Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis-jenis Water Proofing

Jenis-jenis Water Proofing
Meski sudah dibuat sebagus mungkin, namun ada kalanya ada bagian dari bangunan yang tetap mengalami kebocoran atau rembesan air. Terlebih jika bangunan tersebut umurnya sudah cukup tua sehingga resiko terjadinya kebocoran juga semakin besar. Salah satu cara yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan suatu element yang dinamakan dengan water proofing.

Water proofing sendiri adalah suatu bahan yang bisa memberi perlindungan pada suatu bidang agar air tidak masuk ke dalamnya. Bidang tersebut antara lain adalah atap, talang, dinding, beton dan sebagainya. Water proofing ini tidak hanya terdiri dari satu macam saja namun ada beberapa jenis. Jika dilihat dari sistemnya, jenis-jenis water proofing tersebut antara lain yaitu membran, coating, flashband self addhisif dan pasta logam.

Sistem membran adalah perlindungan yang menggunakan lembaran atau membrane. Bahan yang paling sering dipakai untuk membuatnya adalah karet namun masih dicampur lagi dengan etilena, monomer kimia atau propilena. Campuran bahan ini akan membentuk satu element yang sifatnya kuat dan tahan terhadap sinar matahari dan air hujan.

Biasanya sistem ini sering diaplikasikan pada atap yang dibuat dari beton atau dak. Jika dipasang secara baik dan benar, sistem aplikasi membran ini bisa menahan terhadap kebocoran maupun rembesan air bahkan yang bewujud dalam genangkan.

Sedangkan sistem coating atau pelapisan merupakan sistem perlindungan yang dibuat dari bahan polimer. Bentuk dan wujudnya nyaris sama dengan cat namun lebih kental dan kenyal. Selain itu cara pemakaiannya juga juga tidak terlalu jauh berbeda, menggunakan kuas. Bidang yang paling sering mengaplikasikan sistem ini adalah tanki penyimpanan air, bak mandi, dinding atau kayu.

Ada kalanya sistem coating ini juga dilengkapi dengan bahan lain yaitu serat fiber atau polyster. Caranya serat ditaruh pada bagian atas bidang yang berlubang kemudian ditutup dengan coating tersebut. Namun ada pula yang mencampurnya secara langsung dan dijadikan satu lalu dioleskan pada bidang yang berlubang atau mengalami kebocoran.

Sistem flashand self addisif merupakan suatu bentuk perlindungan yang menggunakan flashband atau lembaran. Kemudian lembaran ini dilekatkan pada bidang yang berlubang atau mengalami kebocoran. Pada umumnya lembaran tersebut tidak hanya terdiri dari satu lapis saja tapi ada dua. Yang satu berfungsi sebagai perekat dan yang kedua yaitu penahan kebocoran sehingga air tidak bisa masuk dan merembes.

Bahan yang sering digunakan untuk membuatnya yaitu membran polyster, karet, dan alumunium foil atau cat penutup. Khusus untuk karet dan alumunium foil, merupakan bahan yang berfungsi sebagai penahan kebocoran. Sedangkan membrane polyster serta cat berfungsi sebagai perekat. Adapun bidang yang bisa ditutup dengan water proofing sistem ini adalah lantai, atap, talang, beton dan sebagainya.

Terakhir sistem pasta logam adalah pelindung kebocoran yang bahannya terbuat dari logam tapi dalam bentuknya berupa pasta atau jeli. Cara menggunakannya adalah pasta tersebut dioleskan pada suatu bidang yang akan diberi perlindungan. Jika sudah kering, maka bidang tersebut akan menjadi lebih kuat atau jika sudah terjadi kebocoran maka lubang bocor bisa tertutup kembali.

Adapun bahan yang dipakai untuk membuatnya yaitu biji baja jenis galvanis. Pemilihan bahan ini punya satu alasan yang sangat kuat yaitu punya sifat anti karat dan bisa melekat dengan erat. Karena menggunakan bahan dari baja, maka bidang yang paling cocok menerapkan sistem ini adalah atap dari baja, talang dari seng atau logam dan lain sebagainya.

Selain yang telah disebutkan diatas sebenarnya masih ada water proofing yang bentuknya berupa bubuk halus seperti semen. Namun cara penggunaannya harus dicampur dengan bahan khusus dan dibeli dalam satu kemasan atau paket. Bubuk ini dibuat menjadi pasta atau jeli lalu dipakai seperti sistem water proofing yang lain. Kelebihan dari sistem ini yaitu, bisa digunakan di tempat yang basah atau lembab. Selain itu tingkat kekentalannbya bisa diatur sendiri sesuai kebutuhan.

Sumber gambar : http://www.made-in-china.com

 

Artikel Lainnya :