Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membeli Alat Bangunan

Membeli Alat Bangunan
Tidak berbeda jenis pekerjaan yang lain, proses pengerjaan proyek bangunan juga membutuhkan alat yang jenisnya tidak hanya satu atau dua saja namun ada bermacam-macam yang semuanya punya fungsi serta kegunaan sendiri-sendiri. Oleh sebab itu pemborong bangunan atau kontraktor dalam waktu tertentu harus menyediakan alat tersebut agar pekerjaan yang sedang dilakukan itu bisa berjalan dengan lancar.

Salah satu cara yang paling umum untuk mendapatkan alat tersebut tentu saja adalah membeli. Agar bisa memfungsikan dan menggunakan alat tersebut secara lebih maksimal, pemborong dan kontraktor harus mengetahui strategi dan teknik membeli alat bangunan dengan baik dan benar.

Menurut Khedanta, dalam blog resminya pertama kali yang harus dilakukan ketika membeli alat bangunan adalah menentukan lebih dulu type dan jenisnya. Pembelian alat yang dipakai secara pribadi dan alat yang digunakan dalam skala besar tentu punya konsep yang agak berbeda. Salah satu contohnya ketika mau membeli alat yang dipakai membuat lubang pada lantai atau beton.

Untuk kebutuhan pribadi cukup menggunakan palu serta pahat beton saja. Namun apabila yang membutuhkan adalah kontraktor, tentu tidak ada salahnya untuk membeli mesin handrill. Sebab jika hanya menggunakan pahat beton tentu tidak akan praktis. Demikian pula dengan ukurannya, juga disesuaikan dengan skala besarnya proyek yang dikerjakan. Hal lain yang juga bisa menjadi bahan pertimbangan adalah seberapa sering alat tersebut akan digunakan.

Pertimbangan lain yang juga harus diperhatikan adalah pembuat atau produsen alat tersebut. Hal ini punya hubungan yang sangat erat dengan kualitas dan nilai keawetan alat yang akan dipilih atau dibeli. Beberapa jenis alat dari satu merk mungkin punya harga yang lebih murah dibanding dengan merk lainnya. Namun dari sisi kualitas, tentu masing-masing juga punya perbandingan yang tidak sama.

Meski harganya lebih mahal, namun alat tersebut lebih sering digunakan tentu lebih bagus jika memilih yang kualitasnya lebih bagus. Meski pada saat membeli biaya yang harus dikeluarkan mungkin lebih tinggi, tapi hal ini bisa menjadi lebih irit sebab tidak perlu membeli berkali-kali karena rusak atau tidak awet. Berbeda dengan penggunaan secara pribadi dan hanya dipakai satu atau dua kali saja, lebih baik memilih yang kualitasnya standar saja.

Selanjutnya langkah ketiga yaitu melakukan perbandingan harga dari satu toko dengan toko yang lain. Toko alat bangunan yang baik tentu selalu mengeluarkan brosur serta katalog produk yang mereka jual. Media ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk menentukan pilihan harga dan kualitasnya.

Akan lebih bagus lagi jika katalog ini juga dilengkapi dengan informasi lain seperti spesifikasi barang, teknik penggunaan dan perawatan serta yang lainnya. Misalnya apakah alat itu memakai bahan tertentu dalam pemakaiannya atau bisa difungsikan secara langsung. Dari sini kita dapat melakukan perbandingan mana alat yang lebih mudah dioperasikan atau sulit dijalankan bahkan membutuhkan seorang ahli tertentu.

Sistem operasi dan penggunaan jasa seorang ahli ini akan berhubungan dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Jika untuk keperluan pribadi, mungkin hal ini kurang berpengaruh. Tapi bagi kontraktor yang mengerjakan proyek skala besar pasti mempunyai dampak yang tidak kecil pula.

Jadi selain harga dan kualitas, masalah ini harus dipikirkan secara masak. Demikian pula apabila terjadi kerusakan, apakah produsen alat tersebut punya persediaan suku cadang yang cukup dan mudah ditemukan. Juga tentang biaya perbaikannya, perlu dana yang besar atau tidak. Jika harus menggunakan bahan lain misalnya bensin atau solar juga mesti dipertimbangkan apakah boros atau irit.

Lalu yang terakhir yaitu masalah garansi dan keamanan. Ada beberapa jenis alat bangunan yang kadangkala menimbulkan efek seperti suara mesin yang terlalu keras, menimbulkan goncangan dan sebagainya. Dan yang tidak kalah penting adalah, apakah produsen alat tersebut memberi garansi hingga batas tertentu jika terjadi kerusakan.

Sumber gambar : http://goyemen.com

 

Artikel Lainnya :