Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memasang Grounding Penahan Petir

Memasang Grounding Penahan Petir
Bangunan yang terdiri dari tiga lantai atau lebih perlu dilengkapi dengan alat penangkal petir. Terutama sekali jika bangunan tersebut punya ukuran yang paling tinggi diantara bangunan lain yang ada di sekitarnya atau daerah tersebut merupakan wilayah yang sering terjadi petir pada saat musim penghujan. Sebab petir pada umumnya muncul pada saat hujan turun.

Adapun sistem penangkal petir ini dinamakan dengan grounding. Tujuan penggunaannya adalah untuk menghilangkan atau minimal mengurangi resiko terjadinya sambaran petir dan melindungi berbagai macam peralatan elektronik agar tidak terjadi kerusakan yang fatal.

Menurut Khedanta, hal pertama yang harus diperhatikan ketika memasang grounding penahan petir ini adalah pemilihan tempat atau lokasi. Sebaiknya pemasangan ini tidak dilakukan di satu titik saja namun beberapa titik sekaligus agar sistem pentanahannya bisa semakin baik.

Selain itu jarak antar titik ini tidak boleh saling berdekatan agar aliran petir yang masuk dalam grouding bisa merata. Selain itu pemakaian jarak yang menyebar bisa menjaga apabila salah satu sistem grounding tidak bisa berjalan dengan baik maka bisa dialirkan atau dibumikan oleh sistem grounding lainnya.

Hal lain yang harus diperhatikan, meski terdiri dari beberapa titik dan menyebar, namun semua sistem grounding ini harus saling terhubung. Kemudian untuk lokasi tanahnya harus dipilih pada lahan yang tidak berbatu dan berpasir. Sebab kedua jenis tanah ini selain sulit untuk pemasangan juga proses pengaliran energi petir atau pembumiannya tidak bisa berjalan dengan sempurna.

Dan yang lebih penting, lokasinya juga tidak boleh terlalu jauh jaraknya dengan bangunan dan penempatan antar grounding diusahakan selalu membentuk garis yang selalu lurus tidak berbelok atau menikung.

Kemudian untuk bahannya, harus dipilih yang sesuai dengan standar baik untuk kabel grounding maupun grounding roadnya. Grounding road yang bagus adalah berupa pipa padat yang dibuat dari bahan tembaga. Selain punya daya hantar yang kuat bahan ini tidak pernah mengalami karat. Jadi sebaiknya penggunaan besi biasa dihindari saja karena mudah rusak, berkarat dan tidak bisa menjadi penghantar yang baik.

Sebelum grounding ditaman, lakukan penggalian tanah lebih dulu. Ukurannya adalah 30 x 30 cm dan kedalamannya 50 cm. setelah itu groding road bisa ditancapkan. Jika hal ini susah dilakukan, buatlah lubang khusus lalu lubang kecil tersebut diberi air hingga penuh. Kemudian grounding road ditancapkan dan ditekan perlahan-lahan beberapa sentimeter.

Setelah itu grounding road diangkat lagi hingga airnya masuk atau turun ke bawah. Lalukan pekerjaan ini berulang-ulang hingga semua bagian grounding road bisa masuk semua ke dalam tanah. Apabila grounding road tetap tidak bisa masuk, gunakan palu untuk memukul hingga semua bagian grounding road tersebut bisa masuk semua ke dalam tanah.

Langkah berikutnya adalah menyambung grounding road dan kabel grounding yang dilakukan dengan sistem pengelasan. Sebelum proses pengelasan dilakukan semua bagian yang disambung harus dibersihkan lebih dulu memakai sikat besi. Selain itu bubuk mesiu yang digunakan untuk mengelas harus menggunakan yang kualitasnya standar.

Langkah terakhir adalah menanam serta menimbun kabel grounding. Penggalian tanah untuk menaman kabel grouding dilakukan dari satu titik grounding menuju titik grounding yang lain serta ke terminal grounding. Ukuran kedalaman galian ini yaitu sekitar 50 hingga 60 sentimeter. Sebelum kabel grouding ditaman dan dimasukan dalam tanah, harus dipastikan jika ukurannya sudah cukup atau tidak terlalu panjang. Seingga proses penanamnnya lebih mudah dilakukan.

Setelah semua kabel grouding terkoneksi, beri pipa marking. Yang terbaik adalah jenis PVC 4, lalu ditutup dengan dop pipa. Setelah semua perkejaan ini selasai dilakukan, galian tersebut bisa diberi timbunan tanah lalu dipadatkan lagi. Untuk berjaga-jaga apabila suatu saat harus digali lagi, berilah tempat penanaman kabel grounding ini dengan suatu tanda seperti batu bata maupun benda lainnya.

Sumber gambar : http://www.k2ut.org

 

Artikel Lainnya :