beberapa macam mata pisau yang bisa dipakai untuk memotong keramik atau ubin dengan ukuran yang lebih tebal seperti granit, marmer dan sebagainya.

Sumber gambar : http://www.fliesenleger.net

 

Artikel Lainnya :