Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Pembuatan Lantai Carport

Teknik Pembuatan Lantai Carport
Carport adalah ruang semi terbuka yang digunakan untuk memarkir kendaraan khususnya mobil. Selain atap, bagian lain yang harus mendapat perhatian ketika membuat carport adalah lantainya. Jika ingin hasil yang terbaik, lantai carpor ini harus memenuhi minimal tiga syarat utama.

Syarat yang pertama adalah permukaannya harus kasar atau punya tekstur. Tujuannya agar lantai itu tidak menjadi licin terutama ketika sedang turun hujan dan kena siraman air. Lalu yang kedua yaitu lantai tersebut harus kuat menahan beban kendaraan dan mobil. Perlu diketahui berat mobil rata-rata sekitar dua ton.

Selanjutnya syarat yang ketiga adalah, karena merupakan ruang semi terbuka dan sering terkena siraman air, maka lantai tersebut harus tahan terhadap segala perubahan cuaca baik cuaca dingin maupun panas. Dan yang tidak kalah penting, lantai tersebut juga bersifat anti lumut dan jamur.

Berikut ini cara dan teknik pembuatan lantai carport. Langkah yang pertama yaitu melakukan pengerasan tanah tetutama untuk lahan yang kondisinya jelek, tidak keras dan gembur. Tujuan dari pemadatan ini adalah untuk menghindari adanya penurunan permukaan tanah. Apabila ingin sistem yang mudah dan gampang serta murah, ganti permukaan tanah dengan tanah yang tidak ekpansif misalnya tanah padas.

Caranya keruk permukaan tanah yang kurang padat itu kira-kira duapuluh sentimeter. Kemudian hasil kerukan atau rongga tanah ini diisu dengan tanah padas. Selanjutnya tinggal diratakan lalu disiram menggunakan air dan dipadatkan. Jika tidak menemukan tanah padas bisa diganti dengan bekas material dari bangunan yang dirobohkan atau batu kerikil hasil penyaringan pasir.

Langkah selanjutnya adalah membuat pondasi ringan atau rollag bata, saat membuat lantai untuk carport pasti ada bagian yang punya batas secara langsung dengan tanah untuk membuat taman. Agar tanah untuk carport ini tidak bisa melesak ke dalam area taman, maka harus dibuat pondasi ringan lebih dahulu pada bagian tepi atau pinggiran carport. Bahan yang digunakan adalah batu bata dan dimasukan pada kedalaman sekitar tigapuluh sentimeter.

Setelah pekerjaan ini selesai dilakukan, berikutnya yaitu harus menghitung kemiringan sekaligus sistem drainasenya. Selain air dari hujan yang turun, lantai carport juga bisa terkena siraman dari air untuk menyiram tanaman atau air yang dipakai untuk mencuci mobil. Jika air ini tidak dapat mengalir dengan lancar dan menimbulkan genangan, tentu konstruksi dan bagian lantai lainnya bisa mudah rusak.

Karena itu kemiringan lantai ini harus dibuat ketika proses pengecoran lantai mulai dikerjakan. Ukuran kemiringan yang paling baik untuk lantai carport adalah antara satu hingga dua derajat. Maksudnya yaitu setiap satu meter panjang lantai, maka permukaannya akan menjadi turun satu sentimeter pada saluran untuk pembuangan air.

Langkah terakhir yaitu membuat landasan miring atau ramp. Hampir semua lantai carport selalu punya ukuran yang lebih tinggi dari permukaan tanah atau jalan. Karena itu harus dibuatkan satu landasan miring dengan tujuan agar mobil lebih mudah dimasukan ke dalam carport.

Ukuran kemiringan ini yang paling baik adalah sepuluh persen. Artinya adalah, tiap satu meter landasan tersebut, maka permukaan landasannya akan naik sepuluh derajat. Dan sebaiknya bahan yang digunakan untuk membuat ramp ini adalah bahan yang bersifaat kasar misalnya batu alam atau koral, batu kerikil biasa dan sebagainya.

Jika hanya menggunakan adonan semen dan pasir saja, sebaiknya tidak diberi lapisan penghalus yang terdiri dari adonan semen saja. Selain itu permukan landasan ini diberi ceruk-ceruk ukuran kecik yang memanjang dan berderet-deret membentuk garis. Tujuannya adalah ketika dinaikan roda mobil tidak akan mudah selip atau tergelincir sekaligus mudah naik lalu masuk ke dalam carport.

Sumber gambar : http://www.carcabin.com

 

Artikel Lainnya :