Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Menggunakan Beton Vibrator

Teknik Menggunakan Beton Vibrator
Beton vibrator adalah alat yang dipakai dalam proses pengecoran. Alat ini punya fungsi untuk memadatkan adonan beton yang dimasukan ke dalam bekisting. Tujuannya yaitu agar udara atau angin yang masih berada dalam adonan tersebut bisa keluar sehingga tidak menimbulkan rongga atau lubang. Rongga dan lubang ini jika jumlahnya terlalu banyak dan punya ukuran yang besar bisa menjadikan kualitas beton jadi berkurang.

Sistem kerja dari beton vibrator ini adalah melakukan gerakan atau getaran sehingga adonan bisa bergerak dan udara yang biasanya berbentuk gelembung bisa keluar dengan mudah. Hal ini akan memberi efek beton menjadi padat, rata dan kuat serta tidak mudah mengalami pengeroposan.

Alat ini terdiri dari tiga bagian yaitu mesin penghasil getaran, selang dan kepala vibrator. Kepala ini bentuknya berupa silinder dari baja dan ukurannya sebesar tongkat olahraga bisbol. Adapun jenisnya ada yang berupa getaran acak, disintetis kejutan dan profil sinus sapuan.

Melalui blog resminya Khadenta menjelaskan apabila teknik menggunakan beton vibrator ini sebenarnya mudah dilakukan namun harus secara hati-hati. Pertama setelah beton sudah masuk dalam bekisting, mesin ini diletakan pada area yang digunakan untuk penuangan. Posisinya harus selalu dijaga agar selangnya selalu berdekatan dengan daerah yang akan digetarkan.

Begitu adonan beton dituang, maka mesin vibrator langsung dihidupkan dan selangnya diarahkan pada beton. Selanjutnya kepala vibrator ini dimasukan ke dalam adonan dan digetarkan di sekitar area tersebut selama kurang lebih sepuluh detik. Yang perlu diperhatikan, bagian kepala vobrator tidak boleh bersentuhan langsung dengan bekisting. Jadi posisinya harus mengambang dengan jarak sekitar sepuluh hingga duabelas sentimeter.

Arena pergerakan getaran ini antara tigapuluh hingga empatpuluh sentimeter persegi. Jadi ketika mau dipindahkan untuk menimbulkan getaran pada adonan beton yang lain, harus menggunakan jarak tersebut. Sehingga semua bagian bisa mendapat getaran dan gelumbung udara juga keluar semua.

Dan ketika dipindahkan, alat atau mesin vibrator ini harus dimatikan lebih dulu dan dihidupkan lagi setelah berada di tempat yang baru. Selain itu casing atau penutup mesin harus selalu dalam keadaan yang terkunci terutama saat mesin dihidupkan. Demikian pula dengan bagian ujung dari kepala vibrator juga harus selalu tertutup sehingga tidak kemasukan air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan sealent waktu.

Kemudian untuk menciptakan sistem keamanan dan perlindungan yang baik, beberapa hal yang harus dilakukan adalah pertama ketika sedang digunakan, mesin vibrator beton harus diletakan pada tempat yang bersih dan terlindung. Terutama sekali jika mesin ini memakai tenaga listrik, maka sistem instalasinya harus selalu aman dan tidak boleh berada di tempat yang basah maupun lembab. Selain itu lokasi yang digunakan untuk penempatannya juga datar dan kuat.

Agar tidak menimbulkan bahaya kecelakaan, sebaiknya hanya orang yang berkepentingan pada pengerjaan pengecoran serta pengoperasioan mesin saja yang berdekatan dengan alat ini. Jangan sampai terjadi ada orang lain yang tidak punya kepentingan mendekati apalagi yang masih anak-anak.

Tukang atau orang yang bertugas menjalankan mesin vibrator beton sebaiknya memakai pakaian khusus dan melengkapi dirinya dengan sepatu, sarung tangan, helm di kepala. Khusus pakaian jangan menggunakan yang longgar karena kain pakaian tersebut dapat masuk dalam mesin yang bergerak dengan cepat.

Kemudian untuk pekerja yang bertugas memegang bagian kepala vibrator, harus menggunakan kacamata. Tujuannya adalah agar jika ada beton yang menyiprat, tidak akan mengenai sekaligus melukai indra penglihatan atau mata. Dan kacamata ini harus menggunakan lensa yang bening, jangan yang gelap atau hitam. Hal ini bisa berpengaruh terhadap penglihatan terutama jika proses pengecoran dilakukan pada waktu malam atau lembur.

Sumber gambar : http://www.bridgat.com

 

Artikel Lainnya :